Strategi Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru bisa menerapkan pendekatan culturally responsive teaching untuk menciptakan pembelajaran berdiferensiasi. Culturally responsive teaching dikenal juga dengan sebutan pendidikan tanggap budaya.
Fokus utama pendekatan culturally responsive teaching adalah keterkaitan antara materi dengan dimensi sosial dan budaya. Hal ini karena budaya berperan besar dalam membentuk karakteristik dan pengalaman peserta didik.
Saat pengetahuan akademik dan keterampilan ada dalam pengalaman hidup siswa, pembelajaran akan lebih menarik dan bermakna. Hal tersebut juga dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
Tujuan Culturally Responsive
Dikutip dari modul Pendidikan Guru Berbasis Kebhinekaan Budaya di Indonesia oleh Al Mutsanna, culturally responsive atau pendidikan tanggap budaya merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi keberagaman siswa dengan mengeksplorasi kemampuan akademik dan psikososial.
Pembelajaran yang menggunakan pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga membantu siswa menerima dan memperkokoh identitas budayanya.
Berikut beberapa tujuan dalam pendidikan tanggap budaya:
Peserta didik mencapai kesuksesan akademis.
Peserta didik mampu mengembangkan dan memiliki kompetensi budaya (cultural competence).
Peserta didik membangun kesadaran kritis (critical consciousness) sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam merombak tatanan sosial yang tidak adil.
Cara Menerapkan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran
Menerapkan culturally responsive teaching bukanlah hal yang mudah. Namun, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan guru untuk mempermudah menumbuhkan lingkungan kelas yang lebih responsif terhadap budaya.
1. Kenali Peserta Didik
Setiap peserta didik mempunyai latar belakang budaya, sosial dan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru perlu melakukan observasi untuk mengenal siswa yang dididik.
Guru bisa bertanya tentang keluarga, budaya, minat, dan pengalaman mereka untuk bisa mengaitkannya dengan materi pelajaran.
2. Berikan Contoh Nyata
Dalam menerangkan pelajaran, guru bisa memberikan contoh-contoh dari kejadian nyata di kehidupan sehari-hari. Strategi ini akan membuat siswa lebih cepat memahami materi. Memberikan contoh nyata juga dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
3. Buat Kesepakatan Kelas
Dorong siswa untuk saling peduli dan bertanggung jawab di dalam dan di luar kelas. Buatlah kesepakatan kelas untuk membuat aturan atau rutinitas yang konsisten yang membantu siswa merasa dihargai serta bertanggung jawab satu sama lain.
4. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman
Pembelajaran culturally responsive teaching menekankan pada lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Lingkungan yang nyaman akan menciptakan semangat belajar dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Perlakukan semua siswa dengan sama tanpa membeda-bedakan.
Berikan pujian untuk siswa setiap kali berpartisipasi dalam diskusi.
Rancang pelajaran dengan mempertimbangkan siswa yang paling tertinggal.
Baca Juga: Daftar LPTK PPG Dalam Jabatan 2024, Kampus Mana Saja?
(GLW)
