Konten dari Pengguna

Susunan Panitia Qurban Idul Adha 2025 beserta Penugasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pelaksanaan Qurban Idul Adha. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelaksanaan Qurban Idul Adha. Foto: Unsplash

Hari Raya Idul Adha akan tiba sebentar lagi, yakni pada 6 Juni 2025. Jelang peringatannya, ada banyak persiapan yang dilakukan umat Muslim, salah satunya membentuk susunan panitia Qurban.

Ini krusial karena dapat memengaruhi proses penyembelihan hewan qurban menjadi lebih efisien dan terarah. Panitia bertugas menyukseskan prosesinya, mulai dari mempersiapkan hewan qurban hingga mendistribusikan dagingnya ke masyarakat.

Biasanya, panitia akan dibentuk ulang setiap tahun agar relevan dengan kebutuhan acara. Bagaimana susunan panitia yang tepat untuk pelaksanaan Qurban Idul Adha? Yuk, simak pembahasannya di bawah ini!

Susunan Panitia Qurban Idul Adha 2025

Ilustrasi pelaksanaan Qurban Idul Adha. Foto: Unsplash

Idul Adha merupakan hari besar bagi umat Muslim. Hari istimewa ini dirayakan untuk memperingati peristiwa ketika Nabi Ibrahim mengorbankan putranya untuk disembelih sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT.

Mengutip laman Kementerian Agama, Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dan dilanjutkan pada tiga hari tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Apabila mengacu pada sistem penanggalan kalender hijriah yang diterbitkan oleh Kemenag, 1 Zulhijah jatuh pada tanggal 28 Mei 2025. Artinya, Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H diperingati Jumat, 6 Juni 2025.

Agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar, tentu dibutuhkan peran panitia qurban yang bertugas mengatur seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pencatatan hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging kepada masyarakat yang berhak.

Menurut buku Manajemen Masjid: Panduan Pemberdayaan Fungsi-Fungsi Masjid, Firman Nugraha (2016), pembentukan panitia dalam setiap perayaan Hari Besar Islam (HBI) sangat penting. Tujuannya untuk melembagakan suatu kegiatan dan memastikan semua unsur masyarakat ikut terlibat.

Susunan panitia kurban biasanya terdiri dari berbagai posisi utama seperti penanggung jawab, penasehat, ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Selain itu, panitia juga membentuk sejumlah seksi teknis seperti penyembelihan hewan, distribusi daging, hingga seksi umum yang menangani konsumsi dan kebersihan.

Struktur ini bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi serta jumlah panitia yang tersedia di lapangan. Berikut contoh struktur panitia kurban Idul Adha yang lazim digunakan:

  • Penanggung Jawab: Biasanya dipegang oleh pengurus inti masjid atau tokoh masyarakat.

  • Penasehat: Posisi ini diisi oleh tokoh agama atau pejabat setempat yang bisa memberikan arahan umum kepada seluruh panitia.

  • Ketua dan Wakil Ketua: Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan kurban dan pengambilan keputusan.

  • Sekretaris: Mengatur administrasi dan dokumentasi kegiatan.

  • Bendahara: Mengelola dana yang masuk dan keluar selama pelaksanaan kurban.

  • Seksi Teknis Penyembelihan:

    Penyembelih hewan kurban

    Petugas teknik penyembelihan

    Petugas pemisah daging dan tulang

    Petugas pengolah jeroan

    Petugas pencacah tulang

  • Seksi Distribusi Daging:

    Petugas penimbang daging

    Petugas pengantar daging ke penerima manfaat

  • Seksi Umum:

    Bagian perlengkapan

    Bagian konsumsi

    Petugas kebersihan area penyembelihan

    Dokumentasi untuk laporan dan publikasi

Baca juga: Tata Cara Qurban Idul Adha Sesuai Syariat Islam agar Amalan Sah

Ilustrasi pelaksanaan Qurban Idul Adha. Foto: Unsplash

Tentu, susunan panitia Qurban Idul Adha 2025 bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Seksi teknis, distribusi, dan umum biasanya diisi dengan beberapa orang sekaligus agar prosesnya berjalan cepat dan efisien.

Selain membentuk kepanitiaan, warga juga harus berunding untuk menentukan lokasi penyembelihan, pemotongan, dan pembagian daging. Pastikan seluruh pelaksanaannya dijalankan sesuai syariat Islam.

(SLT)