Teks Pengakuan Iman Rasuli Katolik dalam Bahasa Indonesia beserta Maknanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengakuan Iman Rasuli Katolik adalah pernyataan iman yang merangkum pokok-pokok keyakinan umat Katolik. Dikenal juga dengan sebutan Syahadat Para Rasul atau Credo Para Rasul, pengakuan ini menjadi bagian penting dalam liturgi dan kehidupan rohani umat.
Biasanya, teks ini diucapkan secara bersama-sama dalam ibadah sebagai bentuk kesatuan iman terhadap ajaran dasar Kekristenan. Untuk mengetahui teks lengkap Pengakuan Iman Rasuli Katolik dalam bahasa Indonesia, simak informasi berikut ini.
Teks Pengakuan Iman Rasuli Katolik
Berikut adalah teks Pengakuan Iman Rasuli Katolik sebagaimana dikutip dari buku Panduan Menjadi Katolik: Panduan bagi yang Ingin Diterima dalam Gereja Katolik oleh L. Prasetya, Pr.
Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.
Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa.
Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya kepada Roh Kudus.
Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus.
Pengampunan dosa.
Kebangkitan tubuh.
Dan hidup yang kekal.
Amin.
Baca Juga: 3 Bagian Utama Pengakuan Iman Rasuli Katolik
Makna dari Pengakuan Iman Rasuli Katolik
Dalam buku Di Atas Dasar yang Teguh: Buku Ajar Katekisasi Sidi oleh Markus Dominggus, dkk., dijelaskan bahwa Pengakuan Iman Rasuli adalah salah satu pernyataan iman yang paling dikenal dan digunakan secara luas oleh umat Kristen, baik dalam tradisi Katolik maupun Protestan.
Pengakuan ini telah digunakan sejak masa gereja awal. Nama "iman rasuli" merujuk pada isi pengakuannya yang mencerminkan ajaran para rasul dan menjadi dasar kepercayaan gereja.
Pengakuan ini tidak muncul begitu saja, melainkan berakar dari berbagai bagian Alkitab. Misalnya, pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16), atau pernyataan dalam Roma 10:9 yang menegaskan bahwa "Yesus adalah Tuhan".
Pada awalnya, pengakuan iman ini diucapkan oleh calon baptisan, setelah mereka menerima pengajaran dalam kelas katekisasi. Lambat laun, rumusan ini berkembang menjadi bagian penting dalam ibadah dan pengajaran gereja.
Secara makna, Pengakuan Iman Rasuli berfungsi sebagai ringkasan inti iman Kristen. Isinya menegaskan keyakinan kepada Allah Tritunggal, yakni Bapa, Putra, dan Roh Kudus serta menjadi tolok ukur untuk membedakan ajaran yang benar dengan ajaran yang menyimpang.
Tak hanya itu, pengakuan ini juga menjadi sarana pendidikan iman bagi jemaat dan membantu memperkuat keyakinan umat saat beribadah.
(SAI)
