Surat yang Terdapat dalam Juz 3 Alquran beserta Isi Kandungannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai pedoman bagi umat Muslim, Alquran berisi 30 juz dan 114 surat yang terdiri dari 6.236 ayat. Pada Juz pertama Alquran tercantum surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah ayat 1-141. Sementara pada juz 2 hanya berisi surat Al-Baqarah ayat 142-252.
Dilansir dari laman Learn Religions, pada juz 1 Alquran membahas mengenai hubungan manusia dan Allah SWT dalam beribadah, situasi umat manusia dalam hubungan dengan Allah, juga memuat kisah penciptaan manusia. Sedangkan juz 2 Alquran membahas tentang keberadaan Tuhan, tidak adanya paksaan dalam beragama, serta pesan para Nabi dan utusan sebelumnya.
Setelah mengetahui surat dan makna yang tercantum dalam juz 1 dan 2 Alquran, selanjutnya adalah memahami makna yang terkandung dalam juz 3.
Lantas, di dalam juz 3 surat apa saja yang tercantum dan bagaimana maknanya? Berikut adalah pemaparannya.
Juz 3 Surat Apa?
Dilansir dari Al-Qur’an Tajwid Warna, Terjemah Indonesia (Plus transliterasi Latin) yang diterbitkan oleh Penerbit Shahih, dalam Alquran juz 3 surat yang tercantum adalah surat Al-Baqarah ayat 253 hingga surat Ali-Imran ayat 91.
Seperti pada juz sebelumya, surat-surat yang tercantum dalam juz 3 ini juga berisi makna dan pesan bagi umat Muslim. Rosidin menuliskan dalam bukunya Ramadhan Bersama Nabi: Tafsir dan Hadis Tematik di Bulan Suci, makna surat dalam juz 3 ialah sebagai berikut:
1. Beriman kepada Kitab Suci
Pada juz 3, tepatnya surat Ali-Imran [3] ayat 3 secara tegas dijelaskan mengenai tiga kitab suci yakni Alquran, Taurat, dan Injil. Sedangkan kitab Zabur adalah kitab suci yang memuat pujian kepada Allah SWT (dijelaskan dalam surat An-Nisa [4]: 163).
Kemudian secara khusus, surat Ali-Imran [3] ayat 7 menjelaskan tentang dua kategori ayat Alquran, yakni ayat-ayat muhkamat (yang maknanya dapat diketahui oleh manusia) dan ayat mutasyabbihat (yang maknanya hanya diketahui oleh Allah SWT). Contoh dari ayat mustasyabbihat adalah makna alif, lam, dan mim yang menjadi awalan dari surat Ali-Imran.
2. Iman kepada Rasul
Sejak awal, juz 3 menyatakan bahwa para rasul memiliki perbedaan tingkat di sisi Allah SWT, seperti pada kisah Nabi Musa AS yang pernah berdialog dengan Allah SWT. Juga, Nabi Isa AS yang dilahirkan tanpa seorang ayah (dijelaskan dalam surat Al-Baqarah [2]: 253).
Selain itu, nama Nabi Muhammad SAW selalu disandingkan dengan nama Allah SWT, bahkan siapa pun yang mencintai Allah SWT maka wajib untuk mengikuti ajaran-ajaran yang telah beliau lakukan (QS. Ali-Imran [3]: 31). Selanjutnya di dalam juz 3 juga membahas mengenai seorang Nabi dan Rasul yang belum familiar, seperti Nabi Uzair AS (QS. Al-Baqarah [2]: 259).
3. Iman kepada Hari Akhir
Keistimewaan juz 3 adalah memuat ayat Alquran yang terakhir kali diturunkan, yakni surat Al-Baqarah [2] ayat 281, yang berbunyi:
وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Artinya: “Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)..” (QS. Al-Baqarah [2]: 281)
Ayat ini secara lugas menyatakan bahwa hari akhir merupakan hari pembalasan atas setiap amal perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama hidup di dunia.
4. Iman kepada Qadha dan Qadar
Meskipun tidak disebutkan secara tersurat, juz 3 dalam Alquran memuat pembahasan mengenai iman kepada qada dan qadar. Di antaranya adalah Allah SWT menjadikan umat manusia ke dalam dua kategori yakni, iman dan kafir (QS. Al-Baqarah [2]: 253), serta menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkannya di barat (QS. Al-Baqarah [2]: 258)
(IMR)
