Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang: Pencatatan hingga Penyusunan Laporan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang dari pemasok (supplier) untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk fisik maupun sifatnya.
Suatu perusahaan dagang perlu melakukan pembukuan atau pembuatan laporan keuangan untuk mengetahui siklus keuangan selama periode tertentu. Proses pembuatan laporan keuangan itulah yang dikenal dengan istilah siklus akuntansi perusahaan dagang.
Mengutip buku Akuntansi Keuangan Dasar Jilid 1 oleh Ferdila dkk., pada dasarnya siklus akuntansi perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan perusahaan jasa. Untuk lebih memahaminya, simak tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang dalam artikel berikut.
Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Siklus akuntansi perusahaan dagang meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas transaksi yang terjadi dalam satu periode waktu. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Pencatatan Transaksi ke Jurnal Umum/Khusus
Mengutip buku Pasti Bisa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation, siklus akuntansi perusahaan dagang dimulai dari mencatat bukti transaksi dalam jurnal.
Perusahaan dagang kecil yang tidak melakukan banyak transaksi dapat menggunakan jurnal umum biasa. Namun, bagi perusahaan dagang berskala besar dengan banyak transaksi keuangan, pencatatannya perlu menggunakan jurnal khusus.
Pencatatan transaksi pada jurnal khusus dilakukan setiap hari atau setiap terjadi transaksi. Dengan jurnal khusus, pencatatan akuntansi akan lebih praktis, hemat waktu, dan mudah dalam pembagian pekerjaan dan pengawasannya.
2. Pencatatan ke Buku Besar
Setelah pencatatan dibuat dalam jurnal umum, perubahan harta, kewajiban, dan modal dicatat ke dalam buku besar. Buku besar akan memuat informasi mengenai saldo-saldo dari akun di dalam perusahaan.
Transaksi keuangan yang telah dicatat ke dalam jurnal umum dipindahkan satu per satu saldonya ke buku besar sesuai nama tiap-tiap akun yang dicatat dalam jurnal. Tahapan ini biasanya dilakukan setiap akhir bulan.
Selain buku besar umum, ada pula buku besar pembantu. Ini adalah rincian dari akun-akun tertentu yang ada di dalam buku besar umum. Pencatatan transaksi ke dalam buku besar pembantu dilakukan setiap hari sesuai dengan transaksi harian yang terjadi.
3. Penyusunan Neraca Saldo
Penyusunan neraca merupakan awal dari tahapan pengikhtisaran akuntansi perusahaan dagang. Neraca saldo sendiri merupakan daftar saldo akun yang terdapat di buku besar.
Saldo akhir yang dicatat di neraca saldo didapatkan dengan menghitung selisih saldo debit dan saldo kredit dari tiap akun di buku besar.
Jika jumlah sisi debit suatu akun lebih besar daripada sisi kreditnya, maka saldo disebut saldo debit. Sedangkan, jika sisi kreditnya berjumlah lebih besar daripada jumlah sisi debitnya, saldo rekening ini dinamakan saldo kredit.
4. Pembuatan Jurnal Penyesuaian
Perusahaan yang menerapkan metode persediaan periodik menggunakan akun yang tidak dijumpai di perusahaan jasa. Diperlukan penyesuaian pada beberapa akun tersebut lantaran metode periodik tidak memberikan informasi terkait persediaan yang ada dan harga pokok penjualan setiap diperlukan.
5. Penyesuaian Kertas Kerja
Kertas kerja merupakan formulir yang digunakan untuk menyusun laporan kerja untuk sementara. Kertas kerja biasanya dibuat untuk memudahkan proses penyusunan laporan.
Penyesuaian kertas kerja dilakukan dengan memindahkan daftar saldo ke kertas kerja, memasukkan data jurnal penyesuaian, lalu menghitung saldo setelah penyesuaian dan memasukkannya ke dalam kolom neraca saldo.
6. Menyusun Laporan Keuangan
Langkah berikutnya dalam siklus akuntansi perusahaan dagang adalah menyusun laporan keuangan. Proses ini harus dilakukan dengan memerhatikan cara-cara penyajian sesuai aturan International Financial Reporting Standards (IFRS).
Dengan begitu, laporan keuangan akan memberikan informasi bagi penggunanya. Mulai dari informasi posisi harta, utang, dan modal, hingga laba/rugi dalam perusahaan. Selain itu, laporan keuangan ini juga menjadi tolok ukur pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi perusahaan dagang?

Apa yang dimaksud dengan siklus akuntansi perusahaan dagang?
Proses pembuatan laporan keuangan dalam periode tertentu.
Apa saja siklus akuntansi perusahaan dagang?

Apa saja siklus akuntansi perusahaan dagang?
Siklus akuntansi perusahaan dagang dimulai dengan pencatatan transaksi dan diakhiri dengan menyusun laporan keuangan.
Apa yang terjadi jika tahapan siklus akuntansi tidak dilakukan?

Apa yang terjadi jika tahapan siklus akuntansi tidak dilakukan?
Tahapan siklus akuntansi yang tidak dilakukan dengan semestinya akan menghasilkan laporan keuangan yang tidak akurat.
