Tata Cara Sholat dan Doa Gerhana Bulan Sesuai Anjuran Rasulullah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana bulan merupakan fenomena astronomi yang terjadi saat bulan purnama atau ketika bumi berada di tengah-tengah matahari dan bulan. Fenomena gerhana bulan ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan agar setiap umat muslim membaca doa gerhana bulan maupun gerhana matahari ketika fenomena ini terjadi.
Selain membaca doa, umat Muslim juga disunahkan untuk mengerjakan sholat pada saat gerhana bulan tersebut sedang terjadi. Hal ini berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Artinya: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat dan bersedekahlah." (HR Bukhari Nomor 1044).
Lalu bagaimana tata cara sholat dan bacaan doa saat gerhana bulan?
Tata Cara Sholat dan Doa Gerhana Bulan
Menurut buku Panduan Super Lengkap Sholat Wajib dan Sunah oleh Ali Imran, sholat gerhana disebut juga dengan sholat kusufain atau sholat sunah dua gerhana. Keduanya memiliki hukum sunah muakkad atau sangat dianjurkan.
Waktu pelaksanaannya adalah sejak terjadi sampai habisnya gerhana. Cara mendirikan sholat gerhana adalah sebagai berikut.
1. Sholat dua rakaat boleh dikerjakan sendiri dan boeh dikerjakan berjamaah.
2. Berdiri tegak dengan menghadap kiblat, kemudian berniat sholat gerhana sambil mengucapkan takbiratul ikhram.
Bacaan niat sholat gerhana bulan untuk imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى
Artinya: "Saya salat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.”
Bacaan niat salat gerhana bulan untuk makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى
Artinya: "Saya salat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”
3. Setelah selesai membaca surat Al Fatihah dan surat lain, kemudian rukuk, lalu iktidal. Setelah itu berdiri tegak lagi.
4. Kemudian kembali membaca surat Al Fatihah dan surat lain, setelah itu rukuk, lalu iktidal, baru lah sujud dan duduk di antara dua sujud sebagaimana mestinya.
5. Lakukan hal yang sama seperti rakaat pertama.
6. Terakhir ucapkan salam.
Selepas sholat gerhana bulan, umat Muslim juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Mengutip buku Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot oleh A. Fatih Syuhud, doa setelah sholat gerhana bulan tercantum dalam surat Al-Hasyr ayat 24 yang berbunyi:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: "Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
(NDA)
