Konten dari Pengguna

Tantangan Penggunaan AI di Kalangan Gen Z dan Milenial

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock

Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Teknologi ini telah dimanfaatkan masyarakat di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, otomotif, pendidikan, hingga hiburan.

Meski membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia, penggunaan AI juga menghadirkan sejumlah tantangan serius. Seiring kemajuan teknologi yang begitu cepat, berbagai persoalan baru ikut muncul, baik dari sisi teknis maupun etika penggunaan AI.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menggunakan AI, berikut temuan riset yang dilakukan kumparan dan Populix dalam laporan Indonesia AI Report 2025.

Tantangan Penggunaan AI

Ilustrasi Pengguna AI. Foto: Shutterstock

Berdasarkan hasil riset, terungkap bahwa tantangan utama dalam penggunaan AI di Indonesia tidak lagi berpusat pada kemampuan teknis, melainkan pada aspek kepercayaan dan keamanan data.

Sebanyak 55% responden menyebut ancaman keamanan data sebagai hambatan paling besar, diikuti oleh akurasi hasil (53%) dan biaya atau keterbatasan akses (50%) yang kerap menjadi kendala.

Sementara itu, faktor lain seperti kesulitan memahami bahasa atau interface (36%) serta ketidaktahuan dalam menggunakan fitur lanjutan (26%) cenderung dianggap sebagai tantangan tambahan yang masih bisa diatasi.

Isu keamanan data menjadi perhatian penting dalam penggunaan AI, terutama di tingkat individu. Namun, risiko kebocoran data atau penyalahgunaan informasi sebenarnya dapat diminimalisir jika pengguna memahami etika dalam menggunakan teknologi ini.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan tidak memasukkan data pribadi atau informasi sensitif ke dalam sistem AI, terutama pada platform publik atau yang tidak memiliki sistem keamanan yang jelas.

Ilustrasi AI. Foto: Shutterstock

Seperti disampaikan Dr. Agus Sudibyo, S.I.Kom., M.Fil., penulis buku Memahami AI: Sebuah Panduan Etik sekaligus Communication and Digital Analyst, keamanan data sepenuhnya bergantung pada kesadaran pengguna.

“Selama kita bisa mengendalikan diri untuk tidak memasukkan data-data yang sensitif, maka kita relatif aman dari persoalan keamanan data itu sendiri,” katanya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab etis dalam penggunaan AI bukan hanya berada di tangan pengembang, tetapi juga setiap individu yang memanfaatkannya.

Di sisi lain, masalah akurasi hasil bukan semata disebabkan oleh keterbatasan teknologi, tapi juga karena cara pengguna berinteraksi dengan sistem. Penggunaan prompt yang jelas, spesifik, dan sesuai konteks dapat meningkatkan kemungkinan AI menghasilkan jawaban yang lebih akurat dan relevan.

Terkait tantangan literasi digital, seperti bahasa antarmuka yang sulit dipahami atau pemanfaatan fitur lanjutan yang belum optimal, dinilai masih tergolong hambatan minor. Selama pengguna memahami cara kerja AI dan memanfaatkan teknologi ini dengan bijak, potensi manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal dan meminimalkan risiko yang mungkin muncul.

Baca hasil riset lengkap Indonesia AI Report 2025 di sini!

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, Klik “View on Slideshare”

iframe embed

ALTERNATIVE DOWNLOAD LINK: kumparan Indonesia AI Report 2025

Baca Juga: Riset Pengguna AI di Indonesia versi Indonesia AI Report 2025

(ANB)