Tanda-Tanda Tsunami yang Perlu Diketahui untuk Perlindungan Diri

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut, longsor, atau ledakan gunung. Kata tsunami sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu "Tsu" yang artinya pelabuhan dan "Nami" yang berarti gelombang. Jadi, secara harfiah tsunami bermakna ombak besar di pelabuhan.
Mengutip Ensiklopedi Bencana 1 : Tsunami karya Rani Siti Fitriani, dkk., Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di tiga lempeng tektonik. Hal ini menjadikan Indonesia masuk dalam wilayah yang rawan terhadap bencana tsunami. Sebagai pengingat, Indonesia pernah menghadapi bencana tsunami besar yang terjadi di Aceh pada tahun 2004.
Pada saat itu, bencana yang berawal dari gempa yang berpusat di dasar laut Samudera Hindia dengan kekuatan magnitudo 9,3 tersebut memakan korban tewas hingga 230 ribu jiwa. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menetapkan tsunami Aceh sebagai bencana kemanusian terbesar yang pernah terjadi.
Selain gelombang tsunami yang menerjang dengan sangat cepat, minimnya edukasi mengenai kewaspadaan terhadap bahaya bencana tsunami menjadi salah satu faktor yang membuat banyak nyawa melayang.
Bagi yang belum paham, berikut tanda-tanda tsunami yang perlu diketahui sebagai salah satu upaya perlindungan diri yang dikutip dari Buku Pintar Penanggulangan Tsunami susunan Puput Alviani.
Tanda-Tanda Tsunami
Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya tsunami, yakni:
1. Gempa bumi
Tsunami biasanya terjadi karena adanya gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Gempa ribuan kilometer jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan.
Menurut BNPB, tsunami di Indonesia pada umumnya diawali dengan gempa bumi besar dan susut laut. Biasanya tsunami terjadi dalam waktu kurang dari 40 menit setelah gempa bumi besar di bawah laut yang berlangsung lebih dari 20 detik.
2. Surutnya air laut
Usai gempa bumi terjadi, tsunami biasanya ditandai dengan surutnya air laut. Jika terjadi penurunan air laut dengan cepat di luar waktu biasa air laut surut, segeralah mencari tempat perlindungan di ketinggian.
Surutnya air laut secara tiba-tiba usai gempa ini disebabkan karena terbukanya lempengan bumi di bawah laut. Alhasil, air laut akan mengisi ruang yang tercipta akibat terbukanya lempeng bumi.
3. Suara gemuruh
Biasanya setelah gempa terjadi, keadaan akan menjadi tenang. Namun, jika tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti suara deru kereta atau pesawat melintas, itu bisa dianggap sebagai tanda datangnya gelombang tsunami.
Banyak korban tsunami mengatakan bahwa datangnya gelombang tsunami diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip dengan kereta barang. Suara gemuruh ini terjadi akibat adanya pergeseran lempeng bumi di bawah laut.
4. Perilaku hewan sekitar
Tanda berikutnya juga bisa dideteksi dari hewan sekitar, salah satunya adalah burung-burung yang akan muncul di area laut. Binatang akan cenderung menjauhi laut karena insting tajam mereka akan bahaya yang datang.
5. Aktivitas laut yang tidak biasa
Aktivitas laut yang tidak normal bisa menjadi pertanda tsunami akan terjadi. Contohnya adalah gelombang air laut yang datang secara mendadak dan berulang dengan energi yang sangat kuat. Beberapa menit sebelum adanya gelombang besar, akan ada gelombang-gelombang kecil yang menandai kembalinya air laut ke pantai.
Cara Menyelamatkan Diri dari Tsunami
Untuk meminimalisir korban jiwa, berikut adalah 10 langkah penyelamatan diri saat terjadi tsunami, seperti yang dihimpun Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hindari menyelamatkan diri dengan melewati jembatan.
Ketika melihat air laut/pantai yang surut, segera lari menjauh dari bibir pantai.
Cepat berlari ke tempat tinggi dan berdiam diri di sana untuk sementara waktu setelah gempa bumi besar mengguncang.
Jangan kembali sebelum keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Setelah terjadi gempa bumi hingga berdampak pada rumah, jangan langsung masuk ke dalam untuk merapikan karena gempa susulan sangat mungkin terjadi.
Jika Anda berada di dalam rumah, usahakan untuk tetap tenang dan segera membimbing keluarga untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
Tidak semua gempa bumi memicu tsunami. Jika mendengar sirine tanda bahaya atau pengumuman dari pihak berwenang mengenai bahaya tsunami, Anda perlu segera menjauh dari daerah pantai.
Jika telah sampai di daerah tinggi, tetaplah bertahan karena gelombang tsunami susulan yang lebih besar bisa saja terjadi.
Bagi yang melakukan evakuasi menggunakan kendaraan lalu terjebak di kemacetan, segera keluar dan evakuasi diri dengan berjalan kaki.
Selalu pantau informasi terkait kondisi terkini dari pihak berwenang.
Frequently Asked Question Section
Apa itu tsunami?

Apa itu tsunami?
Tsunami adalah serangkaian gelombang yang disebabkan oleh aktivitas gempa bumi di dasar laut, longsor, atau ledakan gunung.
Apa salah satu tanda tsunami?

Apa salah satu tanda tsunami?
Terdengar suara gemuruh seperti suara deru kereta atau pesawat melintas setelah gempa terjadi.
(ANS)
