Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Ghoib Beserta Bacaan Niatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata Cara Sholat Ghoib. Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Tata Cara Sholat Ghoib. Foto: Flickr

Sholat Ghoib adalah ibadah yang dilakukan untuk menyolati jenazah dari tempat yang jauh dari lokasi seorang Muslim meninggal. Tata cara sholat ghoib sama dengan sholat jenazah, namun dengan bacaan niat yang berbeda.

Rasulullah SAW sendiri pernah melakukan sholat ghaib saat meninggalnya Raja Najasyi. Diceritakan dalam sebuah hadist:

Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat shalat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).

Sholat ghaib dapat dilaksanakan berjamaah atau sendiri di rumah masing-masing. Berikut ini penjelasan tata cara sholat ghaib dan bacaan niatnya untuk sesama umat Muslim yang telah meninggal dunia.

Tata Cara Sholat Ghoib

Tata Cara Sholat Ghoib. Foto: Flickr

Mengutip buku Tata Cara Sholat Wajib dan Sunnah oleh Muhammad Sulaiman, hukum sholat ghoib adalah sunnah, dan bisa dilakukan di masjid ataupun di atas makam jenazah tersebut.

Adapun tata cara pelaksanaan sholat ghoib sama dengan cara melaksanakan sholat jenazah, baik bacaan, gerakan, maupun syarat dan rukunnya. Perbedaannya hanya niatnya saja.

Dalam sholat ghoib harus disebutkan nama jenazah yang akan disholati. Berikut ini tata cara sholat ghoib.

1. Membaca niat.

Dikutip dari Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) oleh Saiful Hadi El Sutha, bacaan niat sholat ghoib dibedakan tergantung jenis kelaminnya.

Bila jenazahnya laki-laki maka lafal niatnya adalah:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتِ (فُلَانِ) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.

Bila jenazahnya perempuan, maka lafal niatnya adalah:

أُصَلِّي عَلَى مَيِّتَةِ (فُلَانَةٍ) الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا/مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’ala.

2. Takbir pertama membaca Surat Al Fatihah.

3. Takbir kedua membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Allohumma sholli alaa sayyidinaa muhamma wa alaa ali sayyidinaa Muhammad, kama sholaita alaa sayyidina ibrohim wa alaa sayyidina ibrohim, wa barik alaa sayyidinaa Muhammad wa alaa ali sayyidina Muhammad, kama barakta alaa sayyidina ibrohim wa alaa ali sayyidina ibrohim, fil alaaminaa innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, Limpahkanlah rahmatmu kepada Nabi Muhammad. Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau telah beri berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Bahwasanya Engkau Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

4. Takbir ketiga membaca doa untuk jenazah.

Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.

Artinya: "Ya Allah ampuniah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia"

5. Takbir keempat dianjurkan untuk membaca doa sebelum salam.

Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia."

6. Mengucap salam.

(NDA)