Konten dari Pengguna

Sholawat Man Ana: Arab, Latin, dan Artinya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sholawat Man Ana. Foto: Andri Helmansyah/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sholawat Man Ana. Foto: Andri Helmansyah/Unsplash

Belakangan ini, sholawat Man Ana semakin dikenal masyarakat setelah dipopulerkan oleh Mohamed Tarek, penyanyi asal Mesir. Liriknya mengandung pesan tentang cinta, penghormatan, dan keteladanan kepada guru.

Sebagaimana diketahui, Islam sangat memuliakan sosok guru sebab telah berjasa dalam memberikan ilmu bermanfaat. Bagi yang ingin melantunkan sholawat Man Ana untuk menunjukkan penghormatan pada guru, simak bacaan Arab serta arti selengkapnya berikut ini.

Bacaan Sholawat Man Ana

Ilustrasi sholawat Man Ana. Foto: Andri Helmansyah/Unsplash

Dihimpun dari buku Iman dan Taqwa oleh Dirman, berikut ini adalah bacaan sholawat Man Ana lengkap dengan bacaan latin dan artinya:

Bacaan Sholawat

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ

Man ana man ana man ana laulakum, kaifa ma hubbukum kaifa ma ahwakum

مَا سِوَىَ وَلَا غَيْرَكُمْ سِوَاكُمْ ، لَا وَمَنْ فِي الْمَحَبَّةْ عَلَيَّ وَلَاكُمْ

Ma siwaya wa la goirokum siwakum, la wa man fil mahabbah 'alayya walakum

أَنْتُمْ أَنْتُمْ مُرَادِي وَأَنْتُمْ قَصْدِي ، لَيْسَ أَحَد فِي الْمَحَبَّة سِوَاكُمْ عِنْدِي

Antum antum murodi wa antum qoshdi, laisa ahad fil mahabbah siwakum 'indi

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ

Man ana man ana man ana laulakum, kaifa ma hubbukum kaifa ma ahwakum

كُلَّمَا زَادَنِى فِى هَوَاكُمْ وَجْدِي ، قُلْتُ يَا سَادَتِي مُحْجَتِي تَفْدِيكُمْ

Kullama zadani fi hawakum wajdi, wultu ya sadati muhjati tafdakum

لَوْ قَطَعْتُمْ وَرِيْدِيْ بِحَدِّ مَاضِي ، قُلْتُ وَالله أَنَا فِى هَوَاكُمْ رَاضِي

Lau qotho'tum waridi bihaddi madli, qultu wallahi ana fi hawakum rodli

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ ، كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ

Man ana man ana man ana laulakum, kaifa ma hubbukum kaifa ma ahwakum

Terjemahan

Siapalah, siapalah diriku tanpa bimbingan kalian (guru).

Bagaimaan aku tak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan bersama kalian.

Tiada selain ku juga tiada selainnya terkecuali engkau.

Tiada siapa pun di dalam cinta selain engkau dalam hatiku.

Kalianlah, kalianlah dambaanku dan yang ku inginkan.

Tiada seorang pun dalam cintaku selain engkau di sisiku.

Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru).

Bagaimana aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan tuk bersama kalian.

Setiap kali bertambah rasa cinta dan rinduku padamu.

Maka berkata hariku wahai tuanku semangatku telah siap menjadi tumbal keselamatan dirimu.

Jika engkau menyembelih urat nadiku dengan pisau berkilauan tajam.

Kukatakan demi Allah aku rela demi cintaku padamu.

Siapa gerangan diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian (guru).

Bagaiama aku tidak mencintai kalian dan bagaimana aku tak menginginkan tuk bersama kalian.

Baca Juga: Teks Sholawat Busyro Lengkap dengan Terjemahan, Arti, dan Keutamaan

Adab Kepada Guru Menurut Islam

Ilustrasi guru. Foto: Fajar Herlambang STUDIO/unsplash

Sholawat Man Ana merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan murid kepada guru yang telah memberikan ilmu dan membimbing dalam kebaikan. Dalam Islam, menghormati guru merupakan bagian dari adab menuntut ilmu. Masih mengacu pada buku yang sama, berikut beberapa adab kepada guru yang dianjurkan dalam Islam:

  • Menghormati guru yang mengajarkan ilmu sebagaimana menghormati orang tua.

  • Memberikan hadiah kepada guru sebagai bentuk penghargaan, meskipun guru tidak pernah mengharapkannya.

  • Tidak berjalan di depan guru, tidak duduk di tempat duduknya, tidak mendahului berbicara, tidak banyak berbicara di hadapannya, tidak bertanya ketika guru sedang dalam keadaan gelisah, dan tidak mengetuk pintu rumahnya tetapi menunggu hingga guru keluar.

  • Berusaha mendapatkan keridaan guru, menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan kemarahan, dan menaati perintahnya selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.

  • Menghormati anak-anak dan kerabat guru.

(NSF)