Tata Ibadah Natal Sekolah Minggu, Lengkap dengan Lirik Lagunya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 13 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata ibadah Natal Sekolah Minggu merupakan kegiatan ibadah untuk anak-anak yang dilakukan bersama-sama dalam rangka memperingati Hari Raya Natal. Kegiatan ini biasanya diadakan setiap hari Minggu di dalam gereja.
Mengutip buku Pendidikan Agama Kristen PAUD oleh Steven Tubagus, Sekolah Minggu adalah kegiatan ibadah anak-anak khususnya di Indonesia yang berfungsi untuk mengasuh anak-anak, memberikan pengetahuan, keterampilan, dan menanamkan nilai-nilai keimanan mengenai Tuhan Yesus Kristus.
Sekolah Minggu bertujuan untuk mencetak generasi pengikut Yesus Kristus yang dewasa secara iman maupun pengetahuan. Karenanya, Guru Sekolah Minggu (GSM) memiliki tanggung jawab agar Anak Sekolah Minggu (ASM) mempunyai wawasan dan keimanan.
Sekolah Minggu memiliki rangkaian ibadah yang biasa dilakukan, termasuk saat perayaan Natal. Lantas, bagaimana tata ibadah Natal Sekolah Minggu? Berikut ini adalah penjelasannya.
Tata Ibadah Natal Sekolah Minggu
Mengutip laman Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), berikut adalah tata ibadah Natal Sekolah Minggu yang bisa dijadikan referensi.
1. Tema
Diperlengkapi untuk Melakukan Perbuatan Baik (2 Timotius 3:17)
2. Subtema
Perlengkapilah Jemaat menjadi Pelayan yang berhikmat, beriman dan berhati tulus agar semakin sempurna serta membawa kesejahteraan dan Kebaikan bagi Gereja, Masyarakat dan Negara. (2 Petrus 1:5; Efesus 4: 13-15)
3. Panggilan Beribadah
Beberapa anak Sekolah Minggu ikut dalam rombongan prosesi memasuki ruang gereja sambil membawa lilin yang sudah dinyalakan dan menyanyikan lagu Kidung Jemaat No. 91: 1-3 "Putri Sion Nyanyilah".
Putri Sion, nyanyilah; soraklah Yerusalem!
Mari sambut Rajamu, Raja Damai terimalah!
Putri Sion, nyanyilah; soraklah, Yerusalem!
Hosiana, Putra Daud, umat-Mu berkatilah!
Dirikanlah takhta-Mu mahatinggi, mulia
Hosiana, Putra Daud, umat-Mu berkatilah!
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja Mulia!
Raja Damai abadi, Putra Allah yang kekal
Hosiana, Putra Daud, Salam, Raja Mulia!
4. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 3: 1+4 Kami Puji dengan Riang
Kami puji dengan riang, Dikau Allah yang besar
Bagai bunga terima siang, hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita, kebimbangan, telah lenyap
Sumber suka yang abadi, beri sinar-Mu menyerap
Mari kita pun memuji dengan suara menggegap
Menyanyikan kuasa kasih yang teguh serta tetap
Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang
Ikut mengagungkan kasih dalam lagu pemenang
5. Votum dan Doa Pembuka Ibadah Natal
Liturgis: Di dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh kudus, Amen. Ibadah perayaan Natal Sekolah Minggu ini demi kemuliaan Allah yang datang menjelma dalam Yesus Kristus serta yang menuntun kehidupan manusia dan dunia dalam kuasa Roh kudus.
Jemaat: Sebab Yesus Kritus telah lahir untuk kita, seorang Putra telah diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya dan nama-Nya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.
Liturgis: Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah Nama-Nya. Pujilah Tuhan yang membawa keselamatan bagi kita, dan memberikan kedamaian sejati bagi setiap orang percaya kepada-Nya.
Jemaat: Tuhan adalah terangku dan keselamatanku. Dialah tempat perlindunganku dan hidupku adalah milik-Nya. Haleluya... haleluya... haleluya....
Liturgis: Mari kita berdoa!... Amen.
