Tantangan yang Dihadapi dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Globalisasi merupakan proses menuju integrasi dunia yang memungkinkan informasi, barang, dan jasa bergerak dengan cepat melintasi batas geografis. Seiring perkembangannya, akses terhadap berbagai hal menjadi lebih mudah melalui internet dan media sosial.
Dengan adanya keterbukaan tersebut, muncul banyak peluang sekaligus tantangan dalam menjaga identitas kebangsaan. Lantas, apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini!
Apa Saja Tantangan yang Dihadapi dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi?
Merujuk buku berjudul Pendidikan Agama Islam dan Penguatan Identitas Kebangsaan di Perguruan Tinggi karya Dr. Mohammad Akmal Haris, M.Pd., C.FLS, identitas kebangsaan merupakan rasa kesatuan dan solidaritas individu dalam suatu negara yang mencakup kesadaran terhadap nilai, budaya, dan sejarah bangsa.
Di era globalisasi ini, identitas kebangsaan menjadi fondasi penting untuk menjaga ketahanan budaya dan moral bangsa. Berikut beberapa tantangan dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi.
1. Pengaruh Budaya Asing
Globalisasi memudahkan budaya asing masuk lewat film, musik, media sosial, dan berbagai media lainnya. Kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan terpengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan, sehingga rasa bangga terhadap budaya nasional dapat berkurang dan memicu krisis identitas.
2. Penyebaran Misinformasi dan Hoaks
Misinformasi dan hoaks yang tersebar di media digital juga menjadi tantangan bagi identitas kebangsaan. Berita palsu bisa memicu konflik sosial dan memecah persatuan lewat narasi yang merendahkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga paparan informasi semacam ini dapat melemahkan ikatan kebangsaan.
3. Krisis Kepercayaan terhadap Lembaga Nasional
Krisis kepercayaan terhadap lembaga nasional, seperti pemerintah, pendidikan, dan hukum, turut menjadi tantangan bagi identitas kebangsaan. Kondisi ini bisa terjadi ketika masyarakat merasa kebijakan dan tindakan lembaga tersebut tidak sesuai dengan aspirasi atau kebutuhan mereka.
4. Kurangnya Pendidikan tentang Identitas Kebangsaan
Pendidikan tentang identitas kebangsaan masih kurang mendapat perhatian. Padahal, pemahaman ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran akan peran dalam kehidupan sosial. Kurangnya pendidikan juga dapat menyebabkan disorientasi nilai dan berkurangnya rasa bangga sebagai bagian dari bangsa.
5. Menurunnya Penggunaan Bahasa Daerah
Bahasa daerah menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga. Dari sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia, sebagian mulai jarang digunakan sehingga terancam tidak lagi diwariskan kepada generasi berikutnya. Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari turut menggeser bahasa daerah.
Strategi Memperkuat Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi
Menyadur jurnal Memperkuat Identitas Nasional di Era Globalisasi: Tantangan dan Strategi karya Liwaul Hikmah, berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi:
Penguatan Pendidikan Karakter dan Kebangsaan: Pendidikan kewarganegaraan berbasis Pancasila dan sejarah bangsa perlu diperkuat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan sejak dini.
Pelestarian Budaya Lokal: Pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti festival seni, pelatihan kesenian tradisional, dan pelestarian bahasa daerah.
Peningkatan Literasi Digital: Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring konten media sosial dan informasi digital. Pembuatan konten yang mendukung identitas nasional juga perlu didorong.
Kolaborasi Pemerintah dan Sektor Swasta: Pemerintah dapat bekerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat untuk mendukung pelestarian budaya serta penguatan identitas nasional melalui program kebudayaan dan kegiatan sosial.
Penguatan Diplomasi Budaya: Diplomasi budaya perlu ditingkatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Baca juga: Apa Tantangan Utama dalam Menafsirkan Pancasila di Era Globalisasi?
(RK)
