Tanda-Tanda Orang Tua Overprotective dan Bahayanya bagi Perkembangan Anak

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Setiap orang tua tentu ingin melindungi dan memastikan apa yang dilakukan anaknya berjalan dengan baik. Namun, terkadang ada orangtua yang overprotective dalam melindungi buah hatinya dan malah memberi dampak buruk bagi anak.
Overprotective adalah bentuk perlindungan berlebihan yang diberikan orangtua kepada anak. Tujuannya baik, yaitu untuk melindungi anak dari apa pun yang dapat membahayakan kesejahteraan mereka.
Mengutip laman youniverse, orangtua yang overprotective sejatinya hanya ingin memastikan anak-anak mereka tidak terluka secara fisik maupun emosional. Mereka ingin melindungi anak tercinta dari bahaya, rasa sakit, ketidakbahagiaan, penolakan, kegagalan, juga kekecewaan.
Namun, segala perlindungan yang diberikan justru membuat anak merasa serba dibatasi. Jika sikap tersebut terus tumbuh dan tidak dikelola dengan baik, overprotective bisa berujung pada helicopter parenting.
Dalam pola asuh seperti itu, orangtua selalu mengawasi kondisi anaknya, baik dalam kehidupan pribadi, pendidikan, hingga lingkungan pertemanan. Mereka bahkan tak segan melanggar privasi dengan mengecek media sosial bahkan chat pribadi anaknya.
Karena tumbuh dengan perlindungan orangtua yang berlebihan, anak akan kesulitan beradaptasi di lingkungan baru saat dirinya beranjak dewasa. Mereka mungkin juga akan memiliki kecenderungan untuk mencari pembenaran dari orang lain.
Untuk menghindari berbagai dampak negatif yang dapat mengganggu perkembangan anak, Anda perlu memahami tanda-tanda orangtua overprotective. Apa saja?
Tanda-Tanda Orangtua Overprotective
Dirangkum dari situs Very Well Family dan Dayton Daily News, berikut beberapa tanda orangtua overprotective yang perlu diwaspadai:
1. Melindungi Anak dari Kegagalan
Orangtua overprotective akan berupaya sebisa mungkin agar anaknya tidak merasakan kegagalan. Padahal, dengan gagal, anak bisa belajar melakukan yang lebih baik lagi di kesempatan berikutnya.
2. Memecahkan Semua Masalah Anak
Ketika sebuah masalah muncul, orangtua dengan cepat mengambil kendali dan memastikan anak-anak mereka tidak mengalami ketidaknyamanan. Alhasil, saat dewasa nanti anak akan sulit memecahkan masalah sendiri tanpa bantuan orang lain.
3. Tidak Mengajarkan Tanggung Jawab
Orangtua overprotective biasanya akan memanjakan buah hatinya. Mereka memastikan anaknya lepas dari tanggung jawab sehari-hari, seperti merapikan tempat tidur, membersihkan kamar, dan menyiapkan perlengkapan sekolah.
4. Terlalu Banyak Ikut Campur dalam Dunia Anak
Saat beranjak remaja, anak memiliki dunianya sendiri. Mereka mulai memiliki masalah yang semestinya diatasi secara mandiri. Namun, orangtua yang overprotective merasa dirinya harus ikut campur mengatasi masalah tersebut.
Akibatnya, anak tumbuh dengan segala aturan yang mengikat dari orangtua, sehingga mereka tidak bisa mengekspresikan apa yang sebenarnya diinginkan.
5. Mengatur Pertemanan Anak
Karena terlalu khawatir dengan pergaulan anak, orangtua pada akhirnya akan mengatur dengan siapa anaknya harus berteman. Mereka bisa saja memaksa sang anak memutus tali persahabatan dengan temannya hanya karena hal-hal sepele yang dianggap dapat mengganggu kehidupan anaknya.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu orangtua overprotektif?

Apa itu orangtua overprotektif?
Overprotective adalah bentuk perlindungan berlebihan yang diberikan orangtua kepada anak.
Kenapa orangtua overprotective?

Kenapa orangtua overprotective?
Melindungi anak dari apa pun yang dapat membahayakan kesejahteraan mereka.
Apa bahaya overprotective terhadap anak?

Apa bahaya overprotective terhadap anak?
Segala perlindungan yang diberikan justru membuat anak merasa serba dibatasi.
