SNBP 2026 Pakai Nilai Apa Saja? Ini Penjelasan Koordinator SNBP

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waktu pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 semakin dekat. Dalam waktu kurang dari satu bulan, siswa berprestasi berkesempatan mengikuti jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa melalui ujian tertulis.
Meski dikenal sebagai jalur “tanpa tes”, SNBP 2026 tetap menuntut persiapan yang matang sejak awal. Penilaiannya berlangsung ketat karena didasarkan pada rekam jejak akademik dan prestasi siswa.
Kondisi ini membuat banyak siswa dan orang tua mulai mencari kepastian terkait sistem penilaian SNBP. Lantas, SNBP 2026 pakai nilai apa saja sebagai bahan pertimbangan utama? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Komponen Seleksi SNBP 2026
Dikutip dari kanal YouTube SNPMB ID, Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana, menjelaskan bahwa proses seleksi SNBP 2026 tidak hanya berfokus pada satu aspek penilaian. Seleksi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai komponen agar hasilnya lebih adil dan akurat.
"Dari peraturan yang ada itu, penilaian seleksi itu didasarkan, yang pertama adalah, terkait dengan rata-rata nilai rapor keseluruhan ya. Jadi kalau dirata-rata, harus bagus begitu ya," kata Riza pada Sosialisasi Daring Registrasi Akun SNPMB & Pengisian PDSS di kanal YouTube SNPMB ID, pada Selasa (6/1/2026).
Secara umum, berikut beberapa komponen utama yang digunakan dalam seleksi SNBP 2026:
1. Nilai Rapor
Riza menyampaikan bahwa nilai rapor siswa yang berstatus eligible akan diinput oleh pihak sekolah melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Proses pengisian PDSS oleh sekolah dijadwalkan berlangsung mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2026.
2. Nilai Mata Pelajaran Pendukung Program Studi
Mata pelajaran pendukung menjadi unsur penting dalam SNBP sekaligus menjadi acuan pemilihan mata pelajaran pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Setiap program studi memiliki mata pelajaran pendukung yang berbeda sesuai bidang keilmuannya.
Daftar mata pelajaran pendukung tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi.
Berikut link daftar mata pelajaran pendukung program studi dalam SNBP 2026:
https://pusmendik.kemdikbud.go.id/pdf/file-179
3. Prestasi Siswa
Selain nilai akademik, siswa juga dapat melampirkan prestasi terbaik saat mendaftar SNBP 2026. Prestasi yang disertakan tidak harus sepenuhnya linear dengan program studi tujuan. Namun akan menjadi nilai tambah jika prestasi tersebut relevan.
Sebagai contoh, siswa peraih medali olimpiade fisika dapat memilih program studi fisika, begitu pula dengan peraih medali matematika yang melanjutkan ke bidang serumpun.
4. Peran Nilai TKA sebagai Validator Nilai Rapor
Riza Satria Perdana menegaskan bahwa nilai rapor siswa dapat divalidasi menggunakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Validasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik siswa secara keseluruhan.
Ia menjelaskan bahwa nilai rapor yang tinggi bisa dipengaruhi oleh hasil TKA yang kurang maksimal. Sebaliknya, nilai rapor yang tidak terlalu tinggi dapat meningkat jika TKA siswa menunjukkan hasil yang sangat baik.
"Ternyata nilai TKA-nya jatuh begitu. Nah, ini tentu saja akan bisa menyebabkan nilai 9-nya jadi berkurang. Nah, kebalikannya juga seperti itu. Misalnya dia nilai rapornya 8, begitu. Kemudian nanti nilai TKA-nya ternyata bagus gitu dia. Nah, itu bisa mengangkat nilai rapornya, begitu," jelasnya.
Baca Juga: Cara Cek Kuota SNBP 2026 berdasarkan Akreditasi Sekolah
(ANB)
