Su’ul Khotimah: Pengertian, Penyebab, dan Tanda-tandanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meninggal dalam keadaan husnul khotimah adalah impian setiap Muslim. Sebaliknya, meninggal dalam keadaan su’ul khotimah menjadi hal yang paling ditakuti. Apa itu su’ul khotimah?
Su’ul khotimah adalah kematian yang buruk bagi seorang Muslim. Majdi Fathi Sayyid dalam buku Su'ul Khatimah, Akhir Kehidupan yang Buruk menerangkan lebih lanjut tentang pengertian Su’ul Khotimah. Menurutnya, su’ul khotimah mempunyai dua arti.
Pertama, kekufuran dan keraguan tentang Islam dan keimanan kepada Allah yang meliputi hati seorang hamba pada saat sakaratul maut sehingga ia meninggal dalam keadaan ragu terhadap kebenaran Islam.
Kedua, keadaan hati seorang hamba yang masih disibukkan dengan permasalahan dunia yang akan ditinggalkannya. Misalnya, saat sakaratul maut masih memikirkan harta benda yang dimiliki di dunia. Dapat dikatakan, orang seperti itu meninggal dunia dalam keadaan ingkar kepada Allah.
Dengan demikian, orang yang meninggal dunia dalam keadaan berbuat maksiat kepada Allah, seperti ber-ghibah, berzina, atau mengadu domba, disebut meninggal dunia dalam keadaan su’ul khotimah.
Rasulullah SAW bersabda, “Dan sungguh ada seseorang yang mengamalkan amalan-amalan penghuni surga, sehingga tak ada jarak antara dia dan neraka selain sehasta atau dua hasta, lantas takdir mendahuluinya sehingga dia melakukan amalan-amalan penghuni neraka sehingga dia memasukinya.” (HR Bukhari)
Lalu, apa yang menyebabkan seseorang bisa meninggal dalam keadaan su’ul khotimah dan bagaimana tanda-tandanya? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui penjelasan selengkapnya.
Penyebab Su’ul Khotimah
Ada banyak faktor penyebab su’ul khotimah. Syaikh Mahmud Al-Mishri lewat buku Su’ul Khatimah Kisah-kisah Tragis Akhir Kehidupan merangkum beberapa di antaranya.
1. Ragu, kufur, dan mengerjakan bid’ah
Apabila seseorang meyakini sifat dan aktivitas Allah dengan pengertian-pengertian yang menyimpang dari kebenaran, maka besar kemungkinan ia tidak bisa terhindar dari su’ul khotimah.
Banyak umat yang mengalami nasib seperti ini ketika mereka menciptakan bid’ah-bid’ah dalam agama Allah, menyimpang, menyeleweng dari kebenaran, dan terjebak di dalamnya. Jika tidak segera bertobat, dia akan meninggal dalam su’ul khotimah dan membuat segala amal ibadahnya tertolak.
Allah berfirman, “Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS An-Nur: 39).
2. Taswif At-Taubah (menunda-nunda bertaubat)
Di antara faktor-faktor penting penyebab su’ul khotimah, menunda-nunda bertaubat adalah salah satu yang paling utama. Seseorang acapkali tenggelam dalam kenikmatan duniawi, menunda-nunda bertaubat meski masih diberi kesempatan oleh Allah SWT.
Pada akhirnya, tanpa sadar malaikat maut sudah menanti untuk menjemput ajalnya. Setelah itu, yang bisa dilakukan hanyalah menyesali seluruh hidup yang dihabiskan untuk berbuat durhaka kepada Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah:
“’Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun: 99-100)
3. Tidak konsisten dalam ketaatan kepada Allah
Orang yang konsisten taat kepada Allah adalah orang-orang yang diteguhkan keimanannya di dunia dan akhirat. Merekalah yang akan menjadi penghuni surga. Sebaliknya, orang-orang yang selama hidupnya dipermainkan syahwat, mereka yang dipastikan su’ul khotimah. Allah berfirman:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)
Tanda-tanda Su’ul Khotimah
Marah dan mencela qadha Allah, merasa terlepas dari rencana-Nya, bersikap munafik dan riya, lalai mengingat Allah, itu semua adalah sedikit tanda-tanda su’ul khotimah.
Selain itu, ada pula tanda-tanda sebelum dikubur, ketika dikubur, dan sesudah dikubur, yang dikutip dari buku Tamasya ke Negeri Akhirat tulisan Mahmud Al-Mishri Abu Ammar.
1. Tanda-tanda sebelum meninggal
Ketika menjelang detik-detik kematiannya, sebagian orang yang su’ul khotimah mengucapkan kalimat-kalimat yang menyalahkan Allah, yakni menentang ketentuan-Nya atas takdir kematian. Mereka sibuk menyalahkan Allah sampai-sampai tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid.
2. Tanda-tanda ketika dimandikan
Orang yang meninggal dalam kebaikan akan terlihat seperti tidur dengan tenang. Namun, orang yang meninggal dalam keadaan sebaliknya akan tampak gelisah dan takut mati. Itu semua terlihat dari perubahan raut wajahnya.
Selain itu, ada pula yang mengatakan, orang yang su’ul khotimah ketika dimandikan warna kulitnya akan berubah menjadi hitam seperti arang, mulai dari kepala, bagian tengah tubuh, hingga kaki.
3. Tanda-tanda ketika dikuburkan
Tanda-tanda su’ul khotimah selanjutnya adalah jenazahnya sulit dikubur. Entah itu karena berat, tidak bisa menghadap kiblat, diganggu binatang, dan halangan-halangan lainnya. Satu hal yang pasti, orang yang su’ul khotimah tidak akan meninggal dengan tenang layaknya orang husnul khotimah.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan su’ul khotimah?

Apa yang dimaksud dengan su’ul khotimah?
Su’ul khotimah adalah kematian yang buruk bagi seorang Muslim.
Apa penyebab su’ul khotimah?

Apa penyebab su’ul khotimah?
Di antaranya adalah ragu, kufur, dan mengerjakan bid’ah, menunda-nunda beraubat, dan tidak konsisten dalam ketaatan kepada Allah.
Apa tanda-tanda su’ul khotimah?

Apa tanda-tanda su’ul khotimah?
Salah satunya tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid saat sakaratul maut.
