Konten dari Pengguna

Sifat Siddiq: Arti, Jenis-jenis, dan Kumpulan Haditsnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Sifat Siddiq. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Sifat Siddiq. Foto: Freepik

Secara bahasa, siddiq artinya benar atau jujur. Siddiq merupakan sifat yang dimiliki oleh para rasul Allah SWT dan harus diteladani oleh umat Islam. Hal ini telah termaktub dalam Alquran surat Maryam ayat 50 berikut:

وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا

Artinya: "Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik (siddiq) dan mulia."

Dr. Hasbi menerangkan dalam buku Pendidikan Agama Islam Era Modern, lawan dari kata siddiq adalah al-kazzibu yang artinya dusta atau bohong. Jadi, sifat siddiq artinya sikap seseorang yang sejalan dengan ucapan dan perbuatannya dalam menyampaikan informasi. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al Ahzab: 70)

Jenis-Jenis Sifat Siddiq

Illustrasi Sifat Siddiq. Foto: Freepik

Imam Al Ghazali membagi sifat siddiq menjadi 5 jenis, sebagaimana dijelaskan dalam buku Khusus Pemuda Keren karya Muh Akbar Nasrullah, yaitu:

  1. Jujur dalam niat atau kehendak, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan selain dorongan dari Allah SWT.

  2. Jujur dalam ucapan (lisan), yaitu kesesuaian berita yang diterima dan yang disampaikan, sehingga dalam proses penyampaian tidak menimbulkan fitnah, kepada orang lain.

  3. Jujur dalam kemauan, yaitu berusaha agar terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam menyampaikan kebenaran.

  4. Jujur dalam perbuatan atau amaliah, yaitu beramal dengan sungguh-sungguh, sehingga perbuatan zahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.

  5. Jujur dalam menepati janji, yaitu mempertaruhkan harkat dan martabat diri dihadapan orang lain, bahwa diri tersebut sanggup untuk melakukannya.

Hadits Tentang Sifat Siddiq

Alquran. Foto: Freepik

Rasulullah SAW juga menganjurkan kepada umatnya untuk selalu berkata jujur. Sebab, kejujuran akan membawa kebaikan sebagaimana disebutkan dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Artinya: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta."(HR. Bukhari dan Muslim).

Ada juga hadits lain yang juga mengajarkan kepada umat Muslim untuk selalu bersikap jujur, yaitu:

قُلْتُ لِلْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ مَا حَفِظْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

Artinya: “Aku bertanya kepada Al Hasan bin Ali: Apa yang kau hafal dari Rasulullah Shallallahu`alaihi wa Salam? Ia menjawab: Aku menghafal dari Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Salam: Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu karena kejujuran itu ketenangan dan dusta itu keraguan." (HR. Tirmidzi).

(NDA)