6. Bernyanyi "Bila Kulihat Bintang Gemerlapan"
Maka jiwaku pun memuji-Mu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar
Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaan-Mu yang besar
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Apabila nanti Kristus memanggilku, sukacita amatlah besar
Karena terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
Maka jiwaku pun memujiMu: "Sungguh besar Kau, Allahku!"
7. Liturgi I (Penciptaan)
Prolog: Bumi dan segala isinya, pada awalnya begitu indah dan teratur serta sempurna. Semua diciptakan dengan begitu luar biasa. Kita sering bertanya siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya itu? Siapakah yang mengaturnya?
(Matahari): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya, Allah. Ia menciptakan aku, matahari, dengan sinarnya. Allah yang Mahakuasa, hanya kepadaNyalah aku tunduk. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Bintang): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan. Ia yang menciptakan aku, bintang. Ia memberikan aku cahaya untuk menerangi kegelapan malam hari dan bertaburan di langit yang biru dan tinggi.
Melalui aku, Tuhan menyatakan keindahan ciptaan yang dikerjakan oleh tangan-Nya dan menerangi setiap sisi gelap manusia dan ciptaan lainnya. Aku sujud dan tunduk kepada-Mu, ya Tuhan, Allah semesta alam. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Bumi): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan, Ia yang telah menjadikan diriku, bumi dan langit. Dengan Firman-Nya, Ia telah mencipta.
Aku telah dicipta dengan begitu indah dengan berbagai lapisan-lapisan yang memberikan kenyaman bagi makhluk ciptaan yang ada di dalamku. Sungguh aku sangat tunduk dan sujud menyembah Engkau Ya, Tuhan, Allah semsesta alam. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Air): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi. Pada awalnya bumi masih kosong dan belum berbentuk, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Dengan Firman-Nya ia telah mengaturku sedemikian rupa. Dengan Firman-Nya yang penuh kuasa, aku telah dibentuk menjadi ciptaan yang begitu indah, sehingga terciptalah samudra dan lautan dan terbentuklah daratan. Aku sujud dan tunduk kepadaMu, Ya Tuhan. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Angin): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan. Ia menciptakan segala sesuatu yang dahulunya tidak ada kini menjadi ada. Dengan Firman-Nya aku dibentuk memberi kesejukan kepada ciptaan yang telah diciptakan.
Aku yang adalah angin dapat memberikan kesejukan dan dapat untuk merobohkan, tetapi aku tunduk dan sujud menyembah kepada Tuhan. Dialah Allah yang memberikan kesejukan yang abadi. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Pohon): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan, Allah Pencipta yang begitu hebat. Dengan Firman-Nya, Ia telah menjadikan semuanya indah. Ia menciptakan aku, pohon.
Aku dapat merasakan sejuknya embun di pagi hari, hangatnya sinar mentari, dan indahnya bintang malam hari. Semuanya itu telah memberikan semua kebutuhanku. Aku sujud dan menyembah-Mu ya Tuhan yang penuh dengan keagungan dan Kuasa ada pada-Mu. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Manusia, Laki-Laki): Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan, Allah Pencipta yang begitu hebat. Dengan Firman-Nya, ia menciptakan aku dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas kehidupan kepadaku.
Ia menciptakan aku segambar dan serupa dengan Dia. Dia memberi kuasa kepadaku atas semua ciptaan lainnya untuk memelihara dan melestarikannya. Sungguh, aku memuji keagungan-Mu Tuhan, Sungguh Ajaibnya Kuasa-Mu Tuhan. Terpujilah Engkau Tuhan.
(Manusia, Perempuan): Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya Tuhan, Allah Pencipta yang begitu kuasa. Dengan Firman-Nya, ia telah menciptakan aku dari tulang rusuk laki-laki.
Dia telah menciptakan aku begitu indah sesuai dengan firman-Nya. Aku sujud dan menyembah-Mu ya Tuhan yang penuh dengan kemuliaan dan kuasa. Terpujilah Engkau Tuhan.
8. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 385: 1-3
Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan
Terlebih diriku dikasihi Tuhan
Bunga bakung di padang diberi keindahan
Terlebih diriku, dikasihi Tuhan
Burung yang besar, kecil, bunga indah warnannya
Satu tak terlupa, oleh Penciptanya
9. Liturgi II (Manusia Berdosa)
Prolog: Wah... indah sekali semua ciptaan Allah. Allah juga memberi nama manusia yang pertama yaitu Adam dan Hawa, dan mereka tinggal di taman Eden dengan penuh sukacita.
Namun, iblis tidak senang melihat kebahagiaan manusia, maka iblis yang masuk ke dalam ular memperdaya manusia dengan tipu muslihatnya…
Ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Suatu hari iblis masuk ke dalam ular dan membujuk Hawa melawan Allah.
Hawa menurut kepada Iblis, begitu juga dengan Adam. Mereka memakan buah yang dilarang Allah.
Allah sangat sedih karena Adam dan Hawa tidak menuruti perintah Allah, maka Allah mengusir mereka dari taman Eden.
Narator: Kini seluruh dunia menjadi susah. Manusia tidak takut lagi untuk melakukan yang tidak baik.
(Marah): Akulah sifat yang paling banyak diminati oleh manusia, mulai dari anak kecilpun sudah ada. Kalau seseorang anak kemauannya tidak dituruti oleh orangtuanya maka dia akan marah, apalagi orang dewasa, maunya marah terus.
(Pembohong): Lagu Sekolah Minggu ada yang berbunyi begini: "bohong, bohong, bohong, bohong itu dosa". Namun kenyataannya tetap saja manusia bohong. Orangtua saja mau berbohong, apalagi anak-anak supaya mereka tidak dimarahi oleh orang tuanya.
(Iri hati): Apa itu? Aku adalah iri hati. Kalian tahu bahwa saat ini sedang galak-galaknya manusia tidak senang melihat orang lain senang tapi senang melihat temannya susah. Itu karena iri hati, tahu? Padahal dia tidak dirugikan kalau temannya senang, tetapi begitulah… namanya juga iri hati…
(Malas): Harus belajar… malas ah, nanti saja kalau sudah mau dekat ujian. Kalau ujian nanti tidak bisa, contek punya teman saja. Apa? Mau ke Sekolah Minggu? Lebih baik juga nonton sambil tidur-tiduran.
10. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 85: 1+3
Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datang-Mu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku
Supaya kuyakini tujuan janji-Mu
Betapa Kau berkorban hendak menghiburku
Dikala ku di jurang sengsara kemelut
Kau datang, Juruselamat, dengan sejahtera
Keluh kesahku tamat dan hatiku cerah
11. Liturgi III (Janji Allah)
Prolog: Akibat dari dosa, manusia diusir dari taman Eden. Namun Allah masih terus membantu manusia dalam kehidupannya dan Ia memberi janji keselamatan terhadap manusia bahwa Jususelamat akan datang.
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan.
Seorang anak laki-laki telah lahir untuk kita dan segala kuasa ada pada-Nya.
Dia akan disebut Penasehat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal dan Raja Damai.
Ia yang memberi damai sejahtera selamanya dan akan memerintah diatas Tahta Daud.
Ia berkuasa atas Kerajaan-Nya dan memimpin dengan Adil dan jujur sampai selama-lamanya.
Ia akan lahir di kota kecil Betlehem dari sana akan datang seseorang yang memerintah Israel.
Ia kelak akan seperti seorang gembala.
Ia akan melindungi domba-Nya dengan kekuatan Tuhan.
Ia akan berkuasa atas nama Tuhan! Rakyat-Nya akan bahagia, aman dan sejahtera.
Kekuasaan dan kebesaranNya akan tersebar sampai ke ujung bumi dan Ia akan membawa damai.
12. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 123: 1+4
Selamat-selamat datang Yesus Tuhanku
Jauh dari surga tinggi kunjungan-Mu
Selamat datang Tuhanku ke dalam dunia
Damai yang Kau bawa tiada taranya
Salam… salam…
Datang orang Majus ikut bintang-Nya
Membawa pemberian dan menyembah
Yang dipersembahkan kemenyaan, emas dan mur
Pada Juruselamat mereka bersyukur
Salam… salam…
13. Liturgi IV (Kelahiran Yesus)
Narator: Tibalah saat yang dinantikan itu. Allah akan memberikan seseorang untuk menolong kita yang berdosa dan semua isi dunia ini. Dialah disebut Mesias, Juruselamat dunia. Marilah kita dengarkan berita sukacita kelahiran Juruselamat.
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
14. Pembacaan Puisi "Doa Natal"
Ya Tuhan,
Terang sudah tiba,
Lilin di Betlehem menyala
Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
Dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya
Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
Sementara Natal tiba dan cakrawala malam
Sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu
Amin!
15, Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 92: 1-3
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus
Anak tidur tenang, anak tidur tenang
Malam kudus, sunyi senyap
Kabar Baik menggegap
Bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
"Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"
Malam kudus, sunyi senyap
Kurnia dan berkat tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus
Cinta kasih kekal, cinta kasih kekal
16. Liturgi V (Hidup Baru)
Narator: Kelahiran Yesus adalah sukacita bagi umat manusia, kita harus mensyukuri dan memuliakan Yesus Kristus dengan hati tulus dan ikhlas. Segala pujian dan ucapan syukur kita persembahkan kepada-Nya.
Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!
Haleluya! Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Kelahiran Yesus membawa semangat dan hidup baru bagi kita anak-anak-Nya.
(Sukacita): Aku adalah si sukacita. Indah sekali dunia ini. Lihatlah pohon natal ini begitu indah, lampunya kerlap-kelip dan hiasannya yang cantik.
Dunia terasa begitu indah karena setiap orang mampu selalu bersukacita. Mari kita syukuri setiap berkat Tuhan, pasti setiap orang akan lebih mudah untuk tersenyum.
(Rendah Hati): Di hadapan Tuhan setiap orang adalah sama. Di mata Tuhan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dan bagi Tuhan tidak ada yang lebih terhormat atau yang hina, semuanya sama. Kalau setiap orang menyadari hal itu, maka kita akan selalu bersukacita dan rendah hati.
(Sabar): Kesabaran pasti mendatangkan kebaikan. Orang tua kita selalu sabar mendidik dan merawat anak-anaknya. Lihat juga para guru di sekolah dan di sekolah Minggu, mereka juga tetap sabar biarpun anak didiknya terkadang tidak baik.
(Kasih): Kasih itu lemah lembut, kasih itu memaafkan, kasih itu murah hati. Yesus datang ke dunia ini hanya karena kasihnya kepadaku, kepadamu dan kepada kita semua manusia. Karena itu marilah kita hidup saling mengasihi supaya damai dan sukacita Natal dapat kita rasakan.
17. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 119: 1-2
Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!
Dihatimu terimalah! Bersama bersyukur
Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!
Hai dunia, elukanlah Rajamu, Penebus!
Hai bumi, laut, gunung lembah, bersoraklah terus
Bersoraklah terus, bersorak-soraklah terus!
18. Renungan Natal
Renungan Natal ini dapat melalui pertunjukan drama yang memiliki makna mendalam terkait hari kelahiran Yesus Kristus.
19. Bernyanyi dari Kidung Jemaat No. 99: 1-3
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia! Damai dan sejahtera turun dalam dunia."
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka, lahir dalam dunia dan Maria bunda-Nya
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal
Dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
Raja Damai yang besar, Suraya Hidup yang benar
Menyembuhkan dunia di naungan sayap-Nya
Tak memandang diri-Nya, bahkan maut diterima-Nya
Lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
20. Doa Penutup
Ibadah Natal Sekolah Minggu diakhiri dengan doa persembahan, doa penutup, dan berkat.
Selanjutnya, pelaksanaan acara perayaan Natal, mulai dari kata-kata ucapan Natal dari pembimbing Sekolah Minggu, persembahan pujian, dan rangkaian acara lainnya.
(SFR)
Baca juga: 5 Puisi Natal yang Menyentuh Hati
