Spoiler One Piece Chapter 1197: Sanji Gunakan Conqueror's Haki?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usai jeda penerbitan selama sepekan, para Nakama sudah tak sabar menantikan kelanjutan cerita One Piece chapter 1197. Chapter terbaru ini dijadwalkan rilis pada Minggu, 1 November 2026.
One Piece chapter 1197 diprediksi masih berfokus pada pertarungan sengit di Elbaf, terutama duel Sanji melawan Killingham yang semakin intens. Perkembangan kekuatan Sanji dan tekadnya untuk melindungi Luffy juga menjadi bagian yang paling dinantikan dalam chapter terbaru ini.
Lantas, bagaimana kelanjutan pertarungan Sanji melawan Killingham dan apa yang akan terjadi selanjutnya di Elbaf? Yuk, simak spoiler One Piece chapter 1197 berikut ini!
Spoiler One Piece Chapter 1197
Dikutip dari unggahan Instagram @pewpiece dan laman Pirate Board, One Piece chapter 1197 berjudul “Love Is Defense”. Simak spoiler lengkap One Piece chapter 1197 berikut ini:
1. Sanji Merenungkan Masa Lalu dan Kondisi Tubuhnya
Chapter 1197 masih berfokus pada pertarungan Sanji melawan Saint Killingham. Di tengah pertarungan, Sanji berpikir tentang bagaimana tubuhnya telah membantunya melewati berbagai kesulitan. Ia pun mulai menyadari pentingnya menjaga dan melindungi tubuhnya sendiri.
Beberapa panel juga turut menampilkan kilas balik perjalanan hidup Sanji bersama sejumlah karakter penting, seperti Zeff, Reiju, dan saudara-saudaranya. Selama ini, Sanji sangat membenci kondisi fisik saudara-saudaranya yang sudah dimodifikasi dengan teknologi Germa. Ia bahkan lebih memilih mati daripada harus memiliki tubuh seperti mereka.
Selain itu, Sanji mengingat kembali musuh-musuh yang pernah dihadapinya sepanjang seri, di antaranya:
Mr. 2 Bon Clay
Jabra
Absalom
Wadatsumi
Vinsmoke Judge
Queen
2. Sanji Menyadari Batas Kemampuan Haki Persenjataan
Di tengah pertarungan, Sanji menyadari bahwa Haki Persenjataan atau Armament Haki tidak cukup untuk menghadapi lawan yang tangguh seperti Killingham. Ia merasa butuh kemampuan bertahan yang jauh lebih kuat.
Sanji pun terus melancarkan tendangan bertubi-tubi ke arah Killingham. Merasa terganggu, Killingham yang berada dalam wujud hibrida melapisi tubuhnya dengan "Omen" hingga membentuk zirah hitam, yang diketahui hanya bisa dihancurkan menggunakan Haki Raja atau Conqueror's Haki.
3. Sanji Memperlihatkan Jenis Api Baru
Sanji kemudian memperlihatkan kobaran api baru pada kakinya. Secara visual, api tersebut menyerupai Ifrit Jambe, tetapi kobarannya terlihat lebih murni dengan aura api yang lebih mengalir.
Ketika Killingham menyerang menggunakan tombak Longinus, Sanji berhasil menahan serangannya hingga ujung senjata tersebut hancur. Namun, besarnya kekuatan benturan membuat Sanji ikut terhempas ke tanah.
Sanji kemudian mengangkat kakinya untuk mengamati kobaran api yang muncul. Ia menyadari bahwa dirinya tidak merasakan sakit dan Haki Persenjataannya telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
Kekuatan tersebut membuat Sanji mampu menahan serangan lawan dengan sangat kuat. Ia bahkan merasa Haki itu dapat digunakannya untuk menghancurkan peluru.
4. Sanji Memilih Menjadi Perisai Luffy
Setelah kembali berdiri, Sanji bersiap menghadapi Killingham sambil memikirkan Luffy dan Zoro. Ia berharap Zoro dapat menjadi pedang bagi Luffy, sementara dirinya bertekad menjadi perisai yang melindungi sang kapten dari serangan musuh.
5. Sanji Menghancurkan Tombak Longinus dan Menghantam Killingham
Pertarungan semakin memanas saat kilatan petir hitam muncul, yang identik dengan Haki Raja. Sanji kemudian melancarkan tendangan berputar ke belakang yang diperkuat kobaran api baru dan Haki Raja.
Tendangan tersebut menghantam wajah Killingham secara langsung dan menimbulkan sejumlah kerusakan, seperti:
Batang tombak Longinus milik Killingham patah.
Helm Killingham hancur akibat hantaman Sanji.
Killingham terlihat memuntahkan darah setelah menerima serangan tersebut.
Baca Juga: Rahasia One Piece yang Terungkap dalam Cerita
(ANB)
