Siapa Odysseus di Balik Film The Odyssey? Ini Kisahnya dalam Mitologi Yunani

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sepekan terakhir, film The Odyssey garapan Christopher Nolan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Film bergenre action-fantasy tersebut diadaptasi dari Odyssey, epos Yunani kuno karya Homeros yang telah berusia hampir 3.000 tahun.
Cerita dalam The Odyssey berpusat pada perjuangan Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah Perang Troya berakhir. Dalam perjalanan panjang itu, ia harus menghadapi berbagai rintangan.
Pertanyaannya, siapa Odysseus sebenarnya? Bagi yang penasaran, simak kisahnya berikut ini.
Mengenal Odysseus dalam Mitologi Yunani
Dikutip dari laman GreekMythology.com, Odysseus atau dalam bahasa Latin Ulysses merupakan salah satu pahlawan legendaris dari mitologi Yunani. Ia dikenal sebagai Raja Ithaca sekaligus pemimpin kaum Kephallenians, yang tinggal di sebuah pulau kecil di Laut Ionia.
Odysseus lahir dari pasangan Laertes dan Anticleia. Dari garis keturunan ibunya, ia masih memiliki hubungan dengan Hermes, salah satu dewa Olympus. Dalam kehidupan pribadinya, Odysseus memiliki istri bernama Penelope dan putra bernama Telemachus.
Berbeda dengan pahlawan Yunani lainnya yang selalu mengandalkan kekuatan fisik, Odysseus dikenal karena kecerdikannya. Hal itu bisa terlihat dari berbagai strategi dan misi penting yang dijalankannya selama Perang Troya, di antaranya:
1. Menemukan Achilles
Odysseus berhasil menemukan Achilles yang menyamar sebagai perempuan di istana Raja Lycomedes. Ia menyadari penyamaran tersebut setelah Achilles tertarik pada senjata yang dibawa Odysseus.
2. Bekerja sama dengan Diomedes
Odysseus menjalankan berbagai misi bersama Diomedes, Raja Argos. Salah satunya adalah serangan malam ke wilayah bangsa Thracia yang menjadi sekutu Troya. Dalam misi tersebut, mereka membunuh sejumlah prajurit dan merebut kuda milik Raja Rhesus.
3. Menangkap Helenus
Odysseus menangkap Helenus, seorang pangeran sekaligus peramal Troya. Dari Helenus, ia memperoleh informasi mengenai sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar Yunani dapat memenangkan perang, termasuk merekrut Neoptolemus, putra Achilles.
4. Bersaing dengan Ajax
Setelah Achilles tewas, Odysseus dan Ajax memperebutkan zirah milik sang pahlawan. Odysseus akhirnya memenangkan persaingan tersebut berkat kemampuan retorikanya yang berhasil meyakinkan para juri.
5. Mencetuskan Kuda Troya
Strategi terbesar Odysseus adalah membuat kuda kayu raksasa yang digunakan untuk menyembunyikan pasukan Yunani. Setelah pasukan Yunani berpura-pura mundur, penduduk Troya membawa kuda tersebut masuk ke dalam kota. Pada malam hari, para prajurit keluar dari persembunyian dan membuka jalan bagi pasukan Yunani untuk kembali menyerang hingga akhirnya menaklukkan Troya.
Perjalanan Panjang Odysseus untuk Kembali ke Ithaca
Setelah Perang Troya berakhir, Odysseus memulai perjalanan pulang ke Ithaca untuk kembali berkumpul dengan Penelope dan Telemachus. Namun, perjalanan yang seharusnya hanya berlangsung singkat justru berubah menjadi petualangan panjang.
Menurut keterangan dari laman Britannica, ia membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk mencapai kampung halamannya. Jika dihitung sejak keberangkatannya untuk terlibat dalam Perang Troya, Odysseus meninggalkan Ithaca selama kurang lebih 20 tahun.
Selama perjalanan pulang, ia menghadapi berbagai makhluk mitologi yang menjadi bagian penting dalam kisah The Odyssey, seperti:
Polyphemus, Cyclops bermata satu yang memangsa beberapa awak kapal Odysseus.
Lotus-Eaters, bangsa yang membuat para pelaut melupakan keinginan untuk kembali ke rumah.
Aeolus, penguasa angin yang memberikan kantong berisi angin untuk membantu perjalanan Odysseus.
Circe, penyihir yang mengubah para awak kapal menjadi babi.
Sirens, makhluk dengan suara merdu yang dapat memikat dan membahayakan para pelaut.
Scylla dan Charybdis, dua ancaman laut yang membuat Odysseus harus memilih jalur dengan risiko paling kecil.
Calypso, nimfa yang menahan Odysseus selama tujuh tahun
Baca juga: Apakah The Odyssey Ada Post Credit Scene? Cari Tahu di Sini
(RK)
