Konten dari Pengguna

Surat Al Mulk Ayat 14: Isyarat Allah untuk Kaum Musyrikin

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Unsplash

Allah telah memberikan isyarat kepada kaum musyrikin dalam surat Al Mulk ayat 14, bahwasannya Dia yang telah menciptakan manusia dengan sifat-sifat tertentu serta yang mengetahui hakikat dan rincian segala sesuatu.

Melansir Tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia, melalui ayat ini Allah seakan-akan memperingatkan orang musyrik yang tidak percaya akan luas dan detil pengetahuan-Nya. Tuhan Maha Mengetahui segala isi langit dan bumi betapa pun kecilnya, betapa pun jauh disembunyikan, serta mengetahui perkataan-perkataan yang dirahasiakan.

Sesungguhnya pengetahuan Allah dapat menembus dinding yang sangat tebal dan kokoh serta sesuatu yang letaknya paling tersembunyi sekalipun. Seandainya orang-orang kafir mau menggunakan akalnya, tentu ia akan berpendapat bahwa yang menciptakan seluruh alam ini, termasuk di dalam bumi dengan segala isinya, adalah Allah.

Selain itu, Sang Pencipta juga sudah pasti mengetahui keadaan dan sifat-sifat dari ciptaan-Nya, baik yang kecil maupun yang besar dengan rinci. Allah SWT berfirman:

اَلَا یَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ ؕ وَ ہُوَ اللَّطِیۡفُ الۡخَبِیۡرُ

Artinya: “Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS. Al Mulk: 14)

Surat Al Mulk Ayat 14

Alquran. Foto: Unsplash

Pada surat Al Mulk ayat 14 ini terdapat dua sifat Allah, yaitu Al Khobiir dan Al Lathiif. Berikut ini makna dari Al Khobiir dan Al Lathiif yang dilansir dari buku Rahasia Agung Asmaul Husna: Metode Efektif dan Terbukti Agar Doa Terkabul oleh Salahuddin Abbas.

  • Makna Al Khobiir

Al Khobiir maknanya adalah Yang Maha Mengetahui secara detail dan terperinci. Penjelasan Al Khobiir ini juga Allah sebutkan dalam firman-Nya yang lain, di antaranya dalam surat Al Hasyr ayat 18 dan Al Isra ayat 17 yang artinya:

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al Hasyr: 18).

Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hambaNya,” (QS. Al Isra: 17).

Maksud surat Al Hasyr ayat 18 adalah Allah mengetahui segala amal perbuatan seseorang. Mulai dari bagaimana proses, latar belakang, dan apa yang terjadi setelah amal tersebut dikerjakan.

Sedangkan pada surat Al Isra ayat 17, disebutkan jika Allah mengetahui dosa manusia secara detail. Allah bahkan mengetahui pandangan mata manusia dan yang tersembunyi di dalam dadanya.

  • Makna Al Lathiif

Kata Al Lathiif secara bahasa adalah Allah Maha Lembut. Ada dua makna Al Lathiif menurut Ibnu Qayyim, yaitu:

  1. Maknanya seperti Al Khobiir yaitu Allah Mengetahui Perkara-perkara Detail.

  2. Allah menyampaikan kepada hamba-hamba-Nya kemaslahatan-kemaslahatan tanpa disadari oleh mereka.

Pada makna poin kedua, Salahuddin Abbas memberikan contoh dari surat Yusuf ayat 100 mengenai perkataan Nabi Yusuf AS kepada ayahnya, Nabi Ya’qub AS, setelah mereka berpisah dalam waktu yang cukup lama. Allah berfirman yang artinya:

Dan dia (Yusuf) berkata, “Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah syaitan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sungguh, Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Yusuf: 100).

Semua yang dialami oleh Nabi Yusuf adalah hal yang tidak disadarinya. Sebab, Allah telah mengatur semuanya sedemikian rupa, dan menjadikan kisah yang indah pada akhirnya. Oleh karena itu, Nabi Yusuf berkata, “Sungguh, Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki."

Kisah Nabi Yusuf di atas merupakan contoh bahwa Allah bisa mengangkat derajat seseorang tanpa dia sadari melalui berbagai rangkaian takdir-Nya.

Demikian juga, Allah juga mampu menghancurkan derajat seseorang tanpa dia sadari. Sebagaimana kisah Fir’aun di mana Allah hadirkan Nabi Musa AS untuk menghancurkan kerajaan dan kesombongannya.

(NDA).