Konten dari Pengguna

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara mandi wajib setelah berhubungan. Foto: Unsplash/abdullah ali
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara mandi wajib setelah berhubungan. Foto: Unsplash/abdullah ali

Daftar isi

Dalam Islam, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang dilarang mengerjakan ibadah wajib dan sunah, salah satunya yaitu kondisi junub setelah melakukan hubungan badan dengan pasangan halal.

Ketika dalam kondisi junub, seorang Muslim perlu melakukan mandi wajib untuk menyucikan badannya dari hadas besar. Amalan ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena ada ketentuan khusus yang perlu dipenuhi.

Dalam Islam, tata cara mandi wajib setelah berhubungan suami istri sudah diatur dengan jelas, mulai dari niat hingga urutannya. Proses ini perlu dipahami agar ibadah dinilai sah dan diterima oleh Allah SWT. Lantas, seperti apa kaidah yang benar?

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan

Ilustrasi tata cara mandi wajib setelah berhubungan. Foto: Unsplash/Kevin Baquerizo

Mandi wajib dilakukan untuk menyucikan diri dari hadas besar, termasuk setelah melakukan hubungan suami istri. Ini merupakan bagian dari ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT, sehingga harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Tata cara mandi wajib setelah hubungan suami istri sebenarnya sama seperti mandi wajib karena kondisi lain seperti haid, nifas, ataupun keluar air mani karena syahwat. Jadi setiap Muslim yang sudah baligh wajib mengetahui tata caranya.

Dirangkum dari buku Pendidikan Islam Informal oleh Dra. Romlah, M.Pd.I, berikut panduan mandi wajib setelah berhubungan suami istri yang bisa Anda simak:

  1. Masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri, mengenakan alas kaki, serta membaca doa masuk kamar mandi.

اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Allahumma innii a'uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi.

Artinya: "Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan."

  1. Melepas pakaian. Namun, disarankan memakai kain basahan sebagai bentuk kesopanan dan kehormatan di hadapan Allah SWT.

  2. Mencuci tangan, lalu membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran, seperti kemaluan dan dubur.

  3. Berwudu seperti wudu untuk salat.

  4. Setelah itu, membaca bismillah dalam hati.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

  1. Menghadap kiblat sewaktu mandi jika memungkinkan.

  2. Menyiram anggota badan secara menyeluruh, dimulai dari bagian kanan tiga kali, lalu kiri tiga kali. Saat pertama kali mengguyurkan air, niatkan dalam hati:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat melakukan mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta'ala."

  1. Membasuh kaki kanan tiga kali, lalu kaki kiri tiga kali, memastikan seluruh tubuh terkena air, termasuk sela-sela rambut dan lipatan kulit.

  2. Menghindari berlama-lama di kamar mandi setelah selesai mandi wajib.

  3. Setelah mandi wajib, membaca doa setelah berwudu. Berikut lafalnya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikan lah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikan lah aku pula termasuk orang-orang yang selalu menyucikan diri."

Baca Juga: Cara Mandi Taubat dan Bacaan Niatnya yang Benar dalam Islam

Perkara yang Menyebabkan Seseorang Wajib Mandi Besar

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Pexels/Pixabay

Selain hubungan suami istri, ada kondisi lain yang mengharuskan seseorang melakukan mandi wajib. Dihimpun dari Pendidikan Islam Informal oleh Dra. Romlah, M.Pd.I., berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui:

1. Keluarnya Mani

Seseorang yang mengeluarkan mani, baik karena syahwat atau sebab lainnya harus melakukan mandi wajib. Ketentuan ini dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Dari Abi Sa'id Al Khudri dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa 'ala aalihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Hanyalah air itu (yakni mandi) adalah karena air pula (yakni karena keluar air mani. " (HR Muslim)

2. Suci dari Haid dan Nifas

Setelah selesai dari masa haid dan nifas, perempuan harus melakukan mandi wajib sebelum mulai beribadah. Tata caranya sama seperti mandi wajib setelah melakukan hubungan suami istri.

3. Meninggal dalam Keadaan Muslim

Sebelum dikafani dan dikuburkan, Muslim yang meninggal dunia harus dimandikan terlebih dahulu. Namun mandi wajib tidak diharuskan bagi jasad yang mati syahid, baik karena berjuang di medan perang ataupun alasan lainnya.

Larangan Orang yang Sedang Berjunub

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Unsplash/Kevin Baquerizo

Orang yang sedang dalam kondisi junub dilarang melakukan ibadah wajib ataupun sunah. Adapun sejumlah larangan yang perlu dijauhi antara lain:

  • Melaksanakan salat fardu dan sunah.

  • Memegang dan membaca Al-Qur'an, kecuali dalam keadaan darurat atau menggunakan penghalang.

  • Melakukan tawaf di Baitullah.

  • Berdiam diri di masjid.

  • Berpuasa, baik sunah maupun fardu.

  • Bagi wanita yang sedang haid, dilarang dijatuhi talak, karena dapat menimbulkan ketidakadilan dalam perhitungan masa iddah.

(NSF)