Konten dari Pengguna

Shalat Rawatib: Pengertian, Niat, dan Tata Cara Shalatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi shalat rawatib. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi shalat rawatib. Foto: pixabay

Banyak amalan yang bisa dikerjakan seorang Muslim untuk menyempurnakan pahala ibadah wajib, salah satunya shalat sunah. Shalat sunah banyak macamnya, namun yang paling dianjurkan untuk dikerjakan adalah shalat rawatib.

Shalat rawatib adalah shalat sunah yang mengiringi shalat fardu. Shalat sunah ini dilakukan sebelum (qobliyah) dan sesudahnya (ba’diyah).

Seorang Muslim yang mengerjakan shalat rawatib memiliki banyak keutamaan di sisi Allah SWT. Ini dijelaskan dalam beberapa hadist Rasulullah, salah satunya sebagai berikut:

“Barangsiapa melaksanakan empat rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR. Tirmidzi)

Mengingat keutamaannya yang sangat besar, tentu timbul motivasi untuk mengerjakannya. Berikut bacaan niat dan tata cara shalat rawatib yang sesuai dengan

ajaran Rasulullah SAW.

Ilustrasi shalat rawatib. Foto: pixabay

Shalat Rawatib

  1. Jumlah Rakaat dan Waktu Pengerjaannya

Shalat sunah rawatib dibagi menjadi dua, yaitu muakkad dan ghairu muakkad. Muakkad artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan, sedangkan ghairu muakkad artinya tidak terlalu dianjurkan.

Keduanya memiliki jumlah rakaat dan waktu pengerjaan yang berbeda. Hal ini dijelaskan dalam hadist Rasulullah SAW.

Adapun waktu pengerjaan dan jumlah rakaat shalat sunah rawatib muakkad adalah sebagai berikut:

  • 2 rakaat sebelum Subuh

  • 2 atau 4 rakaat sebelum Dzuhur

  • 2 atau 4 rakaat sesudah Dzuuhur

  • 2 rakaat sesudah Maghrib

  • 2 rakaat sesudah Isya

Sedangkan waktu pengerjaan dan jumlah rakaat shalat sunah ghairu muakkad adalah sebagai berikut:

  • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)

  • 2 rakaat sebelum maghrib

  • 2 rakaat sebelum isya

  1. Niat dan Tata Cara Shalat Rawatib

Shalat sunah rawatib dikerjakan sama seperti shalat sunah lainnya. Adapun niat shalat rawatib adalah sebagai berikut:

Niat Shalat Rawatib Sebelum Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatash Subhi Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum subuh 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Niat Shalat Rawatib Sebelum Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sebelum zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Niat Shalat Rawatib Sesudah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah zuhur 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Niat Shalat Rawatib Sesudah Magrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal Maghribi Rok’ataini Ba’diyah Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah magrib 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Niat Shalat Rawatib Sesudah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.

(MSD)