SOAP Keperawatan: Pengertian, Cara Penulisan, dan Contohnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SOAP adalah format yang digunakan dalam asuhan keperawatan untuk mendokumentasikan catatan perkembangan pasien. Format SOAP umumnya berfungsi untuk mempermudah perawat dalam memantau dan mengevaluasi kondisi pasien.
Dikutip dari Buku Ajar Manajemen Keperawatan dan Kepemimpinan oleh Herni Sulastien (2021: 70), SOAP merupakan singkatan dari Subjective, Objective, Analysis, dan Planning. Berikut penjelasannya:
Subjective (subjektif), yakni segala bentuk pernyataan atau keluhan dari pasien.
Objective (objektif), yakni data yang diobservasi dari hasil pemeriksaan oleh perawat atau tenaga kesehatan lain.
Analysis (analisis), yakni kesimpulan dari objektif dan subjektif.
Planning (perencanaan), yakni rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan analisis.
Penulisan evaluasi keperawatan dengan format SOAP adalah metode yang paling sering digunakan untuk pengkajian awal pasien. Agar lebih jelas memahami tentang SOAP, simak uraian lengkapnya di bawah ini.
SOAP Keperawatan
Seperti yang dijelaskan, SOAP terdiri atas empat bagian, yaitu subjektif, objektif, analisis, dan perencanaan. Berikut deskripsi kegiatan dan contoh penulisan SOAP keperawatan yang bisa dipahami.
1. Subjektif
Subjektif adalah data yang diperoleh perawat secara langsung dari pasien. Pada bagian ini, perawat dapat menuliskan keluhan pasien yang masih dirasakan setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Penulisan data subjektif tersebut dapat menggunakan tanda petik dua (") untuk menunjukkan kalimat langsung atau menggunakan kalimat tidak langsung dengan menuliskan "pasien mengatakan/mengeluh...".
Berikut contoh penulisan data subjektif pada SOAP:
S: "Nyeri di perut berkurang, kalau bergerak-gerak masih terasa nyeri."
S: Pasien mengeluh rasa nyeri di sekitar luka pada perut.
2. Objektif
Objektif adalah data berdasarkan hasil pengukuran atau hasil observasi perawat secara langsung kepada pasien dan yang dirasakan pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Dikutip dari Metodologi Proses Asuhan Keperawatan oleh Dwi Kartika Rukmi, dkk., (2022: 112), beberapa data dasar yang termasuk data objektif meliputi:
Penampilan pasien: pucat, kebiruan, edema, kurus, obesitas, kulit bersisik, napas melalui cuping hidung, dan lain-lain.
Observasi dasar: tanda-tanda vital, saturasi oksigen, terpasang oksigen, kesadaran, pupil mata, warna urine, warna dasar luka, dan lain-lain.
Balance cairan: balance negatif/positif, cairan intravena, urine keluar, muntah, dan lain-lain.
Hasil pemeriksaan lainnya, seperti hasil laboratorium terbaru yang signifikan atau abnormal dan hasil pemeriksaan fisik, seperti X-ray, CT-scan, dan lain-lain.
Berikut contoh penulisan data objektif pada SOAP:
O: Pasien tampak pucat, bibir kering, akral dingin, tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi napas 24x/menit, frekuensi nadi 100x/menit ireguler, GCS 15, edema ekstrimitas bawah, hasil lab Hb 8 mg/dl, urine keluar 350 cc kuning pekat.
3. Analisis
Analisis adalah hasil analisis keperawatan yang masih terjadi atau dapat dituliskan diagnosis baru yang terjadi akibat perubahan status kesehatan pasien yang telah teridentifiksasi datanya dalam data subjektif dan objektif.
Penulisan analisis pada SOAP dapat berupa masalah keperawatan teratasi atau masalah keperawatan belum teratasi.
Sebagai contoh, pasien dengan masalah keperawatan hipertermia. Setelah didapatkan data subjektf dan objektif, disimpulkan bahwa masalah ini teratasi, maka penulisannya:
A: Hipertermia teratasi.
Namun, apabila masalah hipertermia pada pasien belum teratasi, maka ditulis sebagai berikut:
A: Hipertermia tidak teratasi.
4. Perencanaan
Perencanaan adalah rencana yang dilakukan perawat terhadap masalah, apakah tindakan akan dilanjutkan, dihentikan, dimodifikasi, atau ditambahkan dari rencana tindakan keperawatan yang telah ditentukan sebelumnya. Berikut penjabarannya:
Tindakan yang perlu dilanjutkan adalah tindakan kompeten untuk menyelesaikan masalah pasien dan membutuhkan waktu untuk mencapai keberhasilannya.
Tindakan yang perlu dihentikan adalah tindakan yang telah menunjukkan hasil yang memuaskan dan tidak memerlukan tindakan ulang.
Tindakan yang perlu dimodifikasi adalah tindakan yang dirasa dapat membantu menyelesaikan masalah pasien, tetapi perlu ditingkatkan kualitasnya atau mempunyai alternatif pilihan lain yang diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.
Tindakan yang ditambahkan adalah tindakan yang dapat dilakukan bila timbul masalah baru atau rencana tindakan sebelumnya sudah tidak kompeten lagi untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Berikut contoh penulisan data perencanaan pada SOAP:
P: Rencana tindakan 1 dihentikan, rencana tindakan nomor 2-6 dilanjutkan.
Contoh SOAP Keperawatan
Setelah mengetahui bagian-bagian SOAP keperawatan di atas, berikut adalah contoh penulisan SOAP secara keseluruhan yang bisa dipahami.
Evaluasi SOAP
Diagnosis Keperawatan: Nyeri Akut
Tanggal/Jam: 7 Oktober 2022, pukul 14.00
Catatan Perkembangan:
S: Pasien mengatakan nyeri berkurang setelah diberikan pijatan terapi akupresur, pasien mengatakan lebih rileks, pasien mengatakan skala nyeri 3 (0-10).
O: Pasien tampak kooperatif, nyaman.
A: Nyeri akut teratasi.
P: Rencana tindakan 1-4 dihentikan, rencana nomor 5-6 dilanjutkan.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
SOAP singkatan dari apa?

SOAP singkatan dari apa?
SOAP merupakan singkatan dari Subjective, Objective, Analysis, dan Planning.
Apa fungsi SOAP dalam asuhan keperawatan?

Apa fungsi SOAP dalam asuhan keperawatan?
Format SOAP umumnya berfungsi untuk mempermudah perawat dalam memantau dan mengevaluasi kondisi pasien.
Apa yang dimaksud data subjektif pada SOAP?

Apa yang dimaksud data subjektif pada SOAP?
Subjektif adalah data yang diperoleh perawat secara langsung dari pasien. Perawat dapat menuliskan keluhan pasien yang masih dirasakan setelah dilakukan tindakan keperawatan.
