Tata Cara Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalender 1447 Hijriah sudah memasuki bulan Dzulhijjah, sehingga umat Islam bersiap melaksanakan ibadah qurban. Ini adalah ibadah yang jadi salah satu bentuk ketaatan, rasa syukur, dan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, tidak sedikit umat Islam yang berniat menghadiahkan pahala qurban kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Niat tersebut lahir dari rasa cinta, bakti, dan doa seorang anak agar ibadahnya dapat menjadi amal yang bermanfaat bagi orang tua.
Terkait hal itu, sebaiknya setiap Muslim memahami niat serta tata cara pelaksanaannya dengan benar. Bagi Anda yang berencana berkurban atas nama orang tua yang telah meninggal dunia, berikut tata caranya yang dapat menjadi panduan.
Tata Cara Berkurban untuk Orang Tua yang Telah Wafat
Pada dasarnya, tata cara qurban untuk orang tua yang sudah meninggal tidak berbeda dengan qurban biasa. Perbedaannya hanya terletak pada niat dan tujuan pahala yang dihadiahkan kepada almarhum. Mengacu pada laman BAZNAS, berikut tata caranya:
1. Menentukan Niat Kurban
Sebelum qurban dilaksanakan, seseorang perlu berniat bahwa ibadah tersebut ditujukan untuk menghadiahkan pahala kepada orang tua yang telah meninggal. Niat dapat diucapkan dalam hati maupun secara lisan dengan penuh keikhlasan.
Jika seseorang ingin berkurban atas nama orang tua yang telah wafat, niatnya adalah, “Saya niat berkurban untuk ayah/ibu saya yang telah meninggal demi mendekatkan diri kepada Allah.”
2. Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat
Hewan kurban harus memenuhi syarat sah, seperti sehat, cukup umur, dan tidak memiliki cacat. Pemilihan hewan yang baik menjadi bagian penting agar ibadah qurban diterima oleh Allah SWT.
3. Melaksanakan Penyembelihan Sesuai Syariat
Penyembelihan dilakukan dengan menyebut nama Allah SWT dan mengikuti tata cara yang sesuai ajaran Islam. Proses penyembelihan dapat dilakukan di masjid, lapangan, atau tempat penyembelihan hewan qurban yang memenuhi ketentuan syariat.
4. Membaca Doa untuk Orang Tua yang Telah Wafat
Setelah proses penyembelihan selesai, beberapa ulama mengajurkan untuk memanjatkan doa kepada orang tua yang telah meninggal dunia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk harapan agar pahala qurban dapat sampai dan menjadi amal yang diridhai Allah SWT.
5. Membagikan Daging Qurban kepada yang Membutuhkan
Daging qurban dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin, kerabat, dan masyarakat yang membutuhkan. Selain menjadi ibadah, pembagian daging kurban juga mengandung nilai kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan di hari raya.
Keutamaan dan Pahala Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal
Berkurban bisa dilakukan sebagai bentuk doa dan bakti kepada orang tua atau keluarga yang telah wafat. Merujuk pada laman BAZNAS, inilah beberapa keutamaan berkurban untuk orang yang sudah meninggal:
Menjadi bentuk birrul walidain kepada orang tua yang telah wafat: Berkurban dapat menjadi salah satu wujud bakti kepada orang tua meski mereka telah tiada.
Berpotensi menjadi amal sedekah yang pahalanya mengalir: Daging qurban yang dibagikan kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Kebaikan tersebut insya Allah menjadi pahala yang dihadiahkan kepada almarhum.
Mengajarkan pentingnya berbakti kepada orang tua: Berkurban atas nama orang tua yang sudah meninggal juga dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
Menjadi ibadah yang bernilai jika dilakukan dengan niat tulus: Keutamaan qurban akan lebih bermakna apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Oleh sebab itu, niat berkurban sebaiknya bukan untuk mencari pujian, melainkan sebagai bentuk ibadah dan hadiah pahala bagi almarhum.
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat: Idul Adha Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026
(ANB)
