Sering Kencing Gejala Apa? Begini Penjelasannya beserta Kondisi Medis Lainnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Frekuensi urine normal yang terjadi pada setiap orang ketika saat kencing adalah 4-8 kali dalam sehari. Namun jika terlalu sering kencing, baik siang maupun malam tanpa sebab, bisa jadi itu adalah gejala dari kondisi medis yang perlu diwaspadai.
N. Syamsiyah menjelaskan dalam bukunya Berdamai dengan Diabetes, sering buang air kecil atau kencing merupakan salah satu dari gejala yang dikenal dengan poliuria. Kondisi ini biasanya ditandai dengan jumlah produksi urine yang tidak normal dalam jumlah besar oleh ginjal, tanpa adanya peningkatan asupan cairan.
Urine yang keluar akan lebih banyak daripada orang sehat, yaitu lebih dari 2.500 ml. Sedangkan dalam keadaan normal, volume urine berkisar antara 600-2.500 ml. Biasanya, kondisi ini dapat ditemukan pada penderita diabetes melitus. Hal ini disebabkan karena kadar glukosa yang terlalu tinggi sehingga urine menjadi sangat pekat dan kerja ginjal semakin berat.
Alhasil, ginjal menarik banyak air dari sel-sel tubuh agar urine tidak terlalu pekat. Oleh karena itu, volume urine pun menjadi lebih banyak daripada orang sehat.
Tanda lain dari poliuria ini adalah apabila dilakukan tes urine maka biasanya akan ditemukan glukosa dan urin akan terasa manis, sehingga akan menarik datangnya semut.
Selain gejala poliuria, penyebab lainnya terkadang bisa berasal dari penyakit kandung kemih atau penyakit tertentu yang dapat memengaruhi pembentukan pada urine. Apa saja? Berikut adalah informasinya.
Penyebab Sering Buang Air Kecil
Melansir laman Healthline dan Mayo Clinic, berikut ini adalah beberapa kondisi medis lainnya yang umum dialami oleh seseorang ketika sering buang air kecil yang perlu diwaspadai:
1. Batu Ginjal
Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi yang diakibatkan dari terbentuknya endapan padat di dalam ginjal yang berasal dari zat kimia dalam urine. Ukuran batu ginjal bisa mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong dan dapat berpindah tempat.
Apabila ukurannya cenderung besar, tentu perpindahan tersebut akan cukup sulit sehingga memicu terjadinya iritasi pada saluran kemih. Selain sering buang air kecil, gejala yang muncul pada penderita batu ginjal adalah mual dan muntah, sakit perut bagian bawah, terdapat darah pada urine, dan urine berubah menjadi keruh.
2. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyebab sering buang air kecil yang paling umum dialami oleh seseorang. Kondisi ini terjadi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih mengalami infeksi. Organ tersebut bisa ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih.
Infeksi saluran kemih dapat ditandai dengan sakit saat kencing, demam, nyeri perut, sering kencing tapi urine yang keluar sedikit, dan warna urine keruh atau merah karena adanya darah. Jika tidak segera diobati, infeksi yang telah mencapai ginjal dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
3. Gangguan Prostat
Gangguan prostat cukup banyak dialami oleh pria yang usianya 50 tahun ke atas. Kondisi ini dapat terjadi lantaran kelenjar prostat yang hanya ada di sistem reproduksi pria mengalami pembesaran.
Pembesaran prostat ini tentu dapat menekan uretra atau saluran kemih yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi lebih sensitif. Akibatnya, kandung kemih dapat mudah berkontraksi dan menyebabkan seseorang sering kencing.
4. Minum-Minuman yang Bersifat Diuretik
Mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat diuretik adalah salah satu penyebab sering kencing yang paling umum, seperti minuman beralkohol atau berkafein seperti teh, kopi, dan soda yang bersifat diuretik. Artinya, minuman ini akan menambah kadar garam dan air pada urine sehingga urine yang dihasilkan pun lebih banyak.
Apabila produksi urine bertambah, kandung kemih tentu lebih cepat penuh. Inilah yang membuat seseorang merasa ingin kencing setelah minum kopi atau minuman diuretik lainnya. Biasanya diuretik berlangsung selama 6-8 jam.
(IMR)
