Konten dari Pengguna

Sholat Sunnah Sesudah Isya (Ba’diya Isya): Tata Cara dan Keutamaannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi melaksanakan salat sunah sesudah Isya. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melaksanakan salat sunah sesudah Isya. Foto: Unsplash.com

Bagaimana niat sholat ba'diyah isya dan cara melaksanakannya? Salat sunah sesudah Isya dikenal dengan salat ba’diyah Isya atau salat rawatib Isya. Salat yang memiliki banyak keutamaan ini terdiri dari dua hingga empat rakaat.

Salat sunah ba'diyah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam. Merujuk pada buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah karya Muhammad Ajib, Imam an-Nawawi rahimahullah pernah berkata:

“Ketahuilah, hendaklah bagi yang menemukan sebuah fadhoilul a’mal (anjuran ibadah) agar segera menjalankannya walaupun hanya sekali. Hal ini agar supaya dia termasuk ke dalam golongan yang ahli melakukannya. Jangan sampai dia tinggalkan sama sekali. Lakukanlah semampunya. Sebab Nabi SAW pernah bersabda ‘Jika aku perintahkan sesuatu kepadamu, kerjakanlah semampunya’.”

Meski hukumnya sunah, seorang Muslim dianjurkan mengerjakan salat rawatib yang mengiringi salat fardu. Mengutip dari buku Kitab Lengkap Panduan Shalat oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, Ma, dkk, salat rawatib terbagi menjadi dua macam, yakni rawatib muakkad dan rawatib ghairu muakkad.

Rawatib muakkad adalah salat yang sangat dianjurkan, sedangkan rawatib ghairu muakkad tidak terlalu dianjurkan. Salat sunah sesudah Isya termasuk golongan rawatib muakad, sehingga sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Berdasarkan waktu pelaksanaannya, salat rawatib dibagi menjadi dua jenis, yakni qobliyah dan ba’diyah. Qabliyah adalah salat sunah yang dikerjakan sebelum salat fardu, sedangkan ba’diyah dikerjakaan usai salat fardu.

Lalu, bagaimana tata cara dan niat sholat ba'diyah isya? Sebelum melanjutkan ke pembahasan mengenai bacaan niat sholat ba'diyah Isya dan cara melaksanakannya, ada baiknya ketahui dalil tentang salat sunah setelah Isya. Berikut uraian selengkapnya.

Dalil Sholat Sunnah Sesudah Isya

Ilustrasi sholat sunnah sesudah isya. Foto: Shutterstock.

Dikutip dari buku 33 Macam Jenis Shalat Sunnah oleh Muhammad Ajib, Lc., MA, dalil yang membahas soal salat sunah sesudah Isya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Dari Ibnu Umar r.a berkata: "Saya telah menjaga 10 rakaat salat sunah dari Rasulullah SAW, yaitu 2 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat setelah Magrib, 2 rakaat setelah Isya’ di rumahnya, dan 2 rakaat sebelum Subuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain dijelaskan bahawa salat sunah sesudah Isya terdiri dari empat rakaat. Dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW Oleh Ustaz Arif Rahman, jumlah rakaat ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra.

“Rasulullah SAW mengerjakan salat sesudah Isya sebanyak empat rakaat, baru setelah itu Beliau tidur.” (HR Abu Daud)

Lalu, apa keutamaan salat sunah sesudah Isya? Untuk mengetahui lebih lanjut simak uraian berikut.

Keutamaan Sholat Ba’diyah Isya

Ilustrasi sholat sunnah sesudah isya. Foto:Pixabay.

Mengutip dari buku Kajian Fikih dalam Bingkai Aswaja oleh Ahmad Hawassy, salat sunah sesudah Isya memiliki keutamaan yang besar. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis Turmudzi yang artinya:

“Siapa yang salat sehari semalam 12 rakaat maka dibangunlah baginya sebuah rumah di surga, yaitu 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat sesudah Zuhur, 2 rakaat sesudah Magrib, 2 rakaat sesudah Isya, dan 2 rakaat sebelum Subuh.” (HR. Turmudzi)

Bagaimana cara mengerjakan salat sunah sesudah Isya? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut.

Ketentuan dan Niat Sholat Ba'diyah Isya

Ilustrasi sholat sunnah sesudah isya. Foto: Freepik.

Pada dasarnya, niat sholat ba'diyah Isya dan cara melaksanakannya sama seperti salat pada umumnya. Namun, ada beberapa ketentuan dalam melaksanakannya. Dikutip dari buku Pedoman Dan Tuntunan Shalat Lengkap oleh Abdul Kadir Nuhuyanan dkk, ketentuan salat ba’diyah Isya adalah sebagai berikut:

  1. Dikerjakan tidak berjamaah atau munfarid.

  2. Jika empat rakaat, tiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.

  3. Tanpa azan dan ikamah.

  4. Diutamakaan tempat salat sunah berpindah dari tempat salat fardu.

  5. Bacaan tidak dikeraskan.

Adapun niat sholat ba'diyah isya, dikutip dari buku 17 Tuntunan Hidup Muslim oleh Wahyono Hadi Parmono dan Ismunandar, yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة ِللهِ تَعَالَى

"Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala."

Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Sholat Ba'diyah Isya

Ilustrasi tata cara dan niat sholat ba'diyah isya. Foto: Unsplash

Berikut tata cara dan bacaan doa salat ba'diyah Isya berdasarkan buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah Saw. oleh Ustaz Arif Rahman:

1. Membaca niat sholat ba’diyah Isya sebagaimana yang telah disampaikan di atas.

2. Mengucapkan kalimat Takbiratul Ihram untuk menandakan dimulainya ibadah salat.

3. Membaca doa iftitah:

"Israafiila faa thirassama waati wal ardhi, ‘aalimalghoibi wasyahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaannuu fiihi yakhtalifuuna. Ihdinii limaakh tulifa fiigi minal haqqi bi idznika innaka tahdii mantasyaa’u ilashiraathimmustaqiim".

Artinya: Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil. Sebagai Pencipta langit dan Bumi. Yang Maha Mengetahui, yaitu Mengetahui yang gaib dan yang tampak. Ya Allah, yang memutuskan di antara hamba-Mu terhadap apa yang mereka pertengkarkan. Berilah petunjuk pada kami untuk menggapai kebenaran yang diperselisihan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Memberi petunjuk pada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju jalan yang lurus.

4. Membaca surah Al Fatihah.

5. Membaca surah pendek seperti Al Lahab, An Nas, Al Falaq, dan lainnya.

6. Rukuk sambil membaca “Subbhana robbiyal adhiimi wabihamdih.”

7. Sujud pertama dan kedua membaca “Subhana robbiyal a’la wabihamdih.”

8. Saat duduk di antara dua sujud, bacakan “Rabbighfirlii warhamni wajburnii warfa’nii warzunii wahdinii wa aafinii wa’fu annii”.

9. Membaca doa tahiyat akhir dengan duduk iftirasy:

"At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi."

Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, rahmat, dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad).

Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

10. Setelah membaca doa tahiyat akhir, ucapkan salam dengan menoleh ke arah bahu kanan lalu ke bahu kiri.

Itulah penjelasan seputar salat sunah sesudah Isya, mulai dari niat sholat ba'diyah isya, cara mengerjakannya, hingga keutamaannya. Semoga bermanfaat.

(IPT & AMP)