Konten dari Pengguna

Tanda WhatsApp Diretas dan Cara Mengatasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi WhasApp. foto: Unsplash/Rachit Tank
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi WhasApp. foto: Unsplash/Rachit Tank

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi pesan instan yang populer di Indonesia. Ini tidak lepas dari kemudahan penggunaan WhatsApp dan berbagai fiturnya yang makin membuat pengalaman berkomunikasi semakin menarik.

Namun, terlepas dari kemudahan yang diberikan, Anda patut waspada terhadap keamanan akun WhatsApp Anda. Bulan April lalu, akun WhatsApp aktivis dan peneliti kebijakan publik, Ravio Patra, dibobol oleh pihak tidak dikenal. Yang mengkhawatirkan, selama peretasan, akun WhatsApp milik Ravio mengirim banyak pesan bernada provokasi.

Agar hal tersebut tidak terjadi pada Anda, ada baiknya mengetahui seperti apa tanda-tanda apabila WhatsApp telah diretas. Dengan mengetahui pertandanya, Anda dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Tanda-tanda Whatsapp Diretas

Akun Keluar dengan Sendirinya

Umumnya, akun WhatsApp yang diretas tidak bisa digunakan oleh pemilik. Hal ini terjadi karena akun WhatsApp tiba-tiba logout (keluar) dengan sendirinya dari perangkat ponsel. Kemungkinan besar akun Anda sedang berusaha dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab menggunakan perangkat lain.

Pesan Terbaca Sendiri

WhatsApp memiliki fitur untuk menandai pesan yang terbaca. Jika Anda mengaktifkannya, akan muncul tanda centang berwarna biru ketika pesan Anda telah dibaca orang lain.

Namun, jika terdapat pesan terbaca dengan sendirnya meskipun belum pernah Anda buka, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda bahwa WhatsApp telah diretas.

Mengirim Pesan dengan Sendirinya

Periksa apakah ada pesan yang dikirim ke kontak tertentu tanpa sepengetahuan Anda. Jika Anda merasa tidak pernah mengirim pesan kepada orang yang bersangkutan, maka patut dicurigai seseorang telah meretas akun WhatsApp.

WhatsApp Web Tiba-tiba Aktif

Untuk mengecek apakah orang lain menggunakan akun WhatsApp Anda, klik ikon tiga titik di kanan atas tampilan aplikasi WhatsApp. Kemudian, pilih WhatsApp Web.

Di sana akan terlihat informasi di mana saja akun WhatsApp sedang aktif. Jika ada perangkat yang tidak dikenal, segera klik logout untuk menghindari peretasan.

Status Online Padahal Tidak Aktif

Cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat apakah nomor WhatsApp Anda tampak online di akun Whatsapp orang lain. Jika WhatsApp Anda menunjukkan status online padahal tidak sedang digunakan makan patut dicurigai.

WhatsApp. Foto: REUTERS / Dado Ruvic

Cara Mengamankan Akun WhatsApp

-Log Out WhatsAp Web

Anda sebaiknya melakukan log out setelah selesai menggunakan WhatsAp Web di perangkat komputer. Anda bisa melakukannya dengan cara klik ikon titik tiga di WhatsApp Web dan pilih opsi Log Out.

Anda juga dapat melakukannya melalui smartphone. Caranya klik opsi titik tiga di kanan atas, klik Whatsapp Web dan akan muncul daftar perangkat yang login dengan akun Anda. Pilih log out dari semua perangkat.

-Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah

Ini adalah opsi untuk mengirimkan kode enam angka setiap pengguna masuk dengan nomor Whatsapp terdaftar di perangkat baru. Fitur ini digunakan agar orang tidak bisa masuk begitu saja ke akun WhatsApp lewat kode QR.

Caranya mengaktifkannya adalah buka WhatsApp > ketuk ikon titik tiga di pojok kanan atas > pilih ‘Setelan’ > pilih ‘Akun’ > pilih ‘Verifikasi Dua Langkah’ > Aktifkan > masukkan pin 6 digit.

Selanjutnya, pengguna akan diminta untuk mengisi alamat email. Tujuannya agar jika suatu saat Anda lupa PIN, WhatsApp dapat mengirim tautan pemulihan akun melalui email.

-Aktifkan Pemindai Sidik Jari

Jika Anda membutuhkan pengamanan lebih, Anda dapat mengaktifkan pemindai sidik jari. Caranya adalah klik opsi titik tiga di kanan atas > klik 'Privasi' > klik kunci sidik jari > Aktifkan > Pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari.

(ERA)