Teknik Aquarel: Pengertian, Jenis dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam seni lukis ada banyak sekali teknik yang dapat diterapkan, salah satunya adalah teknik aquarel. Teknik ini dilakukan di atas media basah agar menghasilkan warna yang tipis atau transparan, biasanya menggunakan cat air atau cat akrilik.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai teknik aquarel, mulai dari pengertian, ciri-ciri, contoh gambar, hingga jenis-jenisnya yang bisa dipelajari.
Pengertian Teknik Aquarel
Teknik aquarel adalah sebuah teknik melukis dengan menggunakan cat air. Teknik ini dilakukan dengan sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang tampak seperti transparan.
Jadi, untuk membuat sebuah gambar atau lukisan dengan teknik aquarel, perlu menyiapkan media basah, seperti cat air. Penggunaan bahan ini dipilih untuk menghasilkan gambar dengan objek yang terlihat transparan.
Dikutip dari Buku Siswa Seni Budaya SMA/MA Kelas 10 terbitan Gramedia Wisasaran Indonesia, cat air memiliki karakter yang transparan, sehingga warna yang dipulaskan terlebih dahulu tidak dapat ditutup dengan warna lain di atasnya karena akan tercampur.
Kelebihan cat air sebagai alat gambar dan lukis adalah mudah kering, tidak berbau, mudah dibersihkan, dan warna yang dihasilkan lebih tajam. Selain itu, lukisan yang dihasilkan memiliki tekstur yang halus dan dapat bertahan hingga puluhan tahun.
Ciri Teknik Aquarel
Dikutip dari Cakrawala Teknik Melukis dan Menggambar di Nusantara dan Mancanegara oleh Tim PGSD E, berikut adalah beberapa ciri lukisan dengan teknik aquarel.
Teknis menggambarnya menggunakan goresan atau pewarnaan tipis.
Media yang biasanya digunakan untuk melukis pada teknik ini adalah kertas lukis atau kertas gambar biasa.
Gambar yang dihasilkan terlihat transparan.
Sifat cat air yang digunakan pada lukisan mudah mengering sehingga hasil lukisannya cenderung ekspresif dan spontan.
Sifat cat air pada lukisan tidak bisa menutup warna atau media yang terlapisi cat air, sehingga warna dasarnya tidak ikut hilang.
Untuk mendapatkan warna tebal, perlu dilakukan dengan cara menumpukkan warna secara berulang-ulang menggunakan bantuan kuas.
Warna yang dihasilkan cenderung terkesan cerah dan memiliki ketajaman.
Mudah dipengaruhi oleh suasana sekitarnya, seperti udara yang lembap, udara kering, dan lain sebagainya.
Tidak memiliki aroma atau bau menyengat.
Contoh Gambar Teknik Aquarel
Berikut adalah beberapa contoh gambar dengan teknik aquarel yang bisa diperhatikan.
1. Lukisan Bunga
2. Lukisan Kota Moskow
3. Lukisan Danau
4. Lukisan Pemandangan
5. Lukisan Anjing
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Mengggunakan Teknik Aquarel
Dalam menggunakan teknik aquarel ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dikutip dari situs web Encyclopedia Jakarta, berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teknik aquarel:
1. Alat dan Media Lukis
Untuk menggunakan alat dan media lukis teknik aquarel, bisa menggunakan cat air, kertas gambar, kuas cat, palet cat air, air, dan kain lap. Pilihlah cat air dan kuas lukis yang berkualitas agar hasil lukisan lebih maksimal.
Kertas lukis yang paling sesuai untuk teknik ini adalah kertas aquarel. Namun, Anda tetap bisa menggunakan kertas gambar biasa dengan kualitas standar.
2. Sketsa Gambar
Sebelum menggunakan cat air untuk membuat lukisan, ada baiknya membuat sketsa gambar menggunakan pensil dengan pola yang tipis. Pola tersebut berguna untuk menghindari ketidaktepatan pada objek gambar.
3. Membasahi Kertas dengan Air
Salah satu keunikan dari teknik aquarel yaitu membasahi media gambar seperti kertas atau kanvas dengan menggunakan air terlebih dahulu. Tujuannya untuk memberikan efek tipis pewarnaan pada gambar maupun lukisan.
4. Pewarnaan
Di tahap ini, hindari menyapukan kuas secara menyilang maupun menggulung-gulung kertas gambar. Selain dapat merusak gambar, cara ini tidak akan menghasilkan intensitas warna yang diinginkan.
5. Pengeringan
Sentuhan akhir yang harus dilakukan saat menggunakan teknik Aquarel yaitu dengan mengangin-anginkan media gambar atau menjemurnya di bawah terik matahari.
Hindari menggunakan alat pengering seperti hair dryer, karena dikhawatirkan dapat merusak media gambar seperti cat tercecer, menggulung, dan sebagainya.
Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan teknik ini, berikut jenis-jenis teknik aquarel yang menarik untuk diketahui.
Baca Juga: Pengertian, Jenis, dan 4 Tujuan Berkarya Seni Lukis
Jenis-Jenis Teknik Aquarel
Dikutip dari buku Seni Rupa SMP: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, dan Pameran oleh Eighteen Salasi, ada dua jenis teknik aquarel, yaitu:
1. Wet on Wet
Ini adalah teknik melukis aquarel dengan cara menimpa cat yang masih basah dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Sehingga warna yang dihasilkan akan lebih bergradasi.
2. Wet on Dry
Wet on Dry adalah teknik melukis aquarel dengan cara menimpa cat yang sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan warna yang lebih tajam.
(IPT & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu teknik aquarel?

Apa itu teknik aquarel?
Teknik aquarel adalah sebuah teknik melukis dengan menggunakan cat air. Teknik ini dilakukan dengan sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang tampak seperti transparan.
Bagaimana karakteristik cat air?

Bagaimana karakteristik cat air?
Cat air memiliki karakter yang transparan, sehingga warna yang dipulaskan terlebih dahulu tidak dapat ditutup dengan warna lain di atasnya karena akan tercampur.
Apa kelebihan cat air pada lukisan aquarel?

Apa kelebihan cat air pada lukisan aquarel?
Kelebihan cat air sebagai alat gambar dan lukis adalah mudah kering, tidak berbau, mudah dibersihkan, dan warna yang dihasilkan lebih tajam.
