Konten dari Pengguna

Struktur Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 SD

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 Foto: pexels

Fase A dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk pembelajaran siswa di Sekolah Dasar (SD). Modul ajar matematika fase A kelas 1 dibuat untuk menyesuaikan siswa dengan konsep-konsep dasar matematika.

Modul ajar fase A ini memegang peran penting dalam memperkenalkan cara berpikir logis, pemecahan masalah, serta kemampuan berhitung dasar dengan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami.

Modul ini harus dibuat guru sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar. Di bawah ini terdapat struktur modul ajar matematika fase A kelas 1 SD yang bisa dijadikan refrensi bagi guru.

Tujuan Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1

Ilustrasi Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 Foto: pexels

Menukil dari laman ditpsd.kemdikbud.go.id, modul ajar matematika fase A kelas 1 SD dirancang dengan beberapa tujuan, yaitu:

  1. Memecahkan soal penjumlahan bilangan 1-10.

  2. Mengenal bilangan dan simbol bilangan 1-10 berdasarkan kumpulan benda.

  3. Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20.

  4. Peserta didik mampu membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 20.

  5. Mendorong peserta didik untuk terbiasa mengamati, mengeksplorasi, dan memahami hubungan antar konsep matematika sederhana.

Struktur Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1

Ilustrasi Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 Foto: pexels

Menyadur dari buku berjudul Modul Ajar Mengenal Bilangan 1-10 Matematika, modul ajar matematika Fase A kelas 1 umumnya disusun dalam beberapa bagian inti yang mencakup berbagai topik dasar, yaitu:

1. Pengantar Konsep Angka dan Bilangan

Siswa diajak mengenali angka 1-10, memahami urutan bilangan, serta menghubungkan angka dengan benda nyata. Aktivitas seperti menghitung benda sehari-hari atau mengelompokkan benda sesuai jumlah menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan angka.

2. Penjumlahan dan Pengurangan Sederhana

Penjumlahan dan pengurangan diajarkan dengan menggunakan objek konkret seperti buah-buahan, mainan, atau gambar. Tujuannya agar siswa memahami konsep operasi dasar melalui pengalaman langsung.

3. Pengukuran Sederhana

Modul ajar matematika fase A kelas 1 memperkenalkan konsep pengukuran sederhana, seperti panjang dan berat. Siswa diajak mengukur benda dengan satuan tidak baku seperti pensil atau tangan untuk memberikan pemahaman awal tentang panjang dan ukuran.

4. Penggunaan Media dan Alat Bantu

Peserta didik diajak mengamati dan melingkari gambar benda/hewan yang jumlahnya 6 dan 7. Media pembelajaran seperti gambar, video, atau alat manipulatif seperti balok angka, kartu bilangan, dan puzzle matematika dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Evaluasi dan Asesmen

Ilustrasi Modul Ajar Matematika Fase A Kelas 1 Foto: pexels

Modul ini juga mencakup evaluasi dan asesmen untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Hal ini sejalan dengan apa yang ada di dalam buku panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah oleh Kemendikbud.

Asesmen sendiri adalah aktivitas yang menjadi kesatuan dalam proses pembelajaran. Asesmen dilakukan untuk mencari bukti ataupun dasar pertimbangan tentang ketercapaian tujuan pembelajaran.

Maka, guru perlu melakukan asesmen-asesmen sebagai berikut untuk membantu proses belajar siswa Sekolah Dasar:

  1. Asesmen formatif, yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar

  2. Asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran.

    Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan.

    Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang.

Baca Juga: Panduan Susunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Kelas 3 SD Semester 1

(SFN)