Konten dari Pengguna

Sifat Orang Yahudi dalam Alquran dan Kisah Asal-Usulnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi roti tidak beragi yang dikonsumsi saat Hari Raya Paskah Yahudi Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi roti tidak beragi yang dikonsumsi saat Hari Raya Paskah Yahudi Foto: Shutter Stock

Konflik yang terjadi di Jalur Gaza selalu menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. Banyak umat Muslim yang mempertanyakan asal-usul bangsa Israel beserta bagaimana gambaran sifat orang Yahudi dalam Alquran.

Sebagaimana diketahui, Alquran menuliskan Yahudi dengan sebutan Ahl al-Kitab (ahli kitab). Mengutip buku Yahudi Madinah: Dari Era Nebuchadnezzar hingga Khaibar susunan Wisnu Tanggap Prabowo (2021), agama ini mengimani kitab Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa AS. Dalam Al-Baqarah ayat 51, Allah SWT berfirman:

“Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim.”

Mulanya, orang Yahudi adalah golongan umat yang beriman kepada Allah. Namun, lama-kelamaan mereka melakukan penyimpangan. Ingin tahu kisah dan sifat orang Yahudi dalam Alquran? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut.

Sifat Orang Yahudi dalam Alquran

Ilustrasi umat Yahudi di Israel. Foto: Ahmad Gharabli/AFP

Kaum Yahudi mengklaim dirinya berasal dari keturunan Abraham. Namun dalam Islam, agama samawi ini merupakan keturunan Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, dan Nabi Yaqub.

Dalam ayat-ayat Alquran, kaum Yahudi ini disebut sebagai bani israil. Mulanya, kata “bani israil” ini disematkan karena mereka memiliki sifat yang shalih dan selalu beramal baik.

Lama-kelamaan, mereka menunjukkan penyimpangan dan pembangkangan. Bani Israil enggan mengimani Allah SWT dan mempersekutukan-Nya dengan makhluk.

Mengutip buku 76 Karakter Orang Yahudi dalam Al-Quran yang disusun oleh M. Thalib, orang Yahudi sangatlah egois dan bakhil. Mereka enggan menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang non-Yahudi.

Jika memiliki kekuasaan, mereka akan melakukan segala cara untuk memperoleh keuntungan. Mereka menganggap bahwa hanya kaumnya yang pantas memimpin segala hal.

Sifat ini pernah diperlihatkan pada masa kenabian Rasulullah SAW. Kala itu, mereka menolak keras risalah kenabian Muhammad SAW dan enggan mengimaninya.

Alasannya karena nabi tersebut bukan berasal dari golongan mereka, melainkan dari golongan umat Islam. Mereka khawatir jika nabi muncul dari golongan lain, maka nabi tersebut dapat membangun kekuasaan dan menundukkan bani israil.

Tabiat tersebut terbawa sampai sekarang. Pada Perang Dunia I, mereka pernah memeras bangsa Jerman. Hal ini menyebabkan Hitler membinasakan bangsa Yahudi dan mengusirnya dari sana.

Kemudian lahirlah gerakan zionisme Yahudi. Gerakan ini bertujuan untuk memeras dan menguasai seluruh dunia, sehingga semua negara di dunia menjadi tunduk dan dapat diperbudak.

Baca juga: Kumpulan Ayat tentang Sifat Bani Israil dalam Al-Quran

Ayat Alquran tentang Yahudi

Ilustrasi Al-quran. Foto: Waleed_Hammoudeh/Shutterstock

Kisah tentang Yahudi dan sifat umatnya diabadikan dalam ayat-ayat Alquran. Dikutip dari buku Indeks Alquran karya Dr. Azharuddin Sahil (2007), berikut beberapa di antaranya:

  • “...dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi itu tidak mempunyai suatu pegangan...” (QS. Al-Baqarah: 113)

  • “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah: 121)

  • “Ataukah kamu (wahai orang-orang Yahudi dan Nasrani), mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Yaqub, dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” (QS. Al-Baqarah: 140)

  • “Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-Nya.” (QS. Al-maidah: 18)

  • “Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa". (QS. Thaha : 88)

(MSD)