Konten dari Pengguna

Sifat Terpuji Nabi Adam yang Patut Diteladani Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang ibu mengisahkan cerita Nabi Adam kepada anak-anaknya. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang ibu mengisahkan cerita Nabi Adam kepada anak-anaknya. Sumber: Freepik.com

Nabi Adam merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Bersama istrinya, Siti Hawa, Nabi Adam tinggal di surga atas izin Allah.

Kisah Nabi Adam banyak diceritakan di dalam Alquran. Ariany Syurfah, M. Hum, M. Ag. dalam buku Kisah Teladan & Menakjubkan 25 Nabi merangkum seluruh kisah Nabi Adam secara berurutan agar lebih mudah dipahami.

Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga cukup lama. Mereka melakukan apapun yang diperintahkan Allah dan menghindari seluruh larangan-Nya. Namun suatu hari, mereka terjebak rayuan iblis untuk melakukan hal yang dilarang hingga membuat Allah murka.

Mereka merasa sangat menyesal dan tak henti-hentinya memohon ampun kepada Allah. Sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang dilakukan, Allah menghukum mereka dengan menurunkannya ke bumi.

Nabi Adam dan Hawa turun di tempat yang terpisah. Mereka hidup sendiri selama bertahun-tahun. Tak lupa keduanya selalu memohon ampun kepada Allah. Doa yang diucapkan oleh Nabi Adam sebagai bentuk penyesalan terdalamnya tercantum dalam Alquran surat Al A'raf ayat 23.

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."

Setelah beberapa waktu, keduanya kembali dipertemukan oleh Allah di Padang Arafah. Tempat pertemuan mereka dinamakan Jabal Rahmah yang artinya "Bukit Kasih Sayang".

Setelah bertemu, Nabi Adam dan Siti Hawa melanjutkan kehidupan dengan bertani dan berkebun. Berbeda dengan di surga yang semua tersedia dalam sekejap, mereka harus berusaha untuk mendapatkan yang dibutuhkan di bumi. Dengan kesabaran, cinta, dan kasih sayang yang saling menyelimuti, mereka tetap merasa bahagia meski harus bekerja keras.

Ilustrasi sifat terpuji Nabi Adam yang bisa diteladani. Sumber: Freepik.com

Sifat Terpuji Nabi Adam

Dari kisah Nabi Adam di atas, dapat disimpulkan bahwa beliau memiliki banyak sifat terpuji yang perlu diteladani setiap umat Muslim. Apa saja?

  • Taat. Nabi Adam selalu taat kepada Allah SWT. Ia selalu mematuhi apapun keputusan dan perintah Allah.

  • Tanggung jawab. Nabi Adam bertanggung jawab atas kesalahannya dan menerima hukumannya untuk melanjutkan hidup di bumi.

  • Taubat. Meski telah melakukan kesalahan, Nabi Adam tidak putus asa untuk mencari rahmat Allah. Ia langsung bertaubat dan memohon ampun kepadaNya.

  • Bersabar. Selama dihukum oleh Allah, Nabi Adam sangat sabar menjalani kehidupan barunya di bumi dengan segala kesulitannya. Ia juga bersabar menanti waktu kapan dipertemukan kembali dengan Hawa.

  • Penuh cinta dan kasih sayang. Nabi Adam dipenuhi dengan cinta dan penuh kasih sayang dalam membina keluarga dengan Hawa.

(ULY)