Konten dari Pengguna

Teknik Dasar Tenis Meja: Grib, Stance, hingga Stroke

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash

Tenis meja tergolong dalam kategori permainan bola kecil. Cabang olahraga ini menggunakan bola pingpong kecil untuk bermain. Selain itu, permainan ini juga membutuhkan bet berlapis karet sebagai pemukul bola serta meja yang dilapisi net.

Permainan tenis meja bisa dimainkan oleh pemain tunggal yang terdiri dari dua pemain dan pemain ganda dengan dua pasang pemain. Dalam permainan ganda, terdapat kategori ganda putri, putra, dan campuran.

Seperti olahraga lainnya, permainan tenis meja juga memiliki teknik dasar tertentu. Teknik ini harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain untuk meraih kemenangan.

Lalu, apa saja teknik dasar olahraga tenis meja? Simak jawabannya disini.

Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash

Teknik Memegang Bet (Grib)

Teknik memegang bet sangat penting dalam tenis meja. Teknik ini dapat menentukan hasil pukulan yang dilayangkan oleh pemain. Ada beberapa teknik memegang bet yang harus dikuasai, di antaranya:

Teknik Shakehand Grip

Shakehand Grip merupakan teknik yang paling sering digunakan dalam tenis meja. Ini karena teknik tersebut bisa memudahkan pemain untuk melakukan pukulan backhand dengan cepat.

Untuk menerapkan teknik ini, Anda dapat menggenggam bet dengan seluruh jari seperti sedang berjabat tangan. Sementara itu, kepala bet dapat diposisikan ke atas.

Teknik Penhold Grip

Teknik penhold grip banyak dilakukan oleh pemain yang berasal dari Asia. Teknik ini dilakukan dengan meniru posisi tangan ketika memegang pena. Lalu, arahkan kepala bet ke arah bawah.

Teknik Seemiller Grip

Teknik seemiller cukup mirip dengan shakehand, namun perbedaannya terlihat pada letak jari telunjuk. Teknik ini dilakukan dengan menempatkan jari telunjuk untuk memegang seluruh bagian bet. Lalu, putar bet sebesar 20-90 derajat ke arah badan.

Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash

Teknik Bersiap Siaga (Stance)

Selain memegang bet, pemain juga harus menguasai teknik stance atau bersiap siaga. Tujuannya untuk mempersiapkan diri ketika menerima serangan dari lawan. Teknik stance terbagi menjadi dua, yaitu:

Side Stance

Pada posisi ini, badan pemain harus berada pada posisi menyamping kiri atau kanan. Ketika melakukan serangan, pemain harus mendekatkan bahunya ke net. Tujuannya agar pemain dapat menyerang dengan lebih mudah.

Square Stance

Square stance adalah posisi andalan untuk blocking dan membalikkan servis. Pada posisi ini, pemain harus berada di posisi tengah dengan tubuh menghadap ke net. Agar lebih mudah bergerak, pemain dapat menggunakan satu kaki untuk berpindah ke kanan, kiri, depan atau belakang.

Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash

Teknik Gerakan Kaki (Footwork)

Teknik gerakan kaki juga menjadi teknik penting. Footwork dapat membantu pemain untuk memposisikan diri saat menyerang atau bertahan. Berikut cara melakukan teknik footwork:

  • Posisikan tubuh agak jongkok menghadap lawan dengan lutut sedikit ditekuk. Kemudian, pastikan posisi kaki selebar bahu.

  • Posisikan lengan atas di dekat tubuh dan lengan bawah mengarah ke depan. Tekuk sedikit siku Anda dengan rileks.

  • Langkah kaki bisa bergerser ke kanan atau kiri, tergantung dari arah datangnya bola.

Ilustrasi Tenis Meja foto:Unsplash

Teknik Pukulan (Stroke)

Teknik pukulan adalah kunci dari permainan tenis meja. Untuk memenangkan pertandingan, pemain harus menggunakan teknik pukulan yang tepat dan sesuai. Ada beberapa teknik pukulan, yaitu:

Forehand Drive

Teknik forehand drive biasanya diterapkan ketika bola berada di kanan tubuh. Berikut langkah-langkahnya:

  • Rendahkan posisi tubuh, lalu gerakkan tangan yang memegang bet ke arah pinggang. Jika tidak kidal, gerakan bet ke arah kanan. Namun jika kidal, pemain dapat menggerakan ke kiri.

  • Posisikan siku membentuk sudut 90 derajat.

  • Jika sudah, gerakan tangan ke depan tanpa merubah siku.

Backhand Drive

Backhand drive biasanya dilakukan jika bola berada di sebelah kiri badan pemain. Berikut langkah untuk melakukannya:

  • Rendahkan posisi tubuh, gerakkan tangan kea rah pinggang sebelah kiri.

  • Posisikan siku membentuk sudut 90 derajat.

  • Setelah itu, gerakkan tangan dan bet ke arah depan sambil menjaga siku agar bet tetap dalam posisi 90 derajat.

Forehand Push

Teknik ini dilakukan jika posisi bola hampir menyentuh papan meja. Untuk menerapkannya, simak langkah berikut:

  • Posisikan bet di atas dengan sedikit mengarah ke belajang tubuh. Pastikan juga siku berada di dekat pinggang.

  • Ayunkan bet ke depan dengan sedikit mengarah ke bawah.

  • Pukul bola usai memantul di meja.

Backhand Push

Seperti forehand push, teknik ini juga diterapkan jika posisi bola sangat rendah. Berikut langkahnya:

Posisikan bet di atas dengan sedikit mengarah ke belakang tubuh.

  • Pastikan siku ada di dekat perut, miringkan juga pergelangant angan sedikit ke arah belakang.

  • Pukul bole ketika mendekati tubuh.

  • Pastikan posisi siku tetap diam. Namun, posisi lengan bawah dan pergelangan tangan bergerak untuk memukul bola.

Service

Pemain harus mengusasi teknik servis agar dapat memukul bola pertama dengan baik. Untuk menerapkannya, simak langkah berikut.

  • Pastikan bola pingpong di pegang di atas permukaan meja agar bola bisa diawasi dengan baik.

  • Pegang bola dengan telapak tangan dan lempar secara vertikal.

  • Pukul bola saat menyentuh permukaan meja. Pastikan bola dipukul di belajang garis paling akhir.

(GTT)