Tanda Makrifat yang Paling Utama dalam Diri Seorang Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makrifat berarti mengenal atau mengetahui. Dalam Islam, makrifat dikaji dalam ilmu tasawuf yang bertujuan untuk mengenal Sang Pencipta. Menurut Imam Ghazali dalam bukunya Shalatnya Orang-Orang Makrifat, makrifatullah adalah pengetahuan yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalam hati terhadap Dzat dan sifat Allah.
Orang makrifat adalah mereka yang sudah mencapai tingkat ihsan (merasa dilihat Allah dan seolah-olah ia melihatNya). Ia juga telah mencapai derajat insanul kamil (manusia sempurna), karena mampu melaksanakan syariat, memahami hakikat, dan meyakini makrifat.
Dikutip dari Cinta, Cinta, Cinta oleh A.J Siraj, Husain bin Manshur al-Hallaj menyatakan, "Apabila seorang hamba telah mencapai jenjang al-ma'rifah, maka Allah mengilhamkan gerak hati (pemikiran, ide) kepadanya, menjaga rahasia (intisari)-Nya agar tidak terpikir pada selain Allah al-Haqq."
Ada juga yang mengatakan, "Barangsiapa mengenal Allah, niscaya bersihlah kehidupannya, bahagialah hidupnya, dan segala sesuatu hormat kepadanya, serta hilanglah darinya rasa rakut kepada makhluk, dan ia akan merasa senang kepada Allah."
Makrifat seorang Muslim dapat dilihat dari intensitas ibadah dan apa yang dirasakan dalam hati dan pikiran. Apabila seseorang mengaku telah mengenal Allah namun intensitas ibadahnya sedikit dan hatinya masih diliputi kekalutan, artinya ia belum sepenuhnya mencapai makrifat.
Tanda Makrifat dalam diri Seorang Muslim
Tanda makrifat yang paling utama dalam diri seorang Muslim adalah memiliki rasa takut yang besar kepada Allah. Sehingga, ia tidak pernah berani melakukan apa yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan apa yang diperintahkan olehNya.
Abu Ali ad-Daqqaq mengatakan, "Di antara tanda-tanda makrifat adalah terciptanya rasa takut dan hormat kepada Allah."
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya Mahabbatullah mengatakan bahwa setiap kali makrifatnya bertambah, maka bertambah pula kadar takut dan cintanya kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam ayat Alquran berikut:
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Artinya: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Fatir ayat 28)
Nabi Muhammad juga menegaskan dalam hadistnya, "Aku adalah orang yang paling mengetahui Allah dan paling takut kepada-Nya di antara kalian." (HR. Bukhari)
Rasa takut yang kepada Allah ini berdampak besar pada diri seorang Muslim dan menghasilkan beberapa tanda makrifat lainnya. Berikut adalah tanda makrifat yang berasal dari rasa takut tersebut.
Selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah wajib dan sunnah. Sebab, pelaksanaan ibadah syariat merupakan hal dasar yang harus dilaksanakan seorang makrifat.
Lisannya tidak pernah kering dari berdzikir dan hatinya tidak pernah memikirkan hal lain selain mengingat Allah.
Tidak pernah mendekati hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Bahkan, untuk perkara subhat pun, seorang makrifat tidak pernah berfikir untuk melakukannya.
Tidak pernah merasa khawatir dengan permasalahan duniawi. Imam Ja’far Shadiq berkata “Orang yang mengenal Allah pastilah dia takut kepada Allah. Dan orang yang takut kepada Allah, maka pastilah dirinya gampang (untuk meninggalkan) dunia”.
Selalu menerima takdirnya dengan ikhlas dan sabar. Imam Ja’far Shadiq berkata, “Sesungguhnya orang yang paling mengenal Allah adalah orang yang paling ridha atas ketentuan-Nya”.
(ULY)
