Sumber Energi Alternatif di Indonesia: Solusi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Energi alternatif adalah sumber energi yang dapat menggantikan bahan bakar fosil sekaligus menawarkan solusi berkelanjutan. Pemanfaatannya penting untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, batubara, dan gas, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Indonesia, dengan kekayaan alamnya, memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai sumber energi alternatif. Energi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan energi nasional dan membuka peluang ekonomi baru.
Untuk mengenal berbagai jenis sumber energi alternatif yang potensial dan pemanfaatannya di Indonesia, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Sumber Energi Alternatif di Indonesia
Indonesia memiliki beragam sumber energi alternatif yang jika dikelola dengan baik, memiliki potensi besar untuk menggantikan energi fosil.
Dikutip dari laman Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, berikut beberapa sumber energi alternatif beserta penerapannya di Tanah Air:
1. Biofuel
Biofuel atau bahan bakar hayati berasal dari bahan organik dalam bentuk padat, cair, atau gas. Sumbernya antara lain tanaman berkarbohidrat tinggi seperti tebu dan sorgum, serta tanaman berlemak tinggi seperti tanaman jarak, ganggang, dan kelapa sawit.
2. Biomassa
Biomassa memanfaatkan bahan biologis dari organisme hidup atau baru mati. Contohnya kayu bakar, limbah organik, dan alkohol. Di Indonesia, PLTBm Pulubala di Gorontalo menggunakan tongkol jagung sebagai bahan baku.
3. Panas Bumi (Geothermal)
Energi panas bumi berasal dari panas yang tersimpan di dalam bumi. Selain ramah lingkungan dan berkelanjutan, panas bumi cukup ekonomis, meski pemanfaatannya terbatas pada daerah sekitar lempeng tektonik.
Contoh PLTP di Indonesia antara lain Sibayak (Sumatera Utara), Salak (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah), dan Lahendong (Sulawesi Utara).
4. Energi Air
Energi air memanfaatkan energi potensial dan kinetik dari aliran air. Saat ini, sekitar 20% listrik dunia dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Di Indonesia, beberapa contoh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) antara lain Singkarak di Sumatera Barat, Gajah Mungkur di Jawa Tengah, Karangkates di Jawa Timur, Riam Kanan di Kalimantan Selatan, serta Larona di Sulawesi Selatan.
5. Energi Angin
Energi angin (bayu) dihasilkan melalui kincir angin yang mengubah energi angin menjadi listrik. Di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dapat ditemukan di Sidrap dan Jeneponto (Sulawesi Selatan), serta Tanah Laut (Kalimantan Selatan).
6. Energi Matahari (Surya)
Energi matahari berasal dari radiasi dan panas yang dipancarkan oleh matahari. Di Indonesia, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebar di berbagai wilayah, antara lain PLTS Likupang di Sulawesi Utara, PLTS Terapung Cirata dan PLTS Atap di Cikarang, Jawa Barat.
Baca Juga: kumparan GIC 2025 Dorong Keberlanjutan Energi Bersih, Kolaborasi Lintas Sektor
(ANB)
