Syarat Berpikir Logis Beserta Pengertian dan Indikatornya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemampuan berpikir logis diperlukan di berbagai bidang, salah satunya pendidikan. Kemampuan ini harus diasah untuk mempermudah proses pemahaman materi serta pemecahan masalah dengan masuk akal.
Mengutip Jurnal Hubungan Pola Berpikir Logis dengan Hasil Belajar Matematika Siswa: Studi Kasus di SMA N 1 Rajagaluh Majalengka tulisan Indah Nursuprianah dan R.A. Fitriyah R., berpikir logis lekat dengan kemampuan memahami konsep, refleksi, abstraksi, formalisasi, hingga aplikasi.
Untuk melangsungkan cara berpikir logis, seseorang harus memenuhi persyaratan tertentu. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini.
Syarat Berpikir Logis
Berdasarkan informasi dari buku Pengantar Metodologi Penelitian: Statistika Praktis karangan dr. Febri Endra Budi Setyawan, M. Kes, syarat berpikir logis adalah sebagai berikut:
Pemikiran harus berpangkal pada kenyataan atau kebenaran.
Alasan yang dikemukakan harus tepat dan kuat.
Jalan pikiran harus lurus atau logis.
Apa Itu Berpikir Logis?
Menurut Nursalam (2008) dalam bukunya yang berjudul Konsep dan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan, berpikir logis adalah proses berpikir yang didasari oleh konsistensi terhadap keyakinan-keyakinan yang didukung oleh argumen valid.
Berpikir logis didefinisikan pula sebagai berpikir lurus, tepat, dan teratur sebagai objek formal logika. Suatu pemikiran disebut lurus, tepat dan teratur apabila pemikiran itu sudah sesuai dengan hukum, aturan, dan kaidah yang sudah ditetapkan oleh logika.
Mematuhi hukum, aturan, serta kaidah logika berguna untuk menghindari berbagai kesalahan dan penyimpangan dalam mencari kebenaran ilmiah.
Di samping itu, pemikiran manusia terbagi atas tiga unsur, di antaranya:
Pengertian: Informasi tentang fakta.
Keputusan: Pernyataan benar-tidak benar.
Kesimpulan: Pembuktian-silogisme.
Adapun tiga pokok kegiatan akal budi manusia adalah sebagai berikut:
Menangkap sesuatu apa adanya.
Memberikan keputusan.
Merundingkan, yang berarti menghubungkan keputusan satu dengan lainnya, sehingga sampai pada satu kesimpulan.
Indikator Kemampuan Berpikir Logis
Mengutip Jurnal Kemampuan Berpikir Logis Matematis Materi Pecahan pada Siswa Berkemampuan Awal Tinggi karangan Lilis Wulandari dan Ulum Fatmahanik, terdapat beberapa indikator berpikir logis matematis, yakni:
Membuat makna tentang jawaban argumen yang masuk akal.
Menduga dan menguji berdasarkan akal.
Membuat hubungan logis antara konsep dan fakta yang berbeda.
Menyelesaikan masalah matematis secara rasional.
Menarik kesimpulan yang logis.
Sementara itu menurut Sumarmo (2012), kemampuan berpikir logis meliputi beberapa hal, antara lain:
Menarik atau membuat kesimpulan, pikiran, dan interpretasi berdasarkan proposisi yang sesuai.
Membuat perkiraan dan prediksi berdasarkan peluang.
Menarik kesimpulan atau perkiraan berdasarkan korelasi antara dua variabel.
Menetapkan kombinasi beberapa variabel.
Menyusun analisa dan sintesa beberapa kasus.
Melakukan pembuktian.
Menarik kesimpulan berdasarkan keserupaan dua proses.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Logis?

Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Logis?
Berpikir logis adalah proses berpikir yang didasari oleh konsistensi terhadap keyakinan-keyakinan yang didukung oleh argumen valid.
Apa Saja Syarat Berpikir Logis?

Apa Saja Syarat Berpikir Logis?
Terdapat beberapa syarat berpikir logis, salah satunya adalah jalan pikiran lurus.
Apa Saja Indikator Berpikir Logis?

Apa Saja Indikator Berpikir Logis?
Ada sejumlah indikator berpikir logis, di antaranya menduga berdasarkan akal, menyelesaikan masalah secara rasional, dan sebagainya.
