Tahapan Siklus Manajemen Talenta Setelah Identifikasi dan Pengembangan Talenta

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manajemen talenta ASN adalah sistem pengelolaan pegawai berbasis merit yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan pegawai berpotensi serta berkinerja terbaik guna mengisi jabatan strategis yang ada di instansi pemerintah.
Sistem ini juga memastikan penempatan pegawai yang tepat melalui proses yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya, siklus manajemen talenta dimulai dari akuisisi talenta yang mencakup identifikasi dan pengembangan talenta.
Pertanyaannya, setelah identifikasi dan pengembangan talenta, langkah selanjutnya yang penting adalah apa? Agar lebih memahami alur dalam siklus manajemen talenta, simak penjelasannya berikut ini.
Dalam Siklus Manajemen Talenta, Setelah Identifikasi dan Pengembangan Talenta, Langkah Selanjutnya yang Penting Adalah
Dikutip dari laman Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMANTEN), manajemen talenta terdiri atas empat tahapan proses yang membentuk satu siklus, yaitu:
Akuisisi talenta
Analisis jabatan kritikal
Analisis kebutuhan talenta
Identifikasi, penilaian, dan pemetaan talenta
Pengembangan talenta
Retensi dan penempatan talenta
Pemantauan dan evaluasi
Berdasarkan tahapan tersebut, setelah identifikasi dan pengembangan talenta, langkah selanjutnya adalah retensi dan penempatan talenta. Tahap ini berfokus pada pemeliharaan talenta melalui pemantauan, penghargaan, dan manajemen suksesi untuk memastikan kesiapan penempatan pada jabatan target di waktu yang tepat.
Merujuk pada Buku Saku Implementasi Manajemen Talenta ASN, berikut rincian penjelasan mengenai retensi dan penempatan talenta.
1. Retensi Talenta
Retensi merupakan upaya mempertahankan talenta dengan potensi tinggi yang berada pada kotak manajemen talenta (7, 8, 9) agar tetap berada pada posisinya dan siap untuk ditempatkan pada jabatan target. Upaya ini dilakukan melalui berbagai strategi sebagai berikut:
Rencana suksesi
Rotasi jabatan
Pengayaan jabatan (job enrichment)
Perluasan jabatan (job enlargement)
Pemberian penghargaan
2. Penempatan Talenta
Penempatan talenta adalah strategi dalam menempatkan pegawai berpotensi pada jabatan target yang sesuai pada waktu yang tepat. Proses ini didasarkan pada rencana suksesi yang mengacu pada perumpunan jabatan, sesuai kebutuhan strategis instansi pemerintah maupun arah pembangunan prioritas nasional dalam jangka menengah dan jangka panjang.
Adapun pola penempatan talenta di berbagai instansi dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme berikut:
a. Penempatan langsung pada jabatan target (kotak 9)
Talenta pada kotak 7, 8, dan 9 dalam kotak manajemen talenta dapat langsung direkomendasikan untuk mengisi jabatan target sesuai ketentuan masing-masing instansi.
b. Penempatan dalam Talenta Nasional (kotak 7, 8, 9)
Penempatan jabatan target di tingkat nasional dilakukan melalui tahapan:
Penetapan dan identifikasi jabatan target
Identifikasi KRS
Pemberian rekomendasi
Penetapan dan penempatan talenta
c. Penempatan berbasis perumpunan jabatan
Penempatan dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian rumpun jabatan dengan kompetensi talenta, baik dalam rumpun yang sama maupun lintas rumpun.
Baca juga: ASN dan Pensiunan Cek Rekening, Gaji ke-13 Cair Hari Ini
(RK)
