Teks Eksplanasi: Pengertian, Struktur, Ciri-ciri, dan Kaidah Penulisan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berasal dari kata bahasa Inggris “Explanation”, teks eksplanasi dapat diartikan sebagai sebuah sebuah tulisan yang menjelaskan hubungan logis bagaimana suatu fenomena alam maupun sosial bisa terjadi. Teks eksplanasi biasanya juga mengangkat topik ilmu pengetahuan dan budaya.
Teks eksplanasi memiliki struktur yang harus diikuti oleh penulisnya agar pemaparan dapat tersampaikan dengan jelas dan memberikan pengetahuan baru kepada pembaca. Sebab, teks ini berisikan penjelasan bagaimana suatu fenomena dapat terjadi.
Berikut ini adalah struktur yang terdapat dalam teks eksplanasi.
Pernyataan umum, bagian ini berisi penjelasan awal seperti latar belakang, keadaan umum atau definisi suatu peristiwa atau fenomen dan pengalaman yang terjadi.
Deretan penjelas, bagian ini berisikan pemaparan rangkaian peristiwa atau fenomena. Struktur ini juga disebut urutan mengapa suatu fenomena terjadi.
Interpretasi, bagian ini menjadi penafsiran, pemaknaan atau penyimpulan yang berupa pendapat dari penulis mengenai peristiwa atau fenomena yang terjadi dalam tulisan teks eksplanasi miliknya.
Tak hanya struktur, teks ekspalanasi juga memiliki tiga ciri yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Berikut ini adalah ciri-ciri yang terdapat dalam teks eksplanasi.
Strukturnya teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah dijelaskan.
Memuat informasi faktual atau berdasarkan fakta yang benar terjadi.
Faktual pada teks eksplanasi juga memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains
Sementara itu, teks eksplanasi juga memiliki kaidah kebahasaan tertentu yang menjadikan ciri khas konkret dari teks eksplanasi itu sendiri. Berikut adalah kaidah-kaidah yang terdapat dalam teks eksplanasi:
Menggunakan konjungsi kronologis (kemudian, akhirnya, selanjutnya, dsb) dan konjungsi kausalitas (sebab, karena, akibatnya, dsb).
Menggunakan kata peristilahan atau teknis, contohnya seperti industri pariwisata, otomotif, dan sektor pertanian.
Menggunakan kata benda fenomena seperti: angin tornado, tata surya, gerhana bulan, dan kerajinan tangan.
Menggunakan kata kerja tindakan,jika berisi suatu tindakan yang objeknya berupa alam atau fenomena sosial/budaya seperti bepergian, berwisata, mengajak, berkunjung, berjalan-jalan
Cenderung banyak menggunakan kalimat pasif.
(Rav)
