Konten dari Pengguna

Takhrij Hadis: Pengertian, Objek Kajian, dan Prinsip-prinsip Dasarnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengkaji hadits. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengkaji hadits. Foto: Shutterstock

Takhrij hadis adalah metode pengkajian yang dilakukan untuk menilai kualitas suatu hadis dari segi sanad dan matannya. Istilah ini mulanya berasal dari kata al-makhraj yang berarti memperlihatkan sesuatu kepada orang lain dengan menjelaskan tempat keluarnya.

Sebagai disiplin ilmu, takhrij hadis tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan ilmu hadis lainnya. Praktik pengkajian ini sudah dilakukan sejak dulu, tepatnya pada awal perkembangan ’ulum al-hadis.

Mulanya, metode takhrij dilakukan hanya untuk mengetahui letak sebuah hadits pada kitab atau literaturnya saja. Kini, takhrij hadis berkembang menjadi kajian yang meneliti kualitas serta derajat hadis secara menyeluruh.

Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang takhrij hadis lengkap dengan objek kajian dan prinsip-prinsip dasarnya.

Takhrij Hadis

Ilustrasi mengkaji hadits. Foto: pixabay

Takhrij hadis adalah metode pengkajian dengan menunjukkan letak hadis dari sumber-sumber aslinya, untuk kemudian diterangkan rangkaian sanadnya, dan dinilai derajat hadisnya. Yang dimaksud menunjukkan letak hadis di sini ialah menyebutkan berbagai kitab yang terdapat hadits di dalamnya.

Sedangkan yang dimaksud sumber-sumber asli adalah kitab hadis yang menghimpun perkataan Nabi Muhammad SAW yang ditemukan oleh penulis kitab tersebut dari para gurunya, lengkap dengan sanadnya, sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Kemudian yang dimaksud dengan menjelaskan kualitas hadis adalah menjelaskan derajat dan tingkatannya, bisa shahih, hasan ataupun dha'if. Penjelasan ini diperlukan untuk menyempurnakan kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam.

Sama seperti ilmu hadis lainnya, takhrij hadits juga memiliki objek kajian tertentu yang harus dipahami. Mengutip buku Takhrij Hadits oleh Dr. Shabri Saleh, poin-poinnya adalah sebagai berikut:

  • Silsilah terhadap sejumlah periwayat yang menyampaikan riwayat hadis (sanad hadits) yang sampai kepada Rasulullah SAW.

  • Materi hadis itu sendiri atau dikenal dengan matan hadits

Ilustrasi takhrij hadits Foto: pixabay

Selain objek kajian, ada pula prinsip-prinsip dasar yang harus diperhatikan pengkaji hadits. Berikut penjelasannya yang dikutip dari jurnal berjudul Pengenalan Atas Takhrij Hadits oleh Andi Rahman:

  • Pertama, takhrij bersifat mandiri (istiqlâl), dalam artian kajian dilakukan pada satu sanad periwayatan dan penilaian diberikan pada sanad yang dikaji itu tanpa harus meneliti seluruh sanad yang ada.

  • Kedua, hadis yang ditakhrij memaparkan informasi sebanyak mungkin. Misalnya, penilaian ulama atas kualitas hadits itu, ketersambungan sanadnya, dan lain-lain.

  • Ketiga, sebuah hadis hendaknya diriwayatkan melalui lebih dari satu orang sahabat.

  • Keempat, dalam penakhrijan, perlu diperhatikan substansi matan hadis, variasi redaksional matan, kajian atas sanad, kajian atas kata-kata yang unik dan tidak lumrah (gharîbah al-lafzh), kajian waktu dan tempat terhadap masing-masing perawi, dan keunikan sîghah al-adâ.

  • Kelima, takhrij hadis dilakukan berdasarkan substansi matan haditsnya. Artinya, mungkin akan didapati beberapa sanad hadis yang substansi maknanya sesuai dengan yang bidang kajian, sementara redaksional matannya berbeda, atau sebagian ada yang matannya diringkas.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan takhrij hadits?

chevron-down

Takhrij hadits adalah metode penelitian yang dilakukan untuk menilai kualitas suatu hadits dari segi sanad dan matannya.

Apa saja objek kajian dalam takhrij hadits?

chevron-down

Silsilah terhadap sejumlah periwayat yang menyampaikan riwayat hadits (sanad hadits) dan juga matannya.

Apa yang dimaksud gharibah al-lafzhah?

chevron-down

Gharibah al-lafzhah adalah kajian atas kata-kata yang unik dan tidak lumrah.