News
·
27 Mei 2021 17:16
·
waktu baca 3 menit

Teks Eksplanasi Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contohnya

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
Teks Eksplanasi Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contohnya (41969)
searchPerbesar
Ilustrasi teks eksplanasi ilmiah. Foto: Unsplash
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, teks dibedakan menjadi berbagai jenis. Setiap jenisnya memiliki ciri-ciri, struktur kalimat, dan kriteria lain yang membedakannya. Salah satu jenis teks yang umum dipelajari adalah teks eskplanasi.
ADVERTISEMENT
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial. Ada berbagai macam topik yang dibahas dalam teks ini, termasuk hal-hal ilmiah yang dijelaskan dalam teks eksplanasi ilmiah.
Mengutip buku Arif Cerdas SD/MI Kelas 6 oleh Tim Arif (2019), teks eksplanasi ilmiah menjelaskan suatu proses yang bersifat ilmu pengetahuan alam. Misalnya, tentang gejala alam, terjadinya pelangi, proses arus listrik, dan sebagainya.
Teks eksplanasi ilmiah berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pembaca tentang proses terjadinya sesuatu yang disusun berdasarkan sebab-akibat. Oleh sebab itu, teks eksplanasi bukanlah fiksi atau karangan belaka, tetapi memuat informasi yang berdasarkan fakta dan nyata adanya.
Sesuai dengan namanya, di dalam teks eksplanasi ilmiah terdapat istilah atau bahasa ilmiah yang digunakan. Sifatnya informatif, tetapi tidak berusaha untuk memengaruhi pembaca agar percaya terhadap hal yang dibahas.
ADVERTISEMENT

Struktur Teks Eksplanasi Ilmiah

Teks Eksplanasi Ilmiah: Pengertian, Struktur, dan Contohnya (41970)
searchPerbesar
Ilustrasi membaca teks eksplanasi ilmiah. Foto: Unsplash
Teks eksplanasi ilmiah memiliki struktur yang sama dengan teks eksplanasi pada umumnya. Berikut bagian-bagiannya dikutip dari buku Super Complete SD/MI 4-5-6 oleh Meity Mudikawaty, S.Pd., dkk (2018).
1. Pernyataan Umum
Berisi penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas. Biasanya, penjelasan ini meliputi proses keberadaannya, proses terjadinya, hingga proses terjadinya fenomena tersebut. Pernyataan umum harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas sehingga mampu menarik minat pembaca untuk membaca secara detail.
2. Deret Penjelas
Deret penjelas merupakan jawaban dari pertanyaan ‘bagaimana’. Isinya merupakan penjelasan detail mengenai proses keberadaan hingga proses terjadinya suatu fenomena yang menjadi topik utama teks tersebut.
3. Penutup/Interpretasi
Bagian ini berisi kesimpulan atau atau pendapat singkat penulis mengenai topik yang telah dijelaskan.
ADVERTISEMENT

Contoh Teks Esplanasi Ilmiah

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh teks eksplanasi ilmiah dikutip dari buku Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan oleh Fairul Zabadi dkk (2013).
Tsunami
Kata “tsunami” berasal dari bahasa Jepang “tsu” yang berarti ‘pelabuhan’ dan “nami” yang berarti ‘gelombang’. Namun, para ilmuwan mengartikan tsunami dengan ‘gelombang pasang’ (tidal wave) atau dikenal juga dengan sebutan gelombang laut karena gempa (seismic sea waves). Tsunami adalah serangkaian gelombang yang terbentuk karena gempa atau letusan gunung berapi di bawah laut atau di daratan dekat pantai. Gelombangnya yang besar menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.
ADVERTISEMENT
Tsunami tercipta saat permukaan dasar laut bergerak naik turun di sepanjang patahan selama gempa terjadi. Patahannya menyebabkan keseimbangan air menjadi terganggu. Makin besar daerah patahan yang terjadi, makin besar pula tenaga gelombang yang dihasilkan. Selain itu, tsunami juga tercipta karena meletusnya gunung berapi yang menyebabkan pergerakan air di laut atau perairan sekitarnya sangat tinggi. Gelombang yang besar menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam pantai.
Gelombang tsunami yang terjadi di laut melaju lebih cepat daripada gelombang normal. Gelombang tersebut menyebar ke segala arah dengan ketinggian 30 sampai dengan 50 meter dan kecepatan sekitar 800 km/jam. Ketika gelombang tsunami memasuki air dangkal, kecepatannya akan menurun dan ketinggiannya akan bertambah. Ketinggian gelombang itu juga bergantung pada bentuk pantai dan kedalamannya. Gempa bumi yang tejadi di dasar laut sangat berpotensi menimbulkan tsunami dan sangat berbahaya bagi manusia.
ADVERTISEMENT
Kamu tidak perlu khawatir karena tidak semua gempa dan letusan gunung berapi menyebabkan tsunami dan tidak semua tsunami menimbulkan gelombang besar. Tsunami selalu menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan yang paling besar terjadi ketika gelombang besar tsunami itu mengenai permukiman manusia sehingga menyeret apa saja yang dilaluinya.
(ADS)