News
·
23 Februari 2021 13:38

Surat Al-Isra Ayat 23, Perintah untuk Berbakti Kepada Kedua Orangtua

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Surat Al-Isra Ayat 23, Perintah untuk Berbakti Kepada Kedua Orangtua (14469)
Ilustrasi Surat Al-Isra ayat 23. Foto: pixabay
Surat Al-Isra ayat 23 adalah ayat Alquran yang menjelaskan tentang kewajiban berbakti kepada orangtua. Ayat ini juga menjelaskan tentang ketentuan dan sopan santun yang harus diperhatikan anak kepada kedua orangtuanya.
ADVERTISEMENT
Surat Al-Isra terdiri dari 111 ayat dan merupakan surat ke-13 dalam kitab suci Alquran. Surat ini tergolong ke dalam surat Makkiyah karena diturunkan di Mekkah.
Secara bahasa, kata Al-Isra (الإسرا) memiliki arti perjalanan malam. Dinamakan demikian karena dalam surat ini dikisahkan peristiwa perjalanan Isra Mi'raj yang dilakukan Rasulullah pada malam hari.
Bagaimana bacaan Surat Al-Isra ayat 23? Dan apa isi kandungannya?

Surat Al-Isra ayat 23 dan Artinya

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا‌ ؕ اِمَّا يَـبۡلُغَنَّ عِنۡدَكَ الۡكِبَرَ اَحَدُهُمَاۤ اَوۡ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيۡمًا‏
Wa qadaa Rabbuka allaa ta'buduuu illaaa iyyaahu wa bilwaalidaini ihsaanaa; immaa yablughanna 'indakal kibara ahaduhumaaa aw kilaahumaa falaa taqul lahumaaa uffinw wa laa tanharhumaa wa qullahumaa qawlan kariimaa
ADVERTISEMENT
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Surat Al-Isra Ayat 23, Perintah untuk Berbakti Kepada Kedua Orangtua (14470)
Ilustrasi Surat Al-Isra ayat 23. Foto: pixabay

Isi Kandungan Surat Al-Isra ayat 23

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk tidak menyembah selain kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Seorang Muslim hendaknya mengingat kebaikan ibu bapak mereka. Mengetahui betapa berat penderitaannya, betapa sulit pengorbanannya, dan betapa melelahkannya mengasuh anak-anak mereka.
Mengutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA., ada keutamaan besar jika seorang Muslim berbakti kepada kedua orangtuanya, yaitu:
ADVERTISEMENT
  1. Mendapatkan Pengampunan atas Dosa-dosanya
Diriwayatkan bahwa suatu hari seorang lelaki dengan hati yang hancur dan sedih, datang menemui Rasulullah. Kepada beliau, lelaki itu bertanya, "Wahai Nabi Allah, Sesungguhnya saya telah melakukan dosa besar, masih adakah kesempatan bagi saya untuk bertaubat?" Beliau bertanya, "Wahai fulan. Masihkah Anda memiliki Ibu?" Lelaki itu menjawab. "Tidak". Beliau bertanya lagi, "Apakah engkau mempunyai bibi (saudara perempuan dari ibu)?" Lelaki itu menjawab, "Ya". Beliau pun bersabda, "Kalau begitu, berbaktilah engkau kepadanya, karena bibi mempunyai posisi yang sama dengan ibu." (HR. At- Tirmidzi)
  1. Menjadi Penebus Dosa-dosa Besar
Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Umar ibn Al-Khattab, seraya berkata, "Wahai Umar, sebenarnya saya telah membunuh seseorang." Umar pun berkata,"Celakalah engkau. Engkau membunuh tidak sengaja atau sengaja?" Lelaki itu menjawab, "Tidak sengaja". Umar pun berkata, "Apakah masih ada di antara kedua orangtuamu yang masih hidup?" Lelaki itu menjawab, "Ya". "Siapa?" tanya Umar. Lelaki itu menjawab. "Ayahku." Umar pun mengatakan, "Kalau begitu, pergilah! Berbaktilah kepada ayahmu."Setelah lelaki itu pergi dari hadapannya, Umar pun berkata,"Demi Allah, yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, seandainya orangtuanya yang masih hidup itu adalah ibunya, lalu ia mau berbakti dan berkonsultasi dengan baik, niscaya saya berharap bahwa api neraka tidak akan pernah memeriksa dirinya untuk selama-lamanya. Tapi faktanya tidak seperti itu, maka biarlah Allah yang menentukan hal yang terbaik untuk dirinya." (HR. Al-Baihaqi)
ADVERTISEMENT
  1. Mendapatkan Ridho Allah SWT
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {رِضَا الرَّبِّ فِيْ رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ اللهِ فِيْ سَخَطِ الْوَالِدِ}
Nabi SAW bersabda, “Ridha Tuhan itu di dalam ridhanya orang tua, dan ketidak ridhaan Allah itu di dalam ketidak ridhaan orang tua.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim dan Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Amr RA.
(MSD)

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white