Konten dari Pengguna

Sikap Teladan Nabi Idris yang Dapat Diteladani Seorang Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Idris, Sumber: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Nabi Idris, Sumber: Flickr

Nabi Idris AS adalah keturunan dari Nabi Adam dan anak dari Yaridh bin Mihlal bin Qinan bin Anusy bin Syits bin Adam. Jika ditarik silsilahnya, Nabi Idris adalah keturunan keenam Nabi Adam.

Mengutip buku Kisah Menakjubkan 25 Nabi dan Rasul oleh Nurul Ihsan, nama asli Nabi Idris adalah Khunuh. Nama Idris berasal dari kata ‘darasa’ yang memiliki arti belajar. Nama tersebut diberikan kepadanya karena dia sangat taat dalam mempelajari kitab suci dari nabi sebelumnya.

Pada awalnya Nabi Idris diutus oleh Allah untuk mendakwahi salah satu anak Nabi Adam bernama Qabil yang dianggap durhaka. Lalu, Allah menurunkan 30 shahifah atau lembaran yang diisi dengan ajaran-ajaran untuk disampaikan kepada umatnya.

Di dalam Alquran, Nabi Idris dideskripsikan sebagai orang yang sabar, tulus, dan menjunjung tinggi kebenaran. Karakteristik tersebut tercantum dalam surat Maryam ayat 56-7 yang berbunyi: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Maryam: 56-57)

Jadi, sudah sepatutnya umat Muslim meneladani sifat beliau untuk meningkatkan amalan. Apa saja sikap teladan Nabi Idris? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut.

Alam Semesta, Sumber: Pexels

Sikap Teladan Nabi Idris

Mengutip buku 25 Kisah Nabi dan Rasul oleh Aan Wulandari, berikut adalah beberapa sikap teladan Nabi Idris.

Ahli Menulis dan Menjahit

Nabi Idris diketahui sebagai orang pertama yang menulis menggunakan pena. Ilmu menulis yang dimilikinya juga beliau ajarkan kepada umatnya. Selain itu, Nabi Idris adalah orang pertama yang memakai kain berjahit. Saking hebatnya, banyak masyarakat Babilonia yang memintanya untuk dibuatkan baju.

Setiap kali menusukan jarum saat sedang menjahit, dia selalu mengucapkan “Subhanallah”. Jika Nabi Idris melakukan kesalahan saat menjahit, maka dia akan mengulangnya dari awal sambil berdzikir. Dari hal ini, umat Islam bisa belajar bahwa dalam situasi apapun tidak boleh melupakan Allah.

Ahli Astronomi

Nabi Idris menggunakan bintang sebagai penunjuk arah sekaligus memprediksi cuaca dan waktu yang ideal untuk bercocok tanam. Beliau adalah orang pertama yang mempelajari astronomi.

Ketertarikan beliau terhadap bintang diawali dari rasa penasarannya dengan kehidupan di langit, di antara bintang dan planet. Nabi Idris tidak pernah berhenti belajar, maka umat Muslim juga tidak boleh berhenti mencari ilmu.

Dakwah Nabi Idris membuat Masyarakat Mesir Beriman

Nabi Idris diperintahkan Allah untuk hijrah ke Mesir. Para pengikutnya awalnya ragu untuk ikut hijrah, namun mereka diyakini Nabi Idris karena Allah akan mencukupi kebutuhan mereka.

Mesir saat itu adalah negara yang subur dan makmur. Namun, masyarakatnya masih banyak yang menyembah berhala. Kemudian Nabi Idris berdakwah di depan mereka dengan suara yang sangat lembut. Setelah mendengar beliau berdakwah, banyak dari mereka yang beriman kepada Allah.

(ADB)