Konten dari Pengguna

Teknik Wawancara Dalam Penelitian Sosial Lengkap dengan Tahapannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik wawancara. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Teknik wawancara. Foto: Pexels

Dalam sebuah penelitian sosial, wawancara menjadi salah satu teknik pengambilan data yang dapat dilakukan. Kualitas sebuah penelitian dapat dilihat dari pengambilan datanya melalui ketepatan cara yang digunakan dalam penelitian.

Wawancara secara harafiah memiliki arti tanya jawab yang dilakukan oleh dua pihak yaitu narasumber dan pewawancara. Tujuannya untuk mendapatkan jawaban atau keterangan yang akan diolah dalam penelitian.

Orang yang dapat dijadikan narasumber merupakan mereka yang memiliki keahlian serta sesuai dengan kualifikasi dari penelitian yang akan dilakukan. Sutrisno Hadi mengemukakan bahwa setidaknya ada empat hal yang perlu dipegang oleh peneliti dalam menggunakan metode wawancara, yaitu sebagai berikut.

  1. Responden atau narasumber adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri.

  2. Pernyataan dari responden atau narasumber kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.

  3. Interpretasi tentang topik sebuah penelitian antara responden atau narasumber dengan peneliti adalah sama.

Teknik wawancara. Foto: Pixabay

Teknik Wawancara

Dalam pelaksanaannya, teknik wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak. Selain itu dapat juga dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun melalui sambungan telepon. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini.

Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur merupakan teknik wawancara yang dilakukan apabila peneliti telah memiliki informasi dari apa yang akan ditelitinya. Pewawancara juga telah menyiapkan pertanyaan tertulis serta alternatif jawabannya.

Adapun alat yang dapat menunjang wawancara terstruktur dalam penelitian adalah tape recorder, gambar, brosur dan alat lain yang dapat melancarkan proses wawancara.

Wawancara Tidak Terstruktur

Sementara itu, wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Biasanya teknik ini digunakan pada penelitian yang dilakukan secara mendalam untuk mendapatkan jawaban dari responden atau narasumbernya. Isi pembicaraan bergantung pada suasana wawancara.

Teknik wawancara. Foto: Unsplash

Wawancara Tatap Muka (Face To Face)

Wawancara jenis ini dilakukan dengan menemui dan menanyakan secara langsung kepada responden atau narasumber. Dengan bertemu langsung narasumber, jawaban yang diperoleh pun bisa lebih luas dan spesifik.

Dalam teknik wawancara tatap muka dapat mengangkat tema yang sensitif dan kompleks. Peneliti dapat melihat secara langsung gerak gerik dari subyek atau narasumber. Namun, pada kenyataannya narasumber seringkali merasa tidak bebas dengan wawancara jenis ini.

Wawancara Telepon

Berbeda dari wawancara tatap muka, wawancara melalui sambungan telepon dapat lebih menghemat waktu dan tenaga. Namun wawancara telepon seringkali terbentur pada durasi sehingga pertanyaan yang membutuhkan penjelasan panjang sulit dilakukan.

Baik itu wawancara langsung maupun via telepon, akan selalu menyebabkan terjadinya kontak pribadi. Oleh karena itu, peneliti diharapkan untuk dapat memahami situasi dan kondisi narasumber dengan tepat agar tidak timbul kesalahpahaman di antara keduanya.

Teknik wawancara. Foto: iStock

Tahapan Wawancara

Proses wawancara terbagi atas tiga tahap, yaitu dalam tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan wawancara. Berikut penjelasan lengkapnya.

Tahap Persiapan

  1. Menentukan topik wawancara.

  2. Mengumpulkan informasi sebagai sumber data.

  3. Menentukan narasumber yang tepat dan sesuai dengan topik wawancara.

  4. Menyusun daftar pertanyaan atau garis besar pertanyaan wawancara.

Tahap Pelaksanaan

  1. Mengutamakan etika dasar dalam wawancara yaitu salam dan memperkenalkan diri serta maksud dan tujuannya.

  2. Menyampaikan pertanyaan dengan bahasa yang sopan.

  3. Mencatat dan merekam sebagai bukti dari hasil wawancara.

  4. Mengakhiri dengan etika yang sesuai dan meminta ketersediaan narasumber untuk dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi atau dilengkapi.

Tahap Penyusunan Hasil Wawancara

  1. Mengecek kembali hasil wawancara

  2. Menuliskan ulang sesuai dengan kebutuhan tanpa mengubah isi dari wawancara

  3. Menjaga identitas narasumber jika diperlukan.

(HDP)