Konten dari Pengguna

Sumber-sumber Dosa Jariyah, Dosa yang Paling Ditakuti Manusia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Freepik

Selain amal jariyah, di dalam ajaran Islam terdapat istilah dosa jariyah. Berbeda dengan dosa atau kesalahan yang sering diperbuat manusia semasa hidupnya, dosa jariyah ini cukup ditakuti oleh manusia. Apalagi jika semasa hidupnya kerap melakukan perbuatan maksiat.

Dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir, sekalipun orang tersebut telah meninggal dunia. Mengingat betapa bahayanya dosa jariyah ini, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya jangan sampai terjebak hingga melakukannya.

Pasalnya, dosa jariyah akan tetap dilimpahkan kepada orang tersebut, sekalipun dia tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiatnya. Betapa menyedihkannya nasib orang ini. Di saat semua orang membutuhkan pahala di alam barzah, ia justru mendapat kucuran dosa.

Lantas apa saja yang menjadi sumber dosa jariyah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ilustrasi Manusia. Foto: Pixabay

Sumber Dosa Jariyah

Rasulullah SAW telah memperingatkan sumber dosa jariyah kepada umat Muslim, di antaranya:

1. Mempelopori Perbuatan Maksiat

Mempelopori di sini adalah seseorang melakukan perbuatan maksiat itu di hadapan orang lain hingga banyak orang mengikutinya. Ini juga berlaku meski ia tidak mengajak orang lain secara langsung untuk mengikutinya.

Orang ini tidak mengajak sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan dosa seperti yang ia lakukan. Namun, orang ini melakukan maksiat di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya.

Dalam hadist dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Artinya: "Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka." (HR. Muslim).

2. Mengajak Melakukan Kesesatan dan Maksiat

Ini adalah seseorang yang mengajak lingkungan sekitarnya untuk berbuat maksiat, meskipun dirinya tidak melakukan maksiat tersebut. Mereka adalah juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan. Allah berfirman di dalam Surat An Nahl ayat 25 yang berbunyi:

• لِيَحْمِلُوْٓا اَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۙوَمِنْ اَوْزَارِ الَّذِيْنَ يُضِلُّوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْنَ ࣖ

Artinya: "(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu."

Firman Allah SWT tersebut menjelaskan bahwa pelaku maksiat dan kesesatan akan menanggung dosa kekufurannya, ditambah dosa setiap orang yang mereka sesatkan.

Sepanjang masih ada manusia yang mengikuti pelopor kemaksiatan dan penghasut pemikiran menyimpang, selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun ia telah terkubur tanah. Merekalah para pemilik dosa jariyah.

(VIO)