Konten dari Pengguna

Tata Cara Khutbah Jumat Sesuai Syariat Islam

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Khutbah Jumat. Foto: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Khutbah Jumat. Foto: Kumparan

Seorang khatib perlu memahami tata cara khutbah Jumat sesuai syariat Islam. Sebab khutbah merupakan salah satu media yang strategis untuk dakwah Islam. Selain itu pemenuhan syarat dan rukun khutbah merupakan salah satu hal yang menetukan absahnya ibadah sholat Jumat.

Bada’ius Shana’i menyebut bahwa khutbah secara umum adalah perkataan yang mencakup pujian kepada Allah, sholawat kepada Rasullullah, doa, serta pelajaran dan peringatan bagi kaum muslimin. Lantas bagaimana tata cara khutbah Jumat yang benar?

Syarat Khutbah Jumat

Khutbah Jumat dilakukan dengan memperhatikan sejumlah syarat. Berikut ini adalah syarat-syarat khutbah Jumat:

  • Khatib harus laki-laki.

  • Khatib harus berusaha agar khutbahnya bisa didengar dan diperhatikan, baik dengan suara yang keras maupun dengan mikrofon, sehingga para jamaah bisa mendengar khutbah tersebut.

  • Khutbah harus disampaikan di kawasan tempat pelaksanaan sholat Jumat

  • Khatib harus suci dari hadas kecil dan hadas besar.

  • Khatib harus suci dari najis.

  • Khatib harus menutup aurat.

  • Khutbah dilakukan dengan berdiri bagi yang mampu.

  • Khutbah disertai duduk di antara dua khutbah.

  • Rukun-rukun khutbah Jumat dibaca secara berkesinambungan. Maksudnya tidak ada jeda atau pemisah berupa pembicaraan lain selain khutbah yang disampaikan.

  • Jarak antara khutbah dan sholat Jumat harus sesingkat mungkin

  • Rukun-rukun khutbah yang mesti dibaca berbahasa Arab meliputi bacaan hamdalah, sholawat, pesan takwa, bacaan ayat suci Alquran, dan bacaan doa untuk kaum muslimin. Adapun isi khutbah boleh disampaikan menggunakan bahasa non-Arab.

  • Khutbah dilakukan d waktu Zuhur

Rukun Khutbah Jumat

Khutbah yang disampaikan Khatib. Foto: Freepik
  1. Memuji Allah di Khutbah Pertama dan Kedua

Khutbah Jumat wajib dimulai dengan bacaan pujian kepada Allah SWT. Khatib hendaknya mengucapkan lafadz seperti Alhamdulillah atau bisa juga dengan Asy-syukru lillahi.

  1. Membaca Sholawat Nabi

Selain memuji Allah SWT, khatib juga harus membaca sholawat nabi sebagai bentuk pujian, sanjungan, dan doa yang ditujukan kepada Rasulullah SAW. Salah satu contoh sholawat yang bisa diucapkan adalah:

"Allahumma sholli wa sallam alaa muhammadin wa alaa alihii wa ash haabihi wa man tabiahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin."

  1. Berwasiat Ketakwaan

Khutbah harus berisi pesan ajakan untuk bertakwa pada Allah SWT. Khatib bisa mengucapkan bacaan berikut ini:

Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuuut-taquullaha haqqa tuqaatihi walaa tamuutunna ilaa wa-antum muslimuun.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim”.

  1. Membaca Ayat Suci Alquran

Rukun khutbah Jumat selanjutnya adalah membaca ayat suci Alquran pada salah satu khutbah. Ayat yang dibaca setidaknya merupakan satu kalimat lengkap agar dapat dimengerti maksudnya.

  1. Berdoa untuk Kaum Mukmin

Khutbah ditutup dengan doa untuk kaum mukmin. Doa penutup khutbah yang biasa dipanjatkan adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.

رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.

Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.

Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.

(ERA)