Konten dari Pengguna

Susunan Organisasi BPUPKI dan PPKI serta Perannya dalam Kemerdekaan Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana saat Sidang BPUPKI (Foto: belajar.kemendikbud.go.id)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana saat Sidang BPUPKI (Foto: belajar.kemendikbud.go.id)

BPUPKI dan PPKI menjadi organisasi penting yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia. Organisasi tersebut merumuskan banyak hal yang diperlukan sebuah negara baru, mulai dari dasar negara hingga kebutuhan kelembagaan negara.

Masing-masing dari organisasi tersebut memiliki perannya sendiri, namun dengan mempunyai tujuan yang sama, yakni menyiapkan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI dan PPKI merupakan organisasi bentukan Jepang yang bertugas mengawasi dan menyiapkan perumusan kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI sendiri dibentuk pada 1 Maret 1945 dengan menjalani dua kali sidang. Sidang pertama BPUPKI untuk persiapan kemerdekaan Indonesia dilakukan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 yang melahirkan dasar negara Pancasila.

Presiden Sukarno saat Sidang BPUPKI (Foto: belajar.kemendikbud.go.id)

Lalu, BPUPKI menggelar sidang keduanya pada 10 Juli hingga 17 Juli 1945 dan membahas bentuk negara, rancangan UUD, hingga pendidikan. Berikut daftar nama anggota BPUPKI pertama.

  • Ketua: KRT Radjiman Wedyodiningrat

  • Wakil Ketua: Ichibangase Yosio dan Raden Pandji Soeroso

Anggota:

  • Soekarno

  • Mohammad Hatta

  • Ki Hajar Dewantara

  • Raden Suleiman Effendi Kusumaatmaja

  • Samsi Sastrawidagda

  • Sukiman Wiryosanjoyo

  • Kanjeng Raden Mas Hario Sosrodiningrat

  • KH A Ahmad Sanusi

  • KH Wahid Hasyim

  • H Agus Salim

  • Raden Ashar Sutejo Munandar

  • Abdul Kahar Muzakir

  • Raden Mas Panji Surahman Cokroadisuryo

  • Raden Ruseno Suryohadikusumo

  • KH Abdul Halim Majalengka (Muhammad Syatari)

  • KRMT Ario Wuryaningrat

  • Ki Bagus Hadikusumo

  • KH Mas Mansoer

  • KH Masjkur

  • Agus Muhsin Dasaad

  • Liem Koen Hian

  • Mas Aris

  • Mas Sutarjo Kartohadikusumo

  • AA Maramis

  • Kanjeng Raden Mas Tumenggung Wongsonagoro

  • Mas Susanto Tirtoprojo

  • Mohammad Yamin

  • Raden Ahmad Subarjo

  • Raden Hindromartono

  • AR Baswedan

  • Raden Mas Sartono

  • Raden Panji Singgih

  • Raden Syamsudin

  • Raden Suwandi

  • Raden Sastromulyono

  • Yohanes Latuharhary

  • Raden Ayu Maria Ulfah Santoso

  • Raden Nganten Siti Sukaptinah Sunaryo Mangunpuspito

  • Oey Tiang Tjoei

  • Oey Tjong Hauw

  • Bandoro Pangeran Hario Purubojo

  • PF Dahler

  • Parada Harahap

  • Soepomo

  • Pangeran Ario Husein Jayadiningrat

  • Raden Jenal Asikin Wijaya Kusuma

  • Raden Abdul Kadir

  • Raden Abdulrahim Pratalykrama

  • Raden Abikusno Cokrosuyoso

  • RAA Purbonegoro Sumitro Kolopaking

  • Raden Adipati Wiranatakoesoema V

  • Raden Mas Margono Joyohadikusumo

  • RMTA Suryo

  • R Otto Iskandardinata

  • Raden Panji Suroso

  • Raden Ruslan Wongsokusumo

  • Raden Sudirman

  • Raden Sukarjo Wiryopranoto

  • Raden Buntaran Martoatmojo

  • Bendoro Pangeran Hario Bintoro

  • KRT Rajiman Wedyodiningrat

  • Tan Eng Hoa

  • Itibangase Yosio

  • Matuura Mitukiyo

  • Miyano Syoozoo

  • Tanaka Minoru

  • Tokonami Tokuzi

  • Itagaki Masumitu

  • Masuda Toyohiko

  • Ide Teitiroo

Pada sidang kedua BPUPKI, kenggotaannya berubah lantaran pemerintah Jepang menambahkan enam anggota biasa dari Indonesia. Hal ini membuat jumlah anggota BPUPKI menjadi 69 orang Indonesia dan sembilan orang Jepang. Berikut tambahannya:

  • Abdul Kaffar

  • BKPA Suryohamijoyo

  • KH Abdul Fatah Hasan

  • Raden Asikin Natanegara

  • Mas Besar Martokusumo

  • Pangeran Mohammad Nur

Sementara untuk organisasi PPKI dibentuk pada 7 Agustus 1945 oleh para petinggi bangsa Indonesia. Mereka mengadakan sidang setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia sebanyak tiga kali pada 8, 19, dan 22 Agustus 1945. Adapun peran dari PPKI adalah:

  • Sidang I, Sabtu, 18 Agustus 1945: Menentukan dasar negara dan pemimpin negara

  • Sidang II, Minggu 19 Agustus 1945: Menyusun pemerintahan pusat dan daerah

  • Sidang III, 22 Agustus 1945: Merancang lembaga tinggi kelengkapan negara

Anggota PPKI terdiri dari 21 orang Indonesia dan jumlahnya bertambah enam orang tanpa sepengatahuan Jepang. Sebagian anggota PPKI merupakan bagian dari panitia BPUPKI yang susunan anggotanya sebagai berikut.

  • Ir. Soekarno

  • Drs. Mohammad Hatta

  • Dr. Radjiman Wediodiningrat

  • Otto Iskandar Di Nata

  • K.H. Wahid Hasyim

  • Ki Bagus Hadikusumo

  • Surjahamidjojo

  • M. Soetarjo Kartohadikusumo

  • R. Panji Soeroso

  • Dr. Soepomo

  • Abdul Kadir

  • B.P.H. Puroboyo

  • Dr. Amir

  • Teuku Mohammad Hasan

  • Mr. Abdul Abbas

  • A.H. Hamidan

  • I Gusti Ketut Pudja

  • Mr. J. Latunharhary

  • Dr. G.S.S.J. Ratulangie

  • Andi Pangeran

  • Dr. Yap Twan Bing

  • R.A.A. Wiranatakusuma

  • Ki Hajar Dewantara

  • Mr. Kasman Singodimedjo

  • Sayuti Melik

  • Iwa Kusuma Sumantri

  • Mr. Achmad Soebardjo

(DNA)