Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid dan Bacaan Niatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mandi wajib adalah proses pembersihan fisik yang sifatnya wajib bagi seorang Muslim. Tujuan mandi wajib adalah untuk membersihkan dan menyucikan diri dari hadas besar.
Beberapa yang termasuk hadas besar adalah haid, nifas, dan jimak. Mandi wajib dilakukan ketika seorang Muslim tengah dalam keadaan junub tersebut dan hendak beribadah kembali.
Mengutip buku Fiqh Ibadah oleh Abidin, Allah SWT berfirman, "Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al-Maidah : 6).
Mandi wajib atau yang disebut juga mandi besar atau mandi junub, memiliki tata cara tersendiri. Karena hukumnya wajib, maka tata cara mandi wajib pun harus diperhatikan dengan baik. Terlebih bagi perempuan yang mengalami haid setiap bulannya. Apa saja tata cara mandi wajib setelah haid? Simak uraian berikut ini.
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid
Berikut ini adalah penjelasan tata cara mandi wajib setelah haid yang harus diikuti bagi perempuan Muslim sebagai syarat jika ingin beribadah kembali:
Membaca niat "Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta'ala."
Membersihkan bagian kemaluan dengan kapas yang telah diberikan wewangian atau parfum tanpa alkohol.
Membasuh kedua telapak tangan secara menyeluruh bergantian sebanyak tiga kali.
Berwudhu seperti biasa. Ini merupakan salah satu sunnah yang dapat dilakukan saat mandi wajib.
Mandi seperti biasa dengan membasuh dari ujung kepala sebanyak tiga kali. Awali dengan membersihkan rambut memakai shampo.
Bersihkan badan secara menyeluruh seperti biasa. Pastikan bagian tersembunyi atau lipatan tubuh seperti ketiak, belakang telinga, punggung dan lainnya terkena air mengalir.
Lakukan dengan membersihkan bagian kanan terlebih dahulu, kemudian bagian kiri.
(AFM)
