Konten dari Pengguna

Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teks Cerita Sejarah. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teks Cerita Sejarah. Foto: Unsplash.

Teks cerita sejarah adalah sebuah naskah yang berisi tentang fakta dan kejadian masa lalu dengan memuat nilai sejarah. Teks tersebut tentunya dikemas dalam bentuk deskripsi peristiwa secara runtut.

Teks cerita sejarah dirangkum dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca tidak sulit menangkap isi dari peristiwa sejarah tersebut. Lewat teks cerita sejarah, catatan peristiwa dan manuskrip sejarah dikemas menjadi sebuah tulisan populer.

Untuk mempelajari sejarah, kita bisa dengan mudah menemui teks cerita sejarah pada ensiklopedia, buku, internet, majalah, surat kabar, serta tulisan yang ada di museum.

Berikut strukur dan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah.

Struktur Teks Cerita Sejarah

Di dalam menulis cerita sejarah, terdapat tiga struktur yang harus diperhatikan antara lain:

1. Orientasi

Di bagian orientasi pada umumnya berisi penjelasan singkat dari kejadian yang sedang diceritakan. Bagian ini sangat penting karena orientasi merupakan pondasi sebuah cerita. Bila bagian ini tidak jelas, maka bagian selanjutnya akan sulit dipahami.

2. Insiden/Urutan Kejadian

Di bagian ini berisi kronologi peristiwa sejarah yang berlangsung. Urutan kejadian juga menjadi bagian pokok dari cerita sejarah yang ditulis secara rinci sehingga pembaca lebih mudah untuk memahami peristiwa yang terjadi di masa lalu.

3. Reorientasi

Reorientasi adalah bagian akhir dalam teks cerita sejarah. Pada bagian ini berisikan komentar pribadi penulis tentang peristiwa yang sedang diceritakan.

Keberadaan reorientasi ini tidaklah baku, sehingga reorientasi bisa ada maupun tidak. Hal itu tentunya bergantung pada kehendak penulis.

Teks Cerita Sejarah. Foto: Unsplash.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang harus ada dalam sebuah teks cerita sejarah.

1. Memakai Pronomina

Pronomina atau kata ganti dipakai untuk menggantikan orang ataupun suatu benda. Penggunaan pronomina yang sering muncul adalah sebagai berikut:

  • Kata ganti orang pertama tunggal, contohnya: saya, beta, dan aku.

  • Kata ganti orang pertama jamak, contohnya: kita dan kami.

  • Kata ganti orang kedua tunggal, contohnya: kamu, kau, dan anda.

2. Memakai Frasa Adverbial

Frasa adverbial adalah kata yang menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa, waktu, serta tempat.

3. Memakai Verba Material

Verba material adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu kegiatan fisik. Contohnya seperti membaca, melempar, memotong, melawan, dan yang lainnya.

4. Memakai Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal atau juga dikenal dengan kata sambung waktu ini berfungsi untuk menata urutan peristiwa yang diceritakan. Contohnya adalah setelah, lalu, kemudian, dan lainnya.

5. Menggunakan Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah suatu kalimat yang terdiri dari dua kalimat atau lebih yang digabungkan menjadi satu kalimat.

(VIO)