Surat Ali Imran Ayat 97: Perintah untuk Menjalankan Ibadah Haji bagi Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Ali Imran ayat 97 berisi perintah Allah SWT kepada umat Muslim untuk melaksanakan ibadah haji. Ayat ini turun di Madinah saat terjadinya perang Uhud yaitu pada tahun ketiga Hijriyah.
Melansir buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono, ibadah haji adalah kunjungan ke Baitullah (kakbah) di Mekah dan merupakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji dapat dilaksankan pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah dengan amalan-amalan yang telah ditentukan oleh syara. Sebagaimana Allah berfirman:
فِيۡهِ اٰيٰتٌ ۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبۡرٰهِيۡمَۚ وَمَنۡ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ؕ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الۡبَيۡتِ مَنِ اسۡتَطَاعَ اِلَيۡهِ سَبِيۡلًا ؕ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Artinya: “Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97).
Ayat di atas mengandung perintah kepada umat Muslim yang telah mampu agar melaksanakan ibadah haji. Maksud kata mampu di sini adalah mempunyai biaya, badan yang sehat, pengetahuan tentang manasik haji, dan bekal untuk ditinggalkan kepada keluarganya di rumah. Dan bila seseorang yang mampu itu tidak melaksanakannya, maka akan mendapat dosa.
Tafsir Surat Ali Imran Ayat 97
Syaikh Abdurrahman menerangkan dalam Tafsir as-Sa'di, bahwa Allah memberitakan melalui surat Ali Imran ayat 97 tentang keagungan Baitul Al-Haram yang merupakan rumah pertama Allah di bumi dan berfungsi sebagai pusat kiblat untuk beribadah kepadanya serta menegakan dzikr kepada-Nya. Di dalamnya juga ada berbagai bentuk keberkahan, hidayah, kemaslahatan, dan manfaat yang begitu besar bagi alam semesta.
Di sana juga ada tanda-tanda yang jelas berupa makam para nabi dan rasul serta pemimpin umat Islam. Selain itu, juga ada ketenangan bagi siapa saja yang memasukinya. Mereka akan merasa aman lagi tentram, serta beriman secara syariat maupun agama.
Mengutip Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia, diterangkan pula dalam ayat di atas bahwa salah satu kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke baitullah. Khususnya bagi orang-orang Islam yang sudah akil balig dan mampu mengadakan perjalanan ke sana.
Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka dia adalah kafir karena tidak percaya pada ajaran Islam. Ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) apapun dari seluruh alam, baik yang taat dan menjalankan ibadah haji, yang durhaka, maupun yang kafir. Dan Allah akan membalas keburukan dari perbuatan kalian kelak di neraka.
(NDA)
