Konten dari Pengguna

Soal PMM: Saat Bersekolah Dulu, Apakah Bapak/Ibu Berperan dalam Proses Belajar?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jawaban soal cerita reflektif di PMM dalam modul Persiapan Pembelajaran Diferensiasi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jawaban soal cerita reflektif di PMM dalam modul Persiapan Pembelajaran Diferensiasi. Foto: Unsplash

Dalam latihan pemahaman Pelibatan Murid di PMM, guru akan menghadapi soal, saat bersekolah dulu apakah bapak/ibu mempunyai peran dalam proses belajar? Soal ini merupakan bagian dari cerita reflektif yang perlu dijawab pada modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi.

Guru dapat mengaksesnya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Agar dapat menjawab soal dengan tepat, penting untuk memahami esensi dari keterlibatan murid dalam pembelajaran. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini untuk mengetahui alternatif jawabannya.

Saat Bersekolah Dulu, Apakah Bapak/Ibu Mempunyai Peran dalam Proses Belajar?

nfkdmdfdmf,m,dm,vfv,f,vf

Mengutip buku Merdeka Belajar Bagi Pendidikan Nonformal: Teori, Praktik, dan Penilaian Portofolio karya Kahar (2022), PMM memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan saja dan di mana saja melalui modul yang tersedia.

Setiap modul dalam PMM akan memuat post-test dan cerita reflektif yang perlu dijawab oleh guru. Salah satu contoh pertanyaan yang akan dihadapi oleh guru adalah "Saat bersekolah dulu, apakah bapak/ibu mempunyai peran dalam proses belajar? Jika iya, seperti apa peran yang dimiliki?"

Pertanyaan ini meminta guru untuk merenungkan kembali peran mereka sebagai murid saat masih di sekolah. Berikut adalah alternatif jawaban yang dikutip dari video berjudul "Modul Persiapan Pembelajaran Terdiferensiasi di PMM" oleh Shoimatul Masy’ula di YouTube:

Alternatif Jawaban:

Saya memang memiliki peran dalam proses belajar ketika masih bersekolah. Sebagai seorang murid, saya aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Dalam beberapa kesempatan, guru membagi kami ke dalam kelompok-kelompok kecil, dan setiap kelompok memiliki pembagian tugas yang jelas, seperti ketua, juru tulis, dan juru bicara.

Kami saling mengingatkan satu sama lain untuk memastikan waktu pengerjaan berjalan dengan baik. Pada saat itu, saya berperan sebagai juru tulis yang bertugas mencatat hasil diskusi kelompok. Peran saya sebagai juru tulis sangat penting dalam mendukung kelancaran proses belajar kelompok.

Melalui peran ini, saya tidak hanya membantu mencatat hasil pembicaraan, tetapi juga belajar untuk menyaring informasi dan menyajikannya secara sistematis. Ini mengajarkan saya tentang pentingnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, karena dengan menjalankan peran yang diberikan, saya turut berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembelajaran kelompok.

Secara keseluruhan, hal ini juga mencerminkan pentingnya peran murid dalam pembelajaran, di mana setiap individu, meskipun dengan peran yang berbeda, berkontribusi untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam proses belajar bersama.

Peran Aktif Murid dalam Proses Pembelajaran

Ilustrasi peran murid dalam proses pembelajaran di sekolah. Foto: Pexels

Selain diskusi kelompok, murid memiliki peran lain dalam proses pembelajaran. Murid dapat berpartisipasi dalam eksperimen, penelitian mandiri, atau bahkan proyek-proyek yang memerlukan kerjasama. Berikut ini contoh lain dari peran murid dalam pembelajaran yang disadur melalui laman Positive Action Program:

1. Eksplorasi Pengetahuan

Murid memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan lebih jauh, baik melalui bacaan tambahan, penelitian mandiri, atau eksperimen. Dengan cara ini, murid dapat memperluas wawasan dan menemukan hal-hal baru yang dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan.

2. Penerapan Pengetahuan

Murid tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga diajak untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari atau dalam situasi nyata. Ini membantu murid untuk melihat relevansi materi pelajaran dengan pengalaman mereka di luar kelas dan mendorong mereka untuk menggunakan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas.

3. Berpikir Kritis

Murid dilibatkan dalam proses berpikir kritis yang membantu mereka mengembangkan kemampuan analitis dan evaluatif. Dengan mengajukan pertanyaan, menyusun argumen, dan menilai informasi yang ada, murid dapat memahami materi dengan lebih mendalam serta mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data dan bukti yang ada.

Baca juga: Contoh Tugas Aksi Nyata PMM, Topik Mengapa Kurikulum Perlu Berubah

(RK)