Tawadhu: Pengertian, Ciri-ciri, dan Keutamaannya bagi Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu akhlak terpuji yang diajarkan di dalam Islam adalah tawadhu. Tawadhu merupakan sikap yang harus dimiliki semua orang. Ketika seseorang mampu bersikap tawadhu, ia akan terhindar dari kesombongan.
Dikutip dari Be Excellent Menjadi Pribadi Terpuji karangan H. Ahmad Yani (2007: 101), tawadhu adalah bentuk sikap rendah hati, namun tanpa merasa dirinya hina dan rendah.
Orang yang bertawadhu menyadari bahwa dirinya adalah manusia biasa sekalipun ia memiliki kelebihan. Dengan bertawadhu, seseorang dapat mengetahui batasan dirinya terhadap suatu hal. Tawadhu juga bisa disamakan dengan sikap tahu diri.
Ciri-ciri utama seseorang yang memiliki sikap tawadhu adalah tidak senang mengumbar keunggulan dirinya sekalipun ia memang memiliki kelebihan itu. Namun, perlu diingat bahwa tawadhu bukanlah sikap merendahkan diri agar mendapatkan pujian dan penghormatan.
Orang yang bertawadhu juga tidak akan memilih-milih teman saat bergaul dan bersedia mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan dirinya sendiri.
Lantas apa saja keutamaan yang diperoleh seseorang yang mampu bersikap tawadhu? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Keutamaan Sikap Tawadhu
Tawadhu merupakan salah satu sikap terpuji yang memiliki keutamaan luar biasa jika manusia mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun keutamaan yang diperoleh manusia, di antaranya meliputi:
1. Mampu Mengangkat Derajat Seseorang
Barang siapa yang memiliki sikap tawadhu, Allah SWT akan senantiasa memuliakan dan mengangkat derajat orang-orang tersebut, sehingga manusia-manusia lainnya turut menghormatinya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. "Tidaklah seorang bertawadhu yang ditunjukkan semata-mata karena Allah SWT, melainkan Allah Azza wa Jalla akan mengangkat derajatnya."
2. Memberikan Rasa Aman dan Tentram Antar Umat
Tawadhu dapat memberikan rasa aman dan tentram bagi sesama umat manusia. Dengan bersikap tawadhu, tercipta keselamatan, persaudaraan yang erat, menghapuskan dendam antar umat manusia, serta menghindarkan dari permusuhan.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu, sehingga seseorang tidak merasa bangga lagi sombong terhadap orang lain dan tidak pula berlaku aniaya kepada orang lain." HR Muslim (XVII/200 dalam Syarh Shahiih Muslim, Imam an-Nawawi) dan selainnya, dari hadits 'Iyadh bin Hamad.
3. Terhindar dari Kesombongan
Salah satu keutamaan bersikap tawadhu adalah terhindar dari sikap sombong atau takabur. Sombong merupakan sifattercela yang sangat dibenci Allah SWT. Ketika seseorang memiliki sikap rendah hati, secara tidak langsung ia akan dijauhkan dari sikap dan perasaan sombong.
Nabi Muhammad SAW berkata: "Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah." (HR. Muslim).
(VIO)
