Konten dari Pengguna

Surat An Naba: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Kandungannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran Foto: the dancing rain on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Alquran Foto: the dancing rain on Unsplash

Surat An Naba merupakan surat yang diturunkan di kota Makkah atau termasuk ke dalam surat Makkiyah. Surat An Naba adalah surat ke-78 dalam Alquran dan berjumlah 40 ayat.

An Naba artinya berita besar yang diambil dari kata 'An Naba' pada ayat ke-2 dalam surat ini. Mengutip buku 1000 Tanya Jawab Tentang Islam (1995) Oleh Muhammad Ibrahim al- Mishri, Surat An Naba memiliki nama lain yaitu, ‘Amma, at-Tasa'ul dan al-Mu'shidzat.

Bacaan Arab Surat An Naba, Latin dan Artinya

Berikut bacaan Arab Surat An Naba, lengkap latin beserta artinya.

عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ

1. 'amma yatasā`alụn

Artinya: Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ

2. 'anin-naba`il-'aẓīm

Artinya: Tentang berita yang besar (hari kebangkitan),

الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ

3. allażī hum fīhi mukhtalifụn

Artinya: yang dalam hal itu mereka berselisih.

كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ

4. kallā saya'lamụn

Artinya: Tidak! Kelak mereka akan mengetahui,

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ

5. ṡumma kallā saya'lamụn

Artinya: sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui.

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ

6. a lam naj'alil-arḍa mihādā

Artinya: Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan,

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ

7. wal-jibāla autādā

Artinya: dan gunung-gunung sebagai pasak?

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ

8. wa khalaqnākum azwājā

Artinya: Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan,

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ

9. wa ja'alnā naumakum subātā

Artinya: dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat,

وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ

10. wa ja'alnal-laila libāsā

Artinya: dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian,

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ

11. wa ja'alnan-nahāra ma'āsyā

Artinya: dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ

12. wa banainā fauqakum sab'an syidādā

Artinya: dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ

13. wa ja'alnā sirājaw wahhājā

Artinya: dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ

14. wa anzalnā minal-mu'ṣirāti mā`an ṡajjājā

Artinya: dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ

15. linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā

Artinya: untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ

16. wa jannātin alfāfā

Artinya: dan kebun-kebun yang rindang.

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ

17. inna yaumal-faṣli kāna mīqātā

Artinya: Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ

18 yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa ta`tụna afwājā

Artinya: (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ

19. wa futiḥatis-samā`u fa kānat abwābā

Artinya: dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ

20. wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā

Artinya: dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.

اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ

21. inna jahannama kānat mirṣādā

Artinya: Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka),

لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ

22. liṭ-ṭāgīna ma`ābā

Artinya: menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.

لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ

23. lābiṡīna fīhā aḥqābā

Artinya: Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama,

لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ

24. lā yażụqụna fīhā bardaw wa lā syarābā

Artinya: mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ

25. illā ḥamīmaw wa gassāqā

Artinya: selain air yang mendidih dan nanah,

جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ

26. jazā`aw wifāqā

Artinya: sebagai pembalasan yang setimpal.

اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ

27. innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā

Artinya: Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.

وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ

28. wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā

Artinya: Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.

وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ

29. wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā

Artinya: Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا

30. fa żụqụ fa lan nazīdakum illā 'ażābā

Artinya: Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab.

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ

31. inna lil-muttaqīna mafāzā

Artinya: Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ

32. ḥadā`iqa wa a'nābā

Artinya: (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ

33. wa kawā'iba atrābā

Artinya: dan gadis-gadis montok yang sebaya,

وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ

34. wa ka`san dihāqā

Artinya: dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا

35. lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā

Artinya: Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.

جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ

36. jazā`am mir rabbika 'aṭā`an ḥisābā

Artinya: Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,

رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ

37. rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikụna min-hu khiṭābā

Artinya: Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia.

يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا

38. yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā

Artinya: Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.

ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا

39. żālikal-yaumul-ḥaqq, fa man syā`attakhaża ilā rabbihī ma`ābā

Artinya: Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا

40. innā anżarnākum 'ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”

Kandungan Surat An Naba

Dalam buku Tafsir An-Nur Jilid 04 oleh Prof. Dr. Teungku Muhammad Hassbi ash-Shiddieqy, Surat An Naba membahas mengenai hari bangkit dan sebuah kenyataan-kenyataan kodrat Allah yang Maha Agung.

Selain itu, kandungan Surat An Naba dalam Alquran menggambarkan keadaan mereka pada hari kiamat, dan keadaan para mukmin serta orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari bangkit. Bagian penting dalam Surat An Naba juga menjelaskan mengenai huru-hara kiamat dan peringatan kepada manusia terhadap azabnya.

Dalam buku Tafsir Ibnu Katsir (2005), Surat An Naba pada ayat 1-16, menjelaskan mengenai Kekuasaan Allah dalam menciptakan alam dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya sebagai bukti kekuasaan-Nya membangkitkan manusia.

Dilanjutkan pada ayat 17-30, menjelaskan mengenai kehebatan hari berbangkit, balasan terhadap orang yang durhaka. Pada ayat 31-36, menjelaskan mengenai balasan terhadap orang yang bertakwa. Dan terakhir pada ayat 37-40 menjelaskan mengenai kesempurnaan kekuasaan Allah dan perintah agar manusia memilih jalan yang benar menuju Rabb-nya.

(PDN